Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Sumber dari Kebaikan dan Keburukan

Sumber dari Kebaikan dan Keburukan

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Kiat Membangun Generasi Muda Cinta Ilmu Cinta Dakwah

BLOGGURU – Peran penguasaan ilmu sangat penting dalam mendukung ikhtiar manusia meraih kebahagiaan dunia dan akherat. Tentu saja ilmu yang dimaksud adalah ilmu yang mengantarkan seorang muslim menyadari hakekat penghambaan dirinya di hadapan Allah, sebagai ‘abdullah, sebagai hamba Allah, sebagai muslim yang memiliki kewajiban (bankan lebih dari itu, sebagai suatu kebutuhan) untuk berinteraksi dengan Allah dan sebagai makhluk sosial, untuk berbagi dan peduli.

Ilmu yang bisa menghantar seseorang kepada kebahagiaan dunia dan akherat adalah ilmu-ilmu agama (Islam) sebagai dasar pemahaman dan pengamalan dalam beribadah kepada Allah SWT. Karena itu, ilmu tersebut harus dibangun diatas dasar atau dalil yang kokoh, yang sumbernya dari Al-Qur’an dan al-Hadits. Ilmu yang bisa mendatangkan manfaat kebaikan kepada sesama manusia adalah ilmu yang dibangun diatas adab-adab Islam, yang sumbernya dari Aqidah dan akhlak yang baik dan terpuji.

Al Imam Ibnul Qayyim -nama beliau Muhammad bin Abi Bakar wafat 751H-rahimahullahu ta’ala berkata:

 

الخير بمحموعه ثمر يجنى من شجرة العلم و الشر بمجموعه شوك يجنى من شجرة الجهل

 

Artinya:

“Kebaikan itu keseluruhannya adalah buah yang dipetik dari pohon ilmu sedangkan keburukan itu seluruhnya adalah duri yang dipetik dari pohon kebodohan (terhadap syariat Islam).” (Sumber: Miftaah Daar as-Sa‘adah, jilid: 1/hal: 116)

Senada dengan perkataan Imam Ibnul Qayyim diatas, Imam Al-Baihaqi meriwayatkan perkataan dalam kitab Manaqib Asy Syafi’i, sebagai berikut:

 

     مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

 

Artinya:

“Barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia, maka hendaknya dengan ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat, maka hendaknya dengan ilmu.” (Manaqib Asy Syafi’i, 2/139).

Mari untuk selalu berbuat kebaikan diatas dasar pemahaman ilmu, yang sumbernnya dari Allah dan RasulNya, dari al-Qur’an dan Hadits. Begitu pula halnya dalam hal ibadah, harus dibangun diatas dasar pemahaman fikih, sesuai syariat, sesuai tuntunan Rasululllah SAW, dan untuk sampai kesana, kepada pengamalan yang baik dan benar maka haruslah melalui pintu ilmu dengan menggandeng adab dan akhlak yang baik.

Sebaliknya jika tidak demikian, segala sesuatunya hanya berdasarkan nafsu dan kepentingan, maka hanya akan mendatangkan keburukan dan kejahilan, dan tentu ujungnya adalah dosa.

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Q & A Surah Al-Ikhlas
Oleh : Immim pangkep

Q & A Surah Al-Ikhlas

0 Komentar

KELUAR