Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Sehimpun Kalam Ulama (1)

Sehimpun Kalam Ulama (1)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri jika kita dapat mengakrabi tiga kalam, yaitu Al-Qur’an (kalamullah), Al-Hadits (kalamur Rasul), dan Kitab-kitab karya ulama (kalam ulama), yang keseluruhannya mengarahkan dan memandu kita menuju kesuksesan dan kebahagiaan sejati, dunia dan akherat.

Berikut ini sehimpun kalam ulama yang dikutip dari berbagai kitab turots, baik kitab yang disusun oleh ulama itu sendiri, maupun yang ditulis dan diingat oleh murid dari ulama itu, atau bahkan tulisan terkini, yang terposting lewat artikel khazanah keilmuan Islam yang tersebar di berbagai media cetak mainstream maupun di media sosial.

1. Carilah Kenikmatan yang Kekal Abadi

Mutharif bin Abdillah rahimahullah menyatakan:

إن هذا الموت قد أفسد على أهل النعيم نعيمهم، فاطلبوا نعيما لا موت فيه

Artinya:

“Sesungguhnya kematian ini telah merusak kenikmatan para pemiliknya, maka carilah kenikmatan (surga) yang tidak tersentuh kematian.” [Sumber: Shifatus Shafwah, hlm. 518]

2. Waktu Itu Tak Ternilai Harganya

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah mengatakan:

 

الوقت ثمين الوقت أثمن من المال وأثمن من كل شيء كل وقت يمضي عليك في غير طاعة الله فهو خسارة

 

Artinya:

“Waktu itu sangat berharga, lebih berharga dari harta dan bahkan lebih bernilai daripada segala sesuatu. Setiap waktu yang engkau jalani untuk selain ketaatan kepada Allah, maka itulah kerugian (yang nyata).” [Sumber: al-Liqaa asy-Syahri, hlm. 19]

3. Akibat Berkata-kata yang Tiada Manfaatnya

Dalam kitabnya, al-Munawy rahimahullah menukilkan seuntai hikmah, bahwasannya al-Imam Malik bin Dinar rahimahullah pernah menyatakan:

 

إذَا رَأَيْت قَسَاوَة فِي قَلْبِك، ووهنا فِي بَدَنِك، وحرمانا فِي رِزْقِكَ، فَاعْلَمْ أَنَّك تَكَلَّمْت فِيمَا لَا يَعْنِيك

 

Artinya:

“Jika kau mendapati sifat keras pada kalbumu, kelemahan pada badanmu, tertahannya rezekimu, maka ketahuilah, bahwa sungguh dirimu telah berucap pada perkara yang tak berguna bagimu.” [Sumber: Faidhul Qadir, hlm. 286, jilid 1, Cet. al-Maktabah at-Tijariyyah al-Kubro]

4. Tabiat yang Paling Agung

Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

 

 ومن كانت شيمته : التوبة والاستغفار فقد هُدي لأعظم الشيّم

 

Artinya:

“Barang siapa yang tabiatnya adalah bertobat dan memohon ampun, sungguh dia telah diberi hidayah kepada tabiat yang paling agung.” [Sumber: Ighatsatul Lahafan, jilid 2, hlm. 945]

5. Petaka Kebodohan Serta Parahnya Kedustaan

Ja’far bin Muhammad rahimahullah mengutarakan:

 

وَلاَ عَدوَّ أَضرُّ مِنَ الجَهْلِ، وَلاَ دَاءَ أَدْوَأُ مِنَ الكَذِبِ

 

Artinya:

“Tiada musuh yang lebih berbahaya daripada kebodohan. Dan tiada penyakit yang lebih parah daripada kedustaan.” [Sumber: Kitab Siyar A’laamin Nubala, hlm. 263, jilid 6, Cet. Muasassah ar-Risalah]

6. Majelis Ilmu Salah Satu Jalan Menuju Surga

Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullah berkata:

 

فلا يجوز للإنسان أن يتساهل في حضور مجالس العلم والسَّعي إليها لأنَّه قد يستفيد فائدة تكون سببًا لدخوله الجنَّة

 

Artinya:

“Tidak boleh seseorang bermudah-mudahan untuk tidak menghadiri majelis ilmu dan dalam upayanya untuk (mendapatkan ilmu). Sebab, boleh jadi dengan kehadirannya dia akan mendapatkan sebuah faidah yang menjadi sebab masuknya dia ke dalam surga.” [Sumber: Syarh al-Muntaqa, jilid 1, hlm. 39]

7. Antara Kebaikan dan Kejelekan

Berkata Sulaiman at–Taimiy rahimahullahu:

 

‏الحسنةُ نورٌ في القلب , وقوةٌ في العمل. ‏والسيئة ظلمةٌ في القلب , وضعف في العمل ‏

 

Artinya:

“Kebaikan itu adalah cahaya dalam hati, dan kekuatan dalam amalan. Sebaliknya kejelekan adalah kegelapan dalam hati dan kelemahan dalam amalan.” [Sumber: Hilyatul Auliya, jilid 2, hlm. 308].

8. Bila Umur Telah Sampai 40 Tahun

Muhammad bin Ali bin Husain rahimahullah Ta’ala berkata:

 

إذا بلغ الرجل أربعين سنة ناداه مناد من السماء دنا الرحيل فأعد زادا

 

Artinya:

Bila seorang telah mencapai usia empat puluh tahun akan ada panggilan dari langit memanggilnya seraya berkata: Waktu keberangkatan telah dekat persiapkanlah bekalmu.” [Sumber: Raudhatu al-Uqalaa, hlm. 28]

9. Salah Satu Penghalang Mengingat Kematian

Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah berkata:

 

أما حب الدنيا فإن الإنسان إذا أنس بها وبشهواتها ولذاتها وعلائقها ثقل على قلبه مفارقتها فامتنع قلبه من الفكر في الموت الذي هو سبب مفارفتها

 

Artinya:

Adapun cinta dunia, jika seseorang merasa tentram dengan dunia, berbagai syahwatnya, kesenangan-kesenangannya dan segala keterkaitannya, maka kalbunya akan merasa berat untuk meninggalkan dunia. Kalbunya pun enggan untuk merenungi kematian yang menjadi sebab perpisahannya dengan dunia.” [Sumber: Mukhtasar Minhajil Qashidin, hlm. 354]

10. Akan Ringan dengan Yakin dan Sabar

Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

 

إذا قوي يقينه وصبره هان عليه كل مشقة يتحملها في طلب الخير الدائم واللذة الدائمة

 

Artinya:

Apabila seseorang kuat keyakinan dan kesabarannya, maka akan ringan baginya segala kesulitan yang dia hadapi dalam upaya mencari kebaikan dan kenikmatan yang abadi (surga).” [Sumber: at-Tafsir al-Qayyim libnil Qayyim, jilid 1, hlm. 255]

Demikianlah 10 nasehat/kalam ulama tentang banyak hal, yang seringkali nasehat/kalam ulama tersebut kita butuhkan sebagai penguat kepercayaan diri dalam melangkah ke arah kebaikan yang lebih baik dan diridhai Allah SWT.

Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Reminder Sunnah: Shalat Dhuha
Oleh : Immim pangkep

Reminder Sunnah: Shalat Dhuha

0 Komentar

KELUAR