Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Mengenal Kitab Dalailu al-Khairat dan Sanadnya pada Ulama Nusantara

Mengenal Kitab Dalailu al-Khairat dan Sanadnya pada Ulama Nusantara
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Dalail Khairat merupakan kitab berisi salawat kepada Nabi Muhammad SAW yang ditulis oleh Imam Muhammad bin Sulaiman al Jazuli  ash Shadhili (wafat Tahun 1465). Dala’il al-Khayrat (دلائل الخیرات) atau Dalaail u’l Khayraat Wa Shawaariq u’l Anwaar Fee Zikri Salaat Alan Nabiyyi’l Mukhtaar (دلائل الخيرات وسوارق الانوار في ذكر الصلاة علی النبي المختار) (artinya Tanda-Tanda Kebaikan dan Cahaya Cemerlang dalam Mengingat Sholawat pada Sang Nabi Pilihan) adalah kumpulan doa yang terkenal untuk Rasulullah, Muhammad SAW.

Seni membaca dala-il khairat serta zikir yang dibacakan sering dilaksanakan dengan menyesuaikan irama dan rentak kolaborasi dengan irama lagu-lagu yang disampaikan, Dalailu al-khairat ini populer di beberapa bagian dunia Islam di kalangan Muslim tradisional – khususnya Afrika Utara, Levant, [[Turk], Kaukasus,  Asia Selatan, dan di Nusantara sendiri.  Syair dan pesan-pesan keislaman yang disampaikan dalam pembacaan dala-il itu juga bisa menjadi bahan renungan bagi pendengar. Dala’il al-Khayrat adalah kitab pertama dalam sejarah Islam yang mengumpulkan litani perdamaian dan berkah bagi Muhammad SAW, sekaligus memohon kepada Tuhan untuk memberkatinya.

Sanad Dalailu al-Khaerat pada Ulama Nusantara

Perkembangan sanad Dalâilu al-Khairât di Nusantara tidak dapat dipisahkan dengan dua tokoh alim bernama Yasin, yaitu Syaikh Yasin al-Fadani (Minangkabau, Sumatra Barat) dan Kiai Yasin al-Barengi (Kudus, Jawa Tengah). Keduanya adalah sahabat seperguruan ketika menjalani dirasah di Haramain, yaitu sama-sama murid dari Syaikh Baqir al-Jukjawi, ulama asal Yogyakarta yang menjadi pengajar di Masjidil Haram.

Selain keduanya, murid al-Jukjawi adalah Kiai Wahid Hasyim (ayah Gus Dur), Kiai As’ad Syamsul Arifin, Kiai Zubair Dahlan (ayah Kiai Maimoen Zubair), Kiai Imam Khalil (ayah Kiai Faqih Imam Sarang), Kiai Mahfudz al-Hajini (ayah Kiai Sahal Mahfudz), dan lain-lain. Dalâilu al-Khairât sangat erat dengan riyadhahnya, tirakat, seperti berpuasa dan membaca kitab Dalâilu al-Khairât al-Imam Muhammad ibn Sulaiman al-Jazuli (w. 870 H) yang berisikan salawat-salawat atau pujian-pujian atas baginda Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam.

Syaikh Yasin al-Fadani meriwayatkan sanad Dalâilu al-Khairât dari banyak ulama Haramain, salah satunya adalah Syaikh Baqir al-Jukjawi. Sedangkan Kiai Yasin al-Barengi meriwayatkannya dari Kiai Amir al-Pekalongi. Keduanya, yakni al-Jukjawi dan al-Pekalongi meriwayatkan dari Syaikh Mahfudz al-Termasi. Al-Termasi ini adalah guru dari para ulama besar di Nusantara, seperti halnya Kiai Hasyim Asy’ari, Kiai Ahmad Dahlan, Kiai Wahab Hasbullah, Kiai Mas Manshur, Kiai Abbas Buntet, dan lain-lain.

Berikut adalah sanad Dalâilu al-Khairât dari Syaikh Mahfudz al-Termasi, Syaikh Mahfudz al-Termasi yang meriwayatkan dari Sayyid Muhammad Amin ibn Ridwan al-Madani yang meriwayatkan dari Sayyid Ali ibn Yusuf al-Madani yang meriwayatkan dari Sayyid Muhammad ibn Ahmad al-Madghari yang meriwayatkan dari Sayyid Muhammad ibn Ahmad ibn Ahmad al-Mastni yang meriwayatkan dari Syaikh Ahmad ibn al-Haj yang meriwayatkan dari Syaikh Abdul Qadir al-Fasi yang meriwayatkan dari Syaikh Ahmad al-Maqqari yang meriwayatkan dari Syaikh Ahmad ibn Abi Abbas al-Sham’i yang meriwayatkan dari Syaikh Ahmad ibn Musa al-Samlali yang meriwayatkan dari al-Quthub Abdullah al-Ghazali al-Marakisyi yang meriwayatkan dari Syaikh Abdul Aziz al-Tubba’ yang meriwayatkan dari al-Imam Muhammad ibn Sulaiman al-Jazuli (w. 870 H).

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Hikmah Shalat Musafir
Oleh : Immim pangkep

Hikmah Shalat Musafir

Cara Membaca Maulid Diba'
Oleh : Immim pangkep

Cara Membaca Maulid Diba’

0 Komentar

KELUAR