
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Berikut ini terjemah Nadzom Alfiah Ibnu Malik tentang Isim Alam, bait ke-
أَعْلَمَ وَأَرَى
BAB A’LAMA DAN AROO
Mereka (Ulama Nuhat) memuta’addikan lafazh ‘ALIMA dan RO-A kepada tiga Maf’ul bilamana kedua lafazh tersebut menjadi A’LAMA dan AROO (dengan menambah Hamzah Ta’diyah di awal kalimah).
Hukum yang berlaku untuk kedua Maf’ul lafazh ‘ALIMTU secara mutlak (lihat pada bab Zhanna cs), juga diberlakukan untuk Maf’ul yang kedua dan Maf’ul yang ketiga (pada Bab A’lama dan Aroo ini)
Jika kedua lafazh tersebut muta’addi kepada satu maf’ul ketika tanpa hamzah (‘ALIMA/RO-A yg mempunyai arti AROFA/BASHARO “mengenal/melihat), maka menjadi muta’addi kepada dua Maf’ul ketika bersambung dengan hamzah (A’LAMA/AROO “memperkenalkan/memperlihatkan)
Maf’ul yang kedua dari kedua Maf’ul (A’LAMA/AROO yang muta’addi pada dua Maf’ul) seperti hukum Maf’ul yang kedua dari kedua Maf’ul lafazh KASAA, maka ia (Maf’ul kedua A’lama/Aroo) di dalam semua hukumnya sebagai pengikut jejaknya (Maf’ul kedua Kasaa).
Juga seperti hukum lafazh AROO yg lalu (maksudnya yang muta’addi pada tiga Maf’ul) yaitu lafazh NABBA-A (memberitakan), AKHBARO (mengabarkan), HADDATSA (menceritakan), ANBA-A (memberitakan) demikian juga lafazh KHOBBARO (memberitakan).