Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Nadhom Durrotul Yatimah (2)

Terjemah Nadhom Durrotul Yatimah (2)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Di antara materi nahwu dasar patut untuk diberikan perhatian adalah Nadhom ad-Durrah al-Yatiimah yang ada di hadapan kita sekarang ini. Boleh dibilang Nadhom ini merupakan Ajurumiyyah versi madzhab Bashrah. Seringkali kitab ini dibandingkan dengan Ajurumiyyah karena kesamaan keringkasan materi pada keduanya. Meskipun begitu, tetap terdapat beberapa perbedaan corak bahasa antara keduanya. Kita tahu bahwa Ajurumiyyah lebih condong pada asas madzhab Kufah sedangkan al-Yatiimah ini lebih condong kepada madzhab Bashrah.

Nadhom ad-Durroh al-Yatiimah ini ini termasuk materi yang jarang dibahas padahal di dalamnya sarat akan ilmu dan hikmah. Untuk mempemudah para pembelajar untuk mengenal nadhom tersebut dan juga memahami kaidah dasar nahwu, penyusun membuat terjemah dan juga syarah ringkasnya.

  باب الحدّ الكلام والكلمة واقسامها 

 

 حدّ الكلام لفظنا الـــمفيد  #  نحو اتى زيد وذا يـــــــــــــــزيد  

 

Artinya:

Kalam menurut ahli nahwu : lafad yang berfaidah ( mufid ) tersusun (murokab) , disengaja (wado’) dan berbahasa arab. Seperti : اتى زيد وذا يزيد.

Dan kalam dengan di fatha kafnya itu sesuai dengan yg dikehendaki dalam bab ini, bila di dhommah kafnya berma’na bumi yang keras الأرض الصعبة ) ( dan bila di baca kasro kafnya berma’na luka  . ( الجرح )

 

 وحدّ كلمة فقول مفرد # وهى اسم او فعل وحرف يقصد 

 

Definisi kalimat adalah lafad yang mufrod (tidak murokab ) yang menunjukkan arti. dan kalimat dibagi menjadi 3 (tiga) macam yaitu :

1.  Kalimat isim ( kata benda ) seprti : زيد و رجل

2. Kalimat fi’il ( kata kerja ) seperti : ضرب ونصر

3. Kalimat huruf  seperti :هل ولن ولم

 

  فاسم بتنوين وجرّ وندا # وال بلا قيد واسناد بد  

Tanpa qoyyid ( baik berupa al ma’rifat atau al zaidah ),isnad( ال)  *Kalimat isim di tandai dengan tanwin , jer, alif lam ilaih ( mubtada’, fa’il,naibul fa’il dan asma’un nawasikh).

 

 واعرف لما ضارع من فعل بلم # ………………. 

 

Tanda bahwa fi’il tersebut fi’il mudhori’ apabiladapat jatuh setelah lam لم) ( seperti : لم يضرب

dan fi’il mudhori’ adalah fiil yang menyerupai isim fa’il, baik serupa dari segi lafad dan ma’na. adapun dari segi lafadz itu karena fi’il mudhori’ dan isim fa’il itu cocok atas bilangan hurufnya, harokatnya dan sukunnya. Sedangkan dalam segi ma’na sama – sama mempunyai zaman hal dan istiqbal.

 

وهذا الشبه إنّما يقع بينه وبين اسم الفاعل وهو ان يكون من جهتى اللفظ والمعنى , امامن جهة اللفظ 

         فلأنهما متفقان على عدد الأحرف والحراكات والسكنات فيكتب على وزن كاتب ومكرم على وزن يكرم

     وامامن جهة المعنى فلأنّ كلا منهما يكون للحال والاستقبال. وباعتبارهذه المشابهة يسمّى مضارعا اى مشابها فان المضارعة معناها المشابهة .( جميع الدروس جزء 2 ص 161 )    

 

……………………….. #  والتأ من قامت لماضيه علم  

 

Tanda bahwa fi’il tersebut fi’il madi apabila dapat menerima ta’ta’nis تأ التأنيث) ( seperti : ضربت

 

والياء من خافى بهاالأمر جلا  # ………………………..

 

Tanda bahwa fi’il tersebut fi’il Amar apabila dapat menerima ya’muannatsah mukhotobah ياء المؤنّثة المخاطبة) ( seperti : إقرأ  وخافى الخبيثة

 

 ………………………. #  والحرف عن كل العلامات الخلا 

Tanda bahwa kalimat tersebut kalimat huruf apabila sepi dari tandanya kalimat fi’il dan kalimat isim. Seperti : لم , هل , لن

 

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pembelajar Nahwu-Shorof/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Penuntut Ilmu Wajib Menjaga Adab
Oleh : Immim pangkep

Penuntut Ilmu Wajib Menjaga Adab

0 Komentar

KELUAR