Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Muslim itu Bersaudara dan Harus Memaafkan Orang yang Dzalim

Muslim itu Bersaudara dan Harus Memaafkan Orang yang Dzalim

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Islam itu agama dakwah, dan karenanya setiap pemeluknya diwajibkan untuk saling ingat mengingatkan dalam kebaikan dan jika melihat kemungkaran, wajib pula untuk mencegahnya. Seorang Muslim itu sejatinya adalah bersaudara dengan Muslim lainnya, sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(1) Janganlah kalian saling mendengki, (2) Janganlah saling tanajusy (menyakiti dalam jual beli), (3) Janganlah saling benci, (4) Janganlah saling membelakangi (mendiamkan), dan (5) Janganlah menjual di atas jualan saudaranya. Jadilah hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara untuk muslim lainnya. Karenanya, (6) Ia tidak boleh berbuat zalim, (7) Menelantarkan, (8) Berdusta, dan (9) Menghina yang lain. Takwa itu di sini (Beliau memberi isyarat ke dadanya tiga kali). Cukuplah seseorang berdosa jika ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya itu haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.’” (H.R. Muslim)

Tak hanya mengingatkan pentingnya persaudaraan sesama muslim (ukhuwah islamiyah), Rasulullah SAW juga mengingatkan agar menolong saudara sesama muslim agar menghindarkan dia dari berbuat dzalim dan dosa kepada orang lain.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tolonglah saudaramu yang berbuat dzalim atau yang didzalimi.”  Ada seseorang yang berkata, “Wahai Rasulullah, aku tolong menolongnya jika ia dizalimi. Terus pendapatmu jika ia adalah orang zalim, bagaimana aku bisa menolongnya?”  Beliau SAW bersabda: “Engkau mencegah atau menghalanginya dari tindakan berbuat dzalim, berarti engkau telah menolongnya.” (H. R. Bukhari).

Dalam riwayat hadits lain, disebutkan bahwa Kedzoliman atau perbuatan dzalim itu adalah kegelapan di akherat kelak.  Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hati-hati dengan kedzholiman, karena dzholim itu kegelapan pada hari kiamat.” (H.R. Muslim)

Disinilah pentingnya dan wajibnya saling ingat mengingatkan dalam kebaikan dan menjaga persaudaraan. Disisi lain, bagi seorang muslim yang telah didzalimi oleh saudara sesama muslim yang mungkin alpa atau khilaf, tidak boleh juga menutup diri untuk tidak memberi maaf.  Orang yang berbuat dzalim, menghina, menghardik atau menjatuhkan harga diri orang lain sebenarnya tidaklah lebih mulia dari orang yang telah didzalimi dan dihinanya. Bukakanlah pintu maaf dan terimalah permohonan maafnya jika orang yang telah berbuat dzalim dan menghina tersebut mau meminta maaf. Sejatinya, seorang pemaaf adalah orang yang mulia.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(1) Sedekah tidaklah mengurangi harta. (2) Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya, dan juga (3) Tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.”
(H.R. Muslim)

Maka demikianlah, dalam bermuamalah atau dalam menjaga hubungan sosial, seorang muslim harus menjaga persaudaraan dan persatuan. Tidaklah dibenarkan seorang muslim mendzalimi saudaranya sesama muslim, sekalipun saudara sesama muslim itu tampaknya lebih rendah dari segi profesi, pekerjaan, jabatan, harta atau kedudukan sosial, karena sesungguhnya yang lebih mulia disisi Allah SWT adalah taqwa seseorang itu, serta kebermanfaatan seorang muslim atas sesamanya. Orang yang terbiasa sombong, mendzalimi atau menghina orang lain, niscaya akan dipandang hina oleh Allah SWT, dan tidak mendapatkan tempat dalam hati sesamanya muslim.

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

.

 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

I’rob "Allahu Akbar"
Oleh : Immim pangkep

I’rob “Allahu Akbar”

0 Komentar

KELUAR