
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Nazham ini merupakan ringkasan sirah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dari lahir hingga wafat, berisi 100 bait Mandzhumah Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah:
bait ke-31, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“Dan pada tahun kesembilan sejak beliau mengemban Risalah , wafatlah Abu Thalib (paman Rasulullah) yang mengasuh beliau “.
《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah》
bait ke-32, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan
“Setelah berselang tiga hari (dari wafatnya Abu Thalib) , wafatlah Khadijah “.
《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah》
bait ke-33, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“Dan setelah lima puluh dan seperempat (yakni ketika Rasulullah berusia lima puluh tahun lebih tiga bulan), bangsa jin dari Nashibin* masuk islam, maka ketahuilah !”.
《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah , bait : 33》
*Nashibin sebuah negeri utara timur negara Turki , dekat dengan Qamisyli di Suriah.
bait ke-34, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“Kemudian Rasulullah melangsungkan akad nikah dengan Saudah* pada bulan Ramadhan. Kemudian setelah itu (dengan putri Abu Bakar Ash-Shiddiq yaitu ‘Aisyah radhiyallahu anhā)”.
《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah》
*Saudah bintu Zam’ah bin Qais Al-Quraisyiyyah.
bait ke-35, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“Rasulullah melakukan akad nikah dengan putri Abu Bakar Ash-Shiddiq (‘Aisyah) pada bulan Syawwal (ketika Rasulullah berusia lima puluh tahun), dan pada usia lima puluh tahun lebih satu tahun (Rasulullah diisrakan) “.
《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah》
bait ke-36, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“(Ketika Rasulullah berumur lima puluh satu tahun) beliau diisra’kan* dan diwajibkan shalat lima waktu (yang pahalanya) setara lima puluh kali shalat, sebagaimana yang telah dihafal (kisahnya dalam sebuah hadits yang shahih)”. 《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah》
*Isra’ adalah perjalanan yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ruhnya dan badannya dari Masjidil Haram sampai ke Baitul Maqdis dengan menaiki Burak yang ditemani Malaikat Jibril , lalu dilanjutkan dengan Mi’raj. Semua itu (isra dan Mi’raj) dalam satu malam.
bait ke-37, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“Bai’at* (‘aqabah) yang pertama bersama dua belas orang dari penduduk Thayyibah (Madinah), sebagaimana sungguh telah disebutkan (dalam kitab-kitab sirah)”. 《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah , bait : 37》
*Bai’at adalah janji setia.
bait ke-38, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah》
bait ke-39, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“(Orang-orang yang datang kepada Rasulullah mereka adalah) dari Thayyibah (Madinah), lalu mereka melakukan bai’at kepada beliau (bai’at ‘aqabah kedua atau bai’at Al-Anshār). Kemudian Rasulullah meninggalkan Makkah pada hari senin bulan Shafar*”.
《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah , bait : 39》
*Ada pendapat lain yang mengatakan pada bulan Rabi’ul Awal
bait ke-40, Al-Imam Al-Qādhi Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi (W 792 H) rahimahullah ta’ala mengatakan :
“Nabi yang ridha (dengan Allah) tiba (sampai) di Thayyibah (Madinah) secara pasti, ketika usia beliau sempurna lima puluh tiga tahun”.
《Al-Urjuzah Al-Mi’iyyah Fi Dzikri Hāli Asyrafil Bariyyah , bait : 40》
(Bersambung ….. )