Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Matn Shofwatu Zubad (Nadzom Fiqh Syafi’iyah) – 18: Pasal tentang Sunnah-sunnah Shalat

Terjemah Matn Shofwatu Zubad (Nadzom Fiqh Syafi’iyah) – 18: Pasal tentang Sunnah-sunnah Shalat

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Sudah kenal Kitab Matn Shofwatu Zubad atau lebih populer disebut Nadzom Zubad? Ya, Kitab Matn Zubad berisi nadzom (syair) puisi yang terdiri dari 1.000 bait lebih tentang Fikih Syafi’iyah. Kitab Matn Fikih ini populer diajarkan di Pondok Pesantren karena mudah dihafalkan dalam bentuk nadzom.  Meski begitu Matn Zubad ini tak hanya menguraikan bait-bait syair tentang fiqih, akan tetapi juga mengandung materi Bab Tauhid dan Tasawuf. Secara umum kitab Zubad dapat kita bagi menjadi tiga bagian yakni bagian bab aqidah/tauhid di bagian awal kitab, bab fiqih asy-Syafi’iyah di bagian tengah dan bab tasawuf di bagian akhir kitab. Sehingga mempelajari Matn Zubad, akan terasa lebih lengkap pemahaman khazanah keilmuan Islam kita, karena  isinya mencakup semua materi dasar yang wajib diketahui sebagai umat Islam yaitu: ‘Aqidah, Fiqih dan Tasawuf.

Matan Zubad adalah hasil karya Abu al-Abbas Ahmad ibn Hussein ibn Hasan ibn ‘Ali ibn Yusuf ibn ‘Ali ibn Arsalan al-Ramli [753H -844H] atau lebih dikenal dengan nama Ibnu Ruslan. Beliau lahir di Ramlah, Palestina dan wafat di Baitulmaqdis, Palestina. Matan Zubad ini banyak disyarahkan oleh para ulama seperti Ghayah al-Bayan fi Syarh Zubad Ibn Ruslan oleh al-‘Allamah Syamsuddin al-Ramli, Mawahib al-Shomad fi Hal Alfaadz al-Zubad oleh Syaikh Ahmad al-Hijazi al-Fasyani, Ifaadah al-Saadah al-Umad bi Taqrir Ma’ani Nazam al-Zubad oleh al-‘Allamah al-Sayyid Muhammad bin Ahmad bin ‘Abd al-Baari al-Ahdal, Faidh al-Manan Syarh Zubad Ibn Ruslan oleh al-‘Allamah al-Sayyid Yusuf bin Muhammad al-Bathah al-Ahdal dan lain-lain lagi.

Berikut ini Terjemah Matn Shofwatu Zubad (Nadzom Fiqh Syafi’iyah) – 18: Pasal tentang Sunnah-sunnah Shalat (Bait 274-300)

 

{ﻗﺎﻟﻮا ﺳﺒﺤﺎﻧﻚ ﻻ ﻋﻠﻢ ﻟﻨﺎ ﺇﻻ ﻣﺎ ﻋﻠﻤﺘﻨﺎ ﺇﻧﻚ ﺃﻧﺖ اﻟﻌﻠﻴﻢ اﻟﺤﻜﻴﻢ}

فصل
[ في سنن الصلاة ]

 

Fasal tentang sunnah sunnah sholat

 

ﺃﺑﻌﺎﺿﻬﺎ ﺗﺸﻬﺪ ﺇﺫ ﺗﺒﺘﺪﻳﻪ … اﻟﻘﻌﻮﺩ ﻭﺻﻼﺓ اﻟﻠﻪ ﻓﻴﻪ

 

Artinya:

274. Adapun sunnah-sunnah ab’adi shalat adalah: 1. Membaca tasvahhud awal, 2. Duduk (pada saat membaca tasyahhud awal). 3. Membaca shalawat (pada tasyahhud awal)

 

ﻋﻠﻰ اﻟﻨﺒﻲ ﻭﺁﻟﻪ ﻓﻲ اﻵﺧﺮ … ﺛﻢ اﻟﻘﻨﻮﺕ ﻭﻗﻴﺎﻡ اﻟﻘﺎﺩﺭ

 

Artinya:

275. Atas Nabi Muhammad saw, 4. Membaca shalawat atas keluarga Nabi, 5. Membaca doa qunut, 6. Berdiri (ketika membaca qunut) bagi yang mampu.

 

ﻓﻲ اﻻﻋﺘﺪاﻝ اﻟﺜﺎﻥ ﻣﻦ ﺻﺒﺢ ﻭﻓﻰ … ﻭﺗﺮ ﻟﺸﻬﺮ اﻟﺼﻮﻡ ﺇﺫ ﻳﻨﺘﺼﻒ

 

Artinya:

276. Pada i’tidal (rakaat) kedua dari shalat Shubuh dan pada (i’tidal rakaat terakhir dari) shalat witir pada bulan Ramadhan apabila telah sampai pertengahan (bulan yakni mulai malam 16 Ramadlan hingga akhir).

 

ﺳﻨﻨﻬﺎ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻬﺎ اﻷﺫاﻥ ﻣﻊ … ﺇﻗﺎﻣﺔ ﻭﻟﻮ ﺑﺼﺤﺮاء ﻳﻘﻊ

 

Artinya:

277. Adapun sunnah-sunnah shalat sebelumnya adalah adzan bersama dengan iqamah walaupun shalat dilakukan di padang pasir.

 

ﺷﺮﻃﻬﻤﺎ اﻟﻮﻻ ﻭﺗﺮﺗﻴﺐ ﻇﻬﺮ … ﻭﻓﻲ ﻣﺆﺫﻥ ﻣﻤﻴﺰ ﺫﻛﺮ

 

Artinya:

278. Sedangkan syarat-syarat keduanya (adzan dan iqamah) adalah berkesinambungan dan berurutan. Sedangkan syaratnya muadzdzin (orang yang adzan) adalah orangnya harus pintar, laki-laki,

 

ﺃﺳﻠﻢ ﻭاﻟﻤﺆﺫﻥ اﻟﻤﺮﺗﺐ … ﻣﻌﺮﻓﺔ اﻷﻭﻗﺎﺕ ﻻ اﻟﻤﺤﺘﺴﺐ

 

Artinya:

279. Dan Islam. Adapun muadzdzin yang resmi (yakni muadzdzin yang ditunjuk oleh kepala wilayah, maka syaratnya adalah) orangnya harus pintar, laki-laki, Islam dan mengetahui waktu. Dan bagi muadzin sukarela maka tidak disyaratkan harus mengetahui waktu.

 

ﻭﺳﻨﺔ ﺗﺮﺗﻴﻠﻪ ﺑﻌﺞ … ﻭاﻟﺨﻔﺾ ﻓﻲ ﺇﻗﺎﻣﺔ ﺑﺪﺭﺝ

 

Artinya:

280. Muadzin (Orang yang adzan) disunnahkan agar tartil (yakni perlahan-lahan), dengan suara yang lantang. Sedangkan untuk iqamah maka disunnahkan agak rendah (suaranya), agak cepat

ﻭاﻻﻟﺘﻔﺎﺕ ﻓﻴﻬﻤﺎ ﺇﺫ ﺣﻴﻌﻼ … ﻭﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻃﺎﻫﺮا ﻣﺴﺘﻘﺒﻼ

 

Artinya:

281. Menoleh ke kanan dan ke kiri pada keduannya (adzan dan iqamah) apabila sampai pada hay’alah (yakni ketika membaca “Hayya alash shalah” disunnahkan menoleh ke kanan dan ketika membaca “Hayya ‘alal falah” disunnahkan menoleh ke kiri), suci, menghadap kiblat,

 

ﻋﺪﻻ ﺃﻣﻴﻨﺎ ﺻﻴﺘﺎ ﻣﺜﻮﺑﺎ … ﻟﻔﺠﺮﻩ ﻣﺮﺟﻌﺎ ﻣﺤﺘﺴﺒﺎ

 

Artinya:

282. Orang yang adil, dapat dipercaya, tinggi suaranya dan sunnah membaca tatswiib (yakni membaca “Ashshalaatu khairum minan naum” ketika (adzan) shalat subuhnya, dan sunnah tarjii’ (yakni muadzin membaca terkebih dahulu dua kalimat syahadat dengan perlahan-sekedar dia dengar sendiri-sebelum mengeraskan pada adzannya), muadzdin hendaknya mencari pahala dari Allah (dengan tidak mengambil upah dari adzannya itu),

 

ﻣﺮﺗﻔﻌﺎ ﻛﻘﻮﻟﻪ ﺃﺟﺎﺑﻪ … ﻣﺴﺘﻤﻊ ﻭﻟﻮ ﻣﻊ اﻟﺠﻨﺎﺑﺔ

 

Artinya:

283. Di tempat yang tinngi. Bagi orang mengdengarkan adzan disunnahkan menjawab seperti apa yang diucapkan muadzdzin, (sunnah) mendengarkannya, walaupun dalam keadaan junub (tetap sunnah untuk mendengarkan adzan dan menjawabnya).

 

ﻟﻜﻨﻪ ﻳﺒﺪﻝ ﻟﻔﻆ اﻟﺤﻴﻌﻠﻪ … ﺇﺫا ﺣﻜﻰ ﺃﺫاﻧﻪ ﺑﺎﻟﺤﻮﻗﻠﺔ

 

Artinya:

284. Akan tetapi hendaknya orang yang mendengarkan adzan mengganti lafazh hai’alah (yakni “Hayya ‘alash shalah” dan “Hayya alal Falah”) ketika ia menirukan/menjawab muadzdin dengan hauqalah (yakni “Laa haula walaa quwwata).

 

ﻭاﻟﺮﻓﻊ ﻟﻠﻴﺪﻳﻦ ﻓﻲ اﻹﺣﺮاﻡ ﺳﻦ … ﺑﺤﻴﺚ ﺇﺑﻬﺎﻡ ﺣﺬا ﺷﺤﻢ اﻷﺫﻥ

 

Artinya:

285. Dan mengangkat kedua tangan pada saat takbiratul ihram adalah sunnah dengan menjadikan ibu jari (kedua tangan) sejajar dengan daun telinga

 

ﻣﻜﺸﻮﻓﺔ ﻭﻓﺮﻕ اﻷﺻﺎﺑﻌﺎ … ﻭﻳﺒﺘﺪﻯ اﻟﺘﻜﺒﻴﺮ ﺣﻴﻦ ﺭﻓﻌﺎ

 

Artinya:

286. Dalam keadaan terbuka dan jarangkanlah jari-jemari (tangan). Dan memulai takbir ketika mengangkat (kedua tangan),

 

ﻭﻟﺮﻛﻮﻉ ﻭاﻋﺘﺪاﻝ ﺑﺎﻟﻔﻘﺎﺭ … ﻭﻭﺿﻊ ﻳﻤﻨﺎﻩ ﻋﻠﻰ ﻛﻮﻉ اﻟﻴﺴﺎﺭ

 

Artinya:

287. Ketika hendak ruku’ dan ketika i’tidal , bersama dengan meluruskan tulang punggung. Dan sunnah meletakkan tangan kanan di atas pergelangan (tangan) kiri (setelah selesai takbiiratul ihram).

 

ﺃﺳﻔﻞ ﺻﺪﺭ ﻧﺎﻇﺮا ﻣﺤﻼ … ﺳﺠﻮﺩﻩ ﻭﺟﻬﺖ ﻭﺟﻬﻰ اﻟﻜﻼ

 

Artinya:

288. Kemudian (kedua tangan tersebut) diletakkan bawah dada (di atas pusar), seraya melihat tempat sujud, lalu membaca wajjahtu wajhiya (yakni membaca doa iftitah).

 

ﻭﻛﻞ ﺭﻛﻌﺔ ﺗﻌﻮﺫ ﻳﺴﺮ … ﻭﻣﻊ ﺇﻣﺎﻣﻪ ﺑﺂﻣﻴﻦ ﺟﻬﺮ

 

Artinya:

 

289. Dan setiap rakaatnya disunnahkan membaca ta’awwudz dengan suara yang lembut (tidak dikeraskan), dan (sunnah) bersama imamnya membaca Aamiin dengan keras.

 

ﻭﺳﻮﺭﺓ ﻭاﻟﺠﻬﺮ ﺃﻭ ﺳﺮ ﺃﺛﺮ … ﻭﻋﻨﺪ ﺃﺟﻨﺒﻲ ﺑﻬﺎ اﻷﻧﺜﻰ ﺗﺴﺮ

 

Artinya:

290. Dan disunnahkan membaca satu surat, mengeraskan bacaan (pada tempatnnya), melirihkan suara (pada tempatnnya) yang dijelaskan dalam hadits. Adapun wanita (jika shalat) dihadapan laki-laki asing (yakni yang bukan mahramnya) maka hendaknya dilirihkan (suaranya)

ﻭﻛﺒﺮﻥ ﻟﺴﺎﺋﺮ اﻧﺘﻘﺎﻝ … ﻟﻜﻨﻤﺎ اﻟﺘﺴﻤﻴﻊ ﻻﻋﺘﺪاﻝ

 

Artinya:

291. Dan disunnahkan membaca takbir di setiap perpindahan rukun, akan tetapi ketika i’tidal sunnahnya adalah menucapkan tasmi’ ucapkan tasmi’ (yakni sami’allaahu liman hamidah).

 

ﻭاﻟﺮﺟﻞ اﻟﺮاﻛﻊ ﺟﺎﻓﻰ ﻣﺮﻓﻘﻪ … ﻛﻤﺎ ﻳﺴﻮﻯ ﻇﻬﺮﻩ ﻭﻋﻨﻘﻪ

 

Artinya:

292. Dan disunnahkan orang yang ruku merenggangkan dua sikunya sebagaimana dia meluruskan punggung dan lehernya.

 

ﻭاﻟﻮﺿﻊ ﻟﻠﻴﺪﻳﻦ ﺑﻌﺪ اﻟﺮﻛﺒﺔ … ﻣﻨﺸﻮﺭﺓ ﻣﻀﻤﻮﻣﺔ ﻟﻠﻜﻌﺒﺔ

 

Artinya:

293. Dan orang yang sujud disunnahkan meletakkan kedua tangannya setelah (meletakkan) lututnya, dalam keadaan (kedua tangannya) terbuka, jari-jari dirapatkan serta menghadap kiblat,

 

ﻭﺭﻓﻊ ﺑﻄﻦ ﺳﺎﺟﺪ ﻋﻦ ﻓﺨﺬﻳﻪ … ﻣﻔﺮﻗﺎ ﻛﺎﻟﺸﺒﺮ ﺑﻴﻦ ﻗﺪﻣﻴﻪ

 

Artinya:

294. Mengangkat perut, dari kedua pahanya, memisahkan sekedar satu jengkal antara dua telapak kakinya (baik pada saat sujud, ruku’, i’tidal ataupun berdiri).

 

ﻭﺟﻠﺴﺔ اﻟﺮاﺣﺔ ﺧﻔﻔﺘﻬﺎ … ﻓﻲ ﻛﻞ ﺭﻛﻌﺔ ﺗﻘﻮﻡ ﻋﻨﻬﺎ

 

Artinya:

295. Dan disunnahkan duduk istirahat, dan ringankanlah (jangan terlalu lama) di setiap rakaat yang engkau (langsung) bangun darinya.

 

ﻭﺳﺒﺢ ﺇﻥ ﺭﻛﻌﺖ ﺃﻭ ﺇﻥ ﺗﺴﺠﺪ … ﻭﺿﻊ ﻋﻠﻰ اﻟﻔﺨﺬﻳﻦ ﻓﻲ اﻟﺘﺸﻬﺪ

 

Artinya:

296. Dan bacalah tasbih jika engkau ruku’ atau jika engkau sujud dan letakkanlah di atas dua paha pada saat membaca tasyahhud

 

ﻳﺪﻳﻚ ﻭاﺿﻤﻢ ﻧﺎﺷﺮا ﻳﺴﺮاﻛﺎ … ﻭاﻗﺒﺾ ﺳﻮﻯ ﺳﺒﺎﺑﺔ ﻳﻤﻨﺎﻛﺎ

 

Artinya:

297. Kedua (telapak) tanganmu, dan rapatkanlah jari-jemari (tangan)mu, dalam keadaan terbuka (kedua telapak tanganmu) yang kiri dan genggamlah selain jari telunjuk tangan kananmu.

 

ﻭﻋﻨﺪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﻓﺎﻟﻤﻬﻠﻠﺔ … ﺇﺭﻓﻊ ﻟﺘﻮﺣﻴﺪ اﻟﺬﻱ ﺻﻠﻴﺖ ﻟﻪ

 

Artinya:

298. Dan ketika (membaca) illallah maka telunjukmu angkatlah, untuk mengesakan Dia Yang shalat untuk-Nya.

 

ﻭاﻟﺜﺎﻥ ﻣﻦ ﺗﺴﻠﻴﻤﻪ اﻟﺘﻔﺎﺗﻪ … ﻭﻧﻴﺔ اﻟﺨﺮﻭﺝ ﻣﻦ ﺻﻼﺗﻪ

 

Artinya:

299. Dan disunnahkan salam yang kedua, sambil menoleh (dalam kedua salam), dan (sunnah pula) niat keluar dari shalatnya.

 

ﻳﻨﻮﻯ اﻹﻣﺎﻡ ﺣﺎﺿﺮﻳﻪ ﺑﺎﻟﺴﻼﻡ … ﻭﻫﻢ ﻧﻮﻭا ﺭﺩا ﻋﻠﻰ ﻫﺬا اﻹﻣﺎﻡ

 

Artinya:

300. Imam sunnah meniatkan memberi salam kepada hadirin, sedangkan mereka (para ma’mum) berniat menjawab (salam) imam ini.

(***)

Bersambung ….

 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR