
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Kitab Mandzumah Haaiyah adalah Kitab klasik yang menguraikan Pokok-pokok Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, ditulis dalam bentuk syair (nadhom) oleh Al-Imam Abi Bakr bin Abi Daud As-Sijistani fil ‘Aqidah yang tidak lain adalah putra Imam Abu Dawud, pemilik Kitab Sunan Abu Dawud.
Berikut ini Mandzumah Haaiyah Imam Abi Bakr bin Abi Daud As-Sijistani fil ‘Aqidah dan Terjemahnya
Artinya:
1. Berpegang Teguhlah dengan Tali Allah dan ikutilah petunjuk # dan janganlah kamu menjadi pelaku bid’ah, agar kamu beruntung
Artinya:
2. Beragamalah dengan dasar kitab Allah dan Sunnah # Yang datang dari Rasulullah, kamu akan selamat dan beruntung.
Artinya:
3. Katakanlah: Firman Raja Kita (Allah) bukanlah makhluk # Dengan itulah orang-orang yang bertakwa berkeyakinan, dan dengan lantang mereka berkata.
Artinya:
4. Janganlah menjadi orang yang menahan diri dari berbicara tentang Al-Qur’an # Seperti yang dikatakan pengikut Jahm (Ibn Shofwan), dan mereka pun bermudah-mudahan.
Artinya:
5. Janganlah mengatakan bacaanku dengan Al-Qur’an adalah makhluk # Sesungguhnya Firman Allah ketika dilafazkan harus dijelaskan.
Artinya:
6. Dan katakanlah: Allah menampakkan diri kepada makhluk dengan nyata # Seperti purnama, tidaklah samar (ketika melihatnya). Dan bahkan Rabb-mu lebih nyata.
Artinya:
7. Dan Allah tidak mempunyai anak dan tidak diperanakkan # Tidak ada yang menyerupai-Nya, Maha Tinggi Dzat yang Maha Suci.
Artinya:
8. Orang-orang Jahmiyah mengingkari hal yang ada pada kami ini (iaitu dilihatnya Allah di akhirat) # Terdapat hadits yang jelas untuk membenarkan apa yang kami katakan
Artinya:
9. Diriwayatkan oleh Jarir dari sabda Muhammad # Maka berkatalah sebagaimana yang Nabi sabdakan tentang itu, maka kamu akan beruntung.
Artinya:
10. Dan sungguh orang-orang Jahmiyah juga telah mengingkari tangan kanan-Nya # Dan bahkan (yang benar adalah) kedua tangan-Nya terus memberi kenikmatan dan karunia.
Artinya:
11. Dan katakanlah: Dzat Yang Maha Perkasa turun pada setiap malam # Tanpa diketahui bagaimana turun-Nya, Maha Agung Dzat yang Maha Esa dan Terpuji
Artinya:
12. (Turun) ke tingkat paling bawah, memberi dengan karunia-Nya # Maka di bukalah pintu-pintu langit
Artinya:
13. Dia berfirman, ketahuilah siapa yang minta ampun akan mendapatkan ampunan # Dan siapa yang meminta kebaikan dan rezeki, maka dia akan diberi.
Artinya.
14. Hal itu (iaitu turunnya Allah) telah diriwayatkan oleh kaum yang tidak di tolak hadits mereka # Ketahuilah telah merugi dan tercela kaum yang mendustakan mereka.
Artinya:
15. Dan katakanlah: Seseungguhnya sebaik-baik manusia setelah Muhammad # Dan dua penolongnya (iaitu Abu Bakar dan Umar) yang lebih dulu, kemudian ‘Utsman menurut pendapat yang lebih kuat.
Artinya:
16. Dan yang ke empat adalah sebaik-baik manusia setelah mereka # Yaitu ‘Ali sekutu kebaikan, dengan kebaikan akan menyelamatkan.
Artinya:
17. Mereka dan orang-orang yang akan disebutkan berikut adalah sekelompok orang yang tidak ada keraguan pada mereka # Di atas unta mulia di Syurga Firdaus, dengan cahaya ia berjalan.
Artinya:
18. Sa’id, Sa’d, Ibnu ‘auf, dan Thalhah # Dan ‘Amir fihr, dan Az-zubeir yang dipuji.
Artinya:
19. Dan berkatalah dengan perkataan yang baik pada semua shahabat # Janganlah menjadi pencela yang mencaci dan mencerca.
Artinya:
20. Sungguh wahyu yang nyata telah berbicara tentang keutamaan mereka # Dan di dalam surat Al-Fath terdapat ayat yang memuji shahabat.
Artinya:
21. Dan yakinlah dengan takdir yang ditentukan, sesungguhnya ia # Rukun ikatan agama dan agama itu luas
Artinya:
22. Janganlah engkau ingkari Nakir dan Munkar karena ketidak tahuan # Dan jangan pula ingkar kepada telaga dan timbangan, sesungguhnya enkau mendapat nasihat.
Artinya:
23. Dan katakanlah: Allah Yang Maha Agung dengan karunia-Nya akan mengeluarkan # Dari neraka, dari tubuh-tubuh yang telah menjadi arang, lalu di letakkan.
Artinya:
24. Ke Sungai di Syurga Firdaus yang dengan airnya, jasad itu akan hidup # Seperti biji yang dibawa banjir ketika meluap.
Artinya:
25. Dan sesungguhnya Rasulullah memberi syafa’at kepada manusia # Dan katakanlah: tentang adzab kubur itu haq dan telah di jelaskan.
Artinya:
26. Dan janganlah sekali-kali kamu mengkafirkan ahlu shalat meski berbuat maksiat # Setiap Manusia berbuat maksiat, dan Dzat Pemilik ‘Arsy Maha Pemaaf
Artinya:
27. Dan janganlah kamu meyakini pendapatnya khawarij, karena ia # Mempunyai perkataan yang bagi siapa yang mencintai ucapan tersebut, akan menghancurkan dan membinasakan.
Artinya:
28. Dan janganlah kamu menjadi Murji’ yang bermain-main dengan agama # Ketahuilah sesungguhnya seorang Murji’ bersenda gurau dengan agamanya.
Artinya:
29. Dan katakanlah: sesungguhnya iman adalah ucapan dan niat # Serta perbuatan, yang diterangkan oleh Nabi
Artinya:
30. Dan akan berkurang kadarnya dengan maksiat-maksiat, dan terkadang # Akan bertambah dengan ketaatan, dan akan berat ketika ditimbang
Artinya:
31. Tinggalkanlah olehmu pendapat-pendapat orang dan perkataan mereka # Karena perkataan Rasulullah itu lebih bersih dan lebih terang
Artinya:
32. Dan janganlah kamu termasuk kaum yang bermain-main dengan agama mereka # Yang menyebabkan kamu mencela dan mencerca ahli hadits
Artinya:
33. Jika engkau, wahai saudaraku, selama hidup meyakini hal ini # Maka kamu di atas kebaikan di waktu malam dan pagi.
Al-Imam Abu Bakar bin Abi Dawud As-Sijistani (W. 316 H) rahimahullah ta’ala mengatakan, “Ini adalah pendapat: Aku (Al-Imam Abu Bakr bin Abi Dawud As-Sijistani, wafat 316 H), Ayahku (Al-Imam Abu Dawud penulis Kitab Sunan Abi Dawud, wafat 275 H), Al-Imam Ahmad bin Hanbal (wafat 241 H), Para ulama yang kami dapati, dan para ulama yang kami belum menemuinya dari orang-orang yang telah menyampaikan kepada kami darinya, maka barangsiapa yang mengatakan selain ini maka dia telah berdusta”. (Sumber: Al-Mandzumah Al-Ha’iyyah Lil Imam Abu Bakar bin Abi Dawud rahimahullah).
Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.