
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Apa itu Kitab Ad-Diba’i atau Kitab Maulid Diba’? Kitab Ad-Diba’i merupakan Kitab yang membahas Riwayat Kelahiran Nabi Muhammad SAW, disertai syair pujian dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Umumnya kitab terjemahnya menambahkan isi kitab dengan Do’a Khitbah, Khutbah Nikah, Aqad Nikah dan Do’a Aqad, serta Nama-nama Anak.
Jadi, Maulid Diba’ adalah sebuah kitab atau shalawat yang dibaca saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Adapun Syair Pujian atau Shalawat yang ada dalam Kitab ad-Diba’i, diantaranya ialah Shalawat Nariyah, Shalawat Munjiyat, Shalawat Tausiul Arzaq wa Tahsinul Akhlaq, Shalawat an-Nuur, Shalawat Thibbil Qulub, Mahallul Qiyami, Shalawat Badriyah, dan lain-lainnya.
Berikut bacaan Maulid Ad Diba dan terjemahnya.
Artinya:
Hadits kedua riwayat dari ‘Atha’ bin Yasar dari Ka’ab Al-Ahbar telah berkata:
Ayahku telah mengajarkan kepadaku kitab Taurat hingga tamat, kecuali selembar saja yang tidak diajarkan dan memasukkannya ke dalam peti. Maka setelah ayahku meninggal, aku membuka peti itu, ternyata selembar kitab Taurat tadi menerangkan tentang akan lahirnya nabi akhir zaman yang tempat kelahirannya di kota Mekkah dan berpindah ke Madinah serta kekuasaannya meluas ke negeri Syam.
Beliau mencukur rambutnya dan berkain pada pinggangnya. Beliau adalah sebaik-baiknya para nabi, dan umatnya juga sebaik-baik umat.
Mereka bertakbir mengagungkan kebesaran Allah yang Maha tinggi atas segala kemuliaan. Mereka berbaris pada waktu shalat sebagaimana barisan mereka di dalam peperangan.
Hati mereka merupakan tempat kitabnya. Mereka selalu memuji dalam keadaan duka dan suka.
Sepertiga dari mereka masuk surga tanpa dihisab,
sepertiga lagi datang dengan dosa-dosanya, lalu diampuni. Dan yang sepertiga lainnya datang dengan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan besar
Maka Allah Ta’ala berfirman kepada malaikat: Pergilah dan timbanglah amal perbuatan mereka.
Lalu para malaikat berkata: Wahai Tuhan kami, telah kami dapatkan mereka melampaui batas menyia-nyiakan dirinya sendiri dan kami dapatkan amal-amal mereka penuh dari dosa-dosa bagaikan sebesar gunung-gunung.
Pada sisi lainnya mereka sungguh bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.
Artinya:
Maka Allah berfirman: Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, tiadalah Aku jadikan orang yang tulus ikhlas bersaksi kepada-Ku itu seperti orang yang mendustakan Aku. Mereka Aku masukkan surga dengan rahmat-Ku.
Wahai orang yang termulia laksana untaian mutiara dan emas murni rahasia yang ada.
Orang yang memujimu merasa kekurangan walaupun dengan mengerahkan seluruh kekuatannya.
Dan orang yang mensifatimu merasa tak berdaya melukiskan apa yang meliputi engkau dari tingkah laku yang mulia dan pemurah.
Alam semesta isyarat dan engkaulah yang menjadi tujuan.
Wahai orang termulia yang telah memperoleh kedudukan yang terpuji.
Dan telah datang para rasul sebelum engkau, tetapi mereka bersaksi atas kemuliaan dan keluhuran serta ketinggian derajatmu.
Artinya:
Hadirkanlah hati kalian, wahai golongan orang yang berakal
Sehingga aku nyatakan kepadamu bagaikan pengantin yang menjadi kekasih agung
Yang telah dikhususkan dengan gelar nama yang termulia
Yang pernah naik menghadap Raja Yang Maha Pemberi
Sehingga dapat melihat keindahan’Nya tanpa tutup dan tanpa tirai
Tatkala tiba saat lahirnya sinar kerasulan
Di langit keagungan
Keluarlah Malaikat Jibril dengan membawa nur untuk membuka kerajaan dunia
Wahai Jibril, serukan kepada seluruh makhluk
Penghuni bumi dan langit, agar menyambutnya dengan rasa riang dan gembira
Karena sesunggunya nur yang terpelihara dan rahasia yang tersimpan yang Aku ciptakan sebelum wujudnya sesuatu dan sebelum terciptanya bumi dan langit-langit
Pada malam ini Aku pindahkan nur itu ke dalam perut ibunya dengan merasakan kegembiraan.
Aku penuhi seluruh alam dengan cahayanya. Aku pelihara di dalam keadaan yatim-piatu dan Aku sucikan dia beserta para keluarganya dengan kesucian yang sungguh.
Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad)
Maka bergoncanglah ‘Arsy karena gembira dengan adanya kabar gembira.
Dan kursi Allah bertambah wibawa dan tenang karena memuliakannya.
Dan langit penuh dengan cahaya
Serta bergemuruh gemuruh suara malaikat membaca tahlil, tamjid dan istighfar
Dan ibunya tiada henti-hentinya melihat bermacam-macam keajaiban hingga dari keistimewaan dan keagungannya hingga sempurna masa kandungannya
Maka ketika ibunya merasakan sakit karena kandungannya akan lahir, dengan izin Tuhannya, Tuhan pencipta makhluk, lahirlah kekasih Allah Muhammad shallallahu’alayhi wa sallam dalam keadaan sujud, bersyukur dan memuji, sedangkan wajahnya bagaikan purnama dalam kesempurnaannya.
(Bersambung …. )