
BLOGGURU – Kitab “Al-Burhan Fi Tajwid al-Quran” merupakan Kitab Ilmu Tajwid karya Syaikh Muhammad Shadiq Qamhawi, berisi 127 halaman yang secara garis besar dibagi atas dua bagian, yaitu Bagian Pertama, sekitar 100 halaman berisi penjelasan mengenai tajwid, sedang Bagian Kedua, sebagian sisanya adalah “Risalah Fi Fadhail al-Quran“, menjelaskan tentang Keutamaan al-Quran.
Dari segi sistematika pembahasan Bagian Pertama berisi tentang Pendahuluan, Isti’adzah, Hukum-hukum Nun Sukun dan Tanwin, Hukum Nun dan Mim bertasydid, Hukum-hukum Mim Sukun, dan Hukum Lam “al” dan Lam Fi’il. Selanjutnya Bab Makharijul Huruf yang menguraikan Sifat-sifat Huruf dan Pembagian sifat menjadi kuat dan lemah. Setelahnya ada Bab Tafkhim dan Tarqiq, Bab Mitslain, Mutaqaribain, Mutajanisain, dan Mutaba’idain, Bab Mad dan Qashr yang berisi penjelasan tentang Macam-macam Mad Lazim, Bab Waqaf dan Ibtida, Bab Maqthu dan Mawshul, Bab Ha Ta`nis yang ditulis dengan Ta Majrurah, Bab Hadzf dan Itsbat, dan Bab Hamzah Washal.
Pada bagian kedua, sistematika pembahasannya dimulai dari uraian tentang Pengertian dan Sifat al-Quran, Keutamaan Membaca al-Quran, Pasal tentang kesunnahan menangis saat membaca al-Quran, Tentang syafaat al-Quran, Tentang membaca ayat-ayat dan surat-surat tertentu, serta Tentang kesunnahan memperindah suara saat membaca
Selengkapnya dapat dilihat pada ringkasan berikut:
Isti’adzah
Hukumnya sunnah. Ada juga pendapat yang mengatakan wajib ketika memulai membaca. Bentuk kalimat yang dipilih adalah (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ). Diucapkan dalam 4 kondisi : 2 kondisi dikeraskan (jahr) dan 2 kondisi dipelankan (sirr).
Isti’adzah di-jahr-kan ketika dalam perayaan dan ta’lim. Sedangkan di-sirr-kan ketika dalam shalat dan ketika membaca sendirian. Membaca isti’adzah yang diikuti dengan basmalah dan awal surat, memiliki 4 macam cara : qath’ul jami’, qath’ul awwal wa washlul tsani bi tsalis, washlul awwal bi tsani, dan washlul jami’.
Sedangkan membaca basmalah di antara dua surat memiliki 3 macam cara : qath’ul jami’, qath’ul awwal wa washlul tsani bi tsalis, dan washlul jami’. Adapun antara surat al-Anfal dengan surat at-Taubah maka cara membacanya bisa waqaf, saktah, dan washal.
Hukum-hukum Nun Sukun dan Tanwin
Nun sukun dan tanwin memiliki 4 hukum bacaan : Idzhar, Idgham, Iqlab, dan Ikhfa. Huruf Idzhar ada 6 huruf dan memiliki beberapa tingkatan. Tingkatan paling tinggi adalah hamzah dan Ha, tingkatan sedang adalah ain dan ha, dan tingkatan rendah adalah ghain dan kho.
Hukum bacaan Idgham terbagi menjadi dua yaitu Idgham bighunnah dan Idgham bighairi ghunnah. Huruf Idgham Bighunnah adalah ya, nun, mim, dan wawu, dengan syarat bukan dalam satu kata. Apabila terjadi dalam satu kata maka hukum bacaannya adalah Idzhar Muthlaq.
Sedangkan Idgham Bighairi Ghunnah memiliki 2 huruf yaitu lam dan ro. Hukum berikutnya adalah Iqlab yang memiliki satu huruf berupa huruf ba. Dan hukum terakhir adalah Ikhfa yang jumlah hurufnya ada 15.
Hukum Nun dan Mim Bertasydid
Nun dan Mim yang bertasydid maka wajib didengungkan (ghunnah) sekitar 2 harakat. Ghunnah nya nun dan mim bertasydid adalah ghunnah dengan tingkatan paling sempurna. Terdapat 5 tingkatan ghunnah yang terbagi menjadi 2 bagian yaitu ghunnah sempurna dan ghunnah ashl.
Hukum-Hukum Mim Sukun
Hukum mim sukun terbagi menjadi tiga yaitu Ikhfa Syafawi, Idgham atau Idgham Mitslain Shagir, dan Idzhar Syafawi. Huruf bacaan Ikhfa Syafawi hanya satu yaitu ba. Huruf Idgham Mitslain Shgair juga satu yaitu mim. Sedangkan sisanya merupakan bacaan Idzhar Syafawi.
Hukum Lam “al” dan Lam Fi’il
Lam “al” merupakan tambahan dari suatu struktur kata. Ada yang dapat dipisah (tajrid) dan ada yang tidak dapat ditajrid. Menurut kitab al-Burhan, yang dibahas di sini adalah lam “al” yang bisa ditajrid. Terdapat dua hukum yaitu Idzhar Qamari dan Idgham Syamsi. Adapun Lam Fi’il maka wajib dibaca jelas lam sukun nya. Kecuali jika setelah nya terdapat huruf lam atau ro maka di-idgham-kan.
Makharijul Huruf
Para ulama terbagi menjadi 3 pendapat mengenai jumlah makhraj. Mayoritas ulama termasuk Ibn Jazari mengikuti pendapat Khalil bin Ahmad berjumlah 17 makhraj (ini dipilih oleh kitab ini). Selanjutnya pendapat Syibawayh yang diikuti Syathibi berjumlah 16 makhraj. Terakhir, Quthrub, al-Jarmi, dan Farra berpendapat ada 14 makhraj.
Sifat-sifat Huruf
Para ulama juga berbeda pendapat mengenai jumlah sifat. Sebagian berpendapat ada 17 sifat (pendapat Ibn Jazari dan diikuti oleh kitab ini). Sebagian ada yang menambahkan hingga 44 sifat. Ada yang mengatakan 14 sifat dan ada juga yang mengatakan 16 sifat.
17 sifat itu terbagi menjadi dua bagian : sifat yang memiliki lawan (5×5 total 10 sifat) dan sifat yang tidak memiliki lawan (total 7 sifat). Berikut sifat-sifat yang memiliki lawan :
Sedangkan sifat-sifat yang tidak memiliki lawan adalah shafir, qalqalah, inhiraf, takrir, lin, tafasysyi, dan istithalah. Namun di akhir penjelasan, kitab ini menambahkan sifat lagi atau keterangan bahwa ghunnah merupakan sifat yang dimiliki oleh huruf nun dan mim.
Pembagian Sifat-sifat Ke Kuat dan Lemah
Sifat-sifat yang ada terbagi menjadi dua bagian yaitu sifat kuat dan lemah. Sifat-sifat yang masuk kategori kuat terdapat 12 sifat yaitu Jahr, Syiddah, Isti’la, Ithbaq, Ishmat, Shafir, Qalqalah, Inhiraf, Takrir, Tafasysyi, Istithalah, dan ghunnah.
Sedangkan sifat-sifat lemah adalah Hams, Rakhawah, Istifal, Infitah, Dzilaqah (Idzlaq), Lin, dan Khafa (diberikan keterangan bahwa sifat ini dimiliki oleh 4 huruf). Adapun sifat tawassuth bukan sifat kuat maupun lemah.
Demikianlah Ringkasan dari Kitab al-Burhan fi Tajwidil Qur’an (1). Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)