Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Taiyyah Abu Ishaq Al Albiri, Terjemah dan Ijazahnya

Taiyyah Abu Ishaq Al Albiri, Terjemah dan Ijazahnya

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Ada yang sudah kenal sebelumnya “Ta’iyyah Abi Ishaq Al-Albiri”?   Qasidah ini adalah kumpulan petuah bijak Abu Ishaq At Tujibi Al Albiri Al Gharnati Al Andalusi atau yang lebih familiar disebut Syaikh Al-Albiri. Beliau menyusun Qasidah ini dalam mendidik anaknya agar bersemangat belajar dan menuntut ilmu, serta menghindarkan dari dari pengaruh gemerlap dunia dan tipu dayanya.

Qasidah Abi Ishaq al-Albiri ini memiliki beberapa versi yang memiliki perbedaan diksi, meski begitu kandungan maknanya tetap sama. Namun ada beberapa bait yang tidak ada dalam versi yang lain. Siapa sebenarnya Syaikh al-Albiri? Beliau bernama lengkap Abu Ishaq At Tujibi Al Albiri Al Gharnati Al Andalusi lahir sekitar tahun 375 H atau 985 M dan wafat sekitar tahun 459 H atau sekitar 1067 H.

Syaikh al-Albiri memiliki banyak keahlian dan kompetensi. Beliau dikenal sebagai seorang pujangga, sastrawan, dan penyair Muslim dari kota Granada, Andalusia (sekarang Spanyol).  Sebagai seorang pujangga, tema syair karyanya pun sangat beragam, dari keutamaan ilmu syar’i, zuhud, celaan terhadap dunia, serta fenomena kezaliman yang muncul pada masa hidupnya. Syaikh Al-Abiri juga seorang pakar hadits, ahli qiraah Al Quran, ahli fikih mazhab Maliki, dan ulama mujahid yang berani menyerukan kebenaran di hadapan penguasa zalim.

Salah satu karya Syaikh al-Albiri, “Taiyyah Abu Ishaq Al Albiri” yang diketengahkan di hadapan pembaca sekalian, nilai sastra dan keindahan  syairnya ini takkan bisa dinikmati kecuali oleh mereka yang memahami bahasa Arab. Sebagai seorang pembelajar, terjemah dari Syair ini penulis kutip dari beragam sumber, dari para ustadz yang mahir Bahasa Arab, namun sumbernya penulis tidak sebutkan dalam tulisan ini, karena sebagian besarnya merupakan hasil copas dari copas, berpindah-pindah dari satu media ke media lainnya, bahkan ada pula penulis temukan kutipannya di media sosial yang–maaf tidak disebutkan sumbernya–sehingga penulis pun tidak lagi menemukan sumber pertamanya. Kepada penerjemah pertamanya, semoga Allah SWT memberikan pahala yang setimpal.

Berikut ini terjemah Qasidah “Taiyyah Abu Ishaq Al Albiri”:

تائية أبي إسحاق الألبيري

-Taiyyah Abu Ishaq Al Albiri-

 

تَـفُـتُّ  فـؤادكَ الأيـامُ فَتَّا # وتَنْحِتُ  جِسمَكَ الساعاتُ نَحتا

Hari demi hari berganti menggerogoti hatimu, Detik demi detik berlalu mengikis jasadmu.

 

وتَدْعُوكَ  المنونُ دُعاءَ صِدقٍ # ألا يا صاحِ : أنتَ أريدُ ، أنتا

 

Dan kematian memanggilmu penuh kepastian, Kau, wahai karibku, kau yang aku inginkan…!

 

أراكَ تُـحِبُ عِرساً ذات غَدرٍ #  أبـتَّ طَـلاقـها الأكياسُ بَتَّا

 

Namun aku lihat kau masih sangat mencintai dunia, padahal orang berilmu memilih menceraikannya.

 

تـنامُ الدهرَ ويحكَ في غطيطٍ #  بِـهـا حَـتى إذا مِتَّ انتبهتا

Celakalah kau! Masih mendengkur dalam tidur panjang, Sungguh kau kan tersadar saat maut datang menjelang.

 

فـكـم ذا أنتَ مَخدوعٌ وحتى #  مَـتى لا ترعوِي عَنها وحَتى

Bukankah sudah sering kau terperdaya oleh dunia? Namun sampai kapan kau tidak juga menyadarinya?

 

أبـا بـكـرٍ دَعَوْتُكَ لو أَجَبتا #  إلـى مـا فيه حَظُّكَ إن عَقَلْتا

 

Abu Bakar, aku mengajakmu semoga kau penuhi, menuju kebaikan yang besar jika kau bisa memahami.

 

إلـى  عـلـمٍ تكونُ به إماماً # مُـطاعاً  إن نَهَيتَ وإنْ أَمَرْتَا

 

Menuju ilmu yang membawamu pada tampuk kepemimpinan, membuatmu  ditaati ketika memberi perintah dan larangan.

 

وتـجلو  ما بعينك مِنْ عَشَاها # وتَـهْـديكَ  السبيلَ إذا ضَلَلْتَا

 

Ilmu yang menyingkap gelapnya pandangan matamu, yang akan memberi petunjuk sepanjang perjalananmu.

 

وتَـحملُ  مِنهُ في نادِيكَ تاجاً # ويـكسوكَ الجمالَ إذا اغتربتا

 

Memberimu mahkota kemuliaan di tengah manusia, memberimu pakaian kemuliaan walau kau dipandang hina.

 

يَـنَـالُـكَ  نَفعُهُ ما دُمْتَ حَيا # ويَـبـقى  ذُخْرُهُ لكَ إنْ ذَهَبتا

 

Yang bermanfaat tanpa jeda sepanjang usia, dan menjadi simpanan yang kekal setelah kau tiada.

 

هُوَ  العَضْبُ المُهنَّدُ ليسَ يَنبُو #  تُـصِيبُ بِهِ مَقاتلَ مَنْ ضَربتا

 

Ia adalah pedang India yang tebasannya selalu tepat, yang dengannya kau tusuk lawanmu hingga sekarat.

 

وكَـنـزٌ لا تخافُ عليهِ لِصاً # خَفيفُ الحملِ يُوجدُ حيثُ كنتا

 

Ia adalah harta yang takkan diincar penyamun, ringan dibawa dan berguna kapanpun di manapun

 

يَـزيـدُ  بِـكَثرَةِ الإنفاق منهُ #  ويـنـقـصُ أن بهِ كفاً شَدَدْتا

 

Harta yang akan berkembang jika kau bagi-bagikan, dan akan terus berkurang apabila kau sembunyikan.

 

فـلو قد ذُقْتَ من حلواه طَعماً # لآثَـرْتَ  الـتـعلُّمَ واجتهدتا

Dan jikalau kau sudah mengecap manisnya ilmu, niscaya kau akan meletakkannya di atas segala sesuatu.

 

ولـمْ يَشغلكَ عنهُ هَوىً مُطاعٌ # ولا دُنـيـا بِـزُخْـرُفِها فُتِنتا

 

Sehingga dorongan  nafsu takkan menyibukkanmu, Dunia beserta keindahannya tidak jadi fitnah bagimu

 

ولا  ألـهاكَ عنهُ أنيقُ رَوْضٍ # ولا خِـدْرٌ بِـرَبْـرَبِـهِ كَلِفتا

 

Dan indahnya taman dunia takkan melalaikanmu, hingga gadis-gadis jelita takkan membayangi benakkmu

 

فَـقوتُ الروحِ أرواحُ المعاني # وليس  بأنْ طَعِمتَ وأن شَرِبْتا

 

Hakikat kekuatan jiwa adalah luasnya pengetahuan, bukan sebatas pemenuhan asupan minum dan makan

 

فـواظِـبـهُ وخـذ بالجدِّ فيهِ # فـإنْ أعـطـاكَـهُ اللهُ أخذْتا

 

Maka biasakanlah diri dengan ilmu dan seriuslah menuntutnya,
dan jika Allah telah memberimu setelah kau payah menuntutnya.

 

وإنْ أُوتـيـتَ فِيهِ طَويلَ باعٍ # وقـال  الـناسُ إنَّكَ قد سبقتا

 

Dan jika kau telah diberi kekokohan dalam ilmu,
dan ketika orang-orang sudah mengakui keunggulanmu

 

فـلا تـأمـنْ سُؤالَ اللهِ عنهُ # بتوبيخٍ  : عَلِمتَ فهل عَمِلْتا ؟

 

Jangan merasa aman, karena Allah akan menginterogasi,
Kau akan dicecar, apa kau amalkan apa yang kau pelajari.

 

فـرأسُ الـعِلمِ تَقوى اللهِ حقاً #  ولـيس  بأن يُقال : لقد رأستا

 

Puncak ilmu adalah taqwa dengan sebenar-benarnya taqwa,
bukan  pengakuan atas kedudukanmu di tengah manusia,

 

وَضافي  ثوبِكَ الإحسانُ لا أنْ #  تُـرى  ثَوبَ الإساءةِ قد لَبِستا

 

Dan akhlak mulia bagimu adalah sebaik-baik pakaian, namun aku lihat akhlak buruk telah kau kenakan.

 

إذا مـا لـم يُفِدْكَ العِلمُ خيراً # فـخـيرٌ  منهُ أن لو قد جَهِلتا

 

Jika ilmu tidak memunculkan kebaikan dari dirimu, maka menjadi orang yang bodoh lebih baik bagimu.

 

وإنْ ألـقَـاكَ فَهْمُكَ في مهاوٍ# فـلـيـتكَ  ثُمَّ ليتكَ ما فَهِمتا

Dan jika ilmu malah melemparmu ke jurang nista, maka celaka kau, celaka! Ilmumu adalah bencana

 

ستجني  من ثمار العجزِ جَهلاً # وتَصْغُرُ  في العيونِ إذا كَبِرتا

Yang ‘kan kau petik dari kemalasan hanya kebodohan, Dan kekerdilan meski kau tutupi dengan kesombongan

 

وتُـفـقَدُ إن جهِلتَ وأنتَ باقٍ # وتُـوجَدُ  إن عَلِمْتَ وقدْ فُقِدتا

Jika kau bodoh, kau tak berguna meski wujudmu ada, dan jika kau pandai, kau berguna meski kau telah tiada

 

وتذكر قولتي لك بعد حين # إذا حقا بها يوما عملتا

 

Kan kau ambil manfaat dari apa yang aku ucapkan, jika nanti kau telah faham benar yang aku maksudkan.

 

وإن أهملتها ونبذت نصحا # وملت إلى حطام قد جمعتا

 

Namun bila nasihat-nasihat ini kau campakkan, sebab kau condong pada harta yang kau kumpulkan

 

فسوف تعض من ندم عليها #  ومـا تـغني الندامةُ إن نَدِمتا

 

Kelak kau akan tertunduk lesu penuh penyesalan, padahal sesal pada waktu itu takkan merubah keadaan…

 

إذا أبصرتَ صَحْبَكَ في سماءٍ  # قـد  ارتفعوا عليك وقد سَفَلْتَا

Saat kau melihat teman-temanmu melenggang di Awan, tinggi di atasmu sedangkan kau masih di bawah tertahan…

 

فَـراجِعها ودَعْ عنك الهوينى # فَـما بالبُطـءِ تُدرِكُ ما طَلَبتا

Waktunya introspeksi dan saatnya meninggalkan santai, karena santai tidak mengantarmu pada apa yang kau cari…

 

ولا تـحـفلْ بمالِكَ والهُ عنهُ # فـلـيـسَ المالُ إلاّ ما عَلِمتا

Dan jangan pada harta kau tajamkan perhatian, karena hakikat harta adalah ilmu dalam kefahaman…

وليسَ لِجاهلٍ في الناس مَعنىً # ولـو  مُـلكُ العراقِ لهُ تأّتَّى

Dan orang bodoh tidak akan ada artinya bagi khalayak, meskipun dia memiliki limpahan harta seluas negeri Irak…

 

سـينطقُ عنكَ عِلمكَ في نديٍ  # ويُـكتبُ  عَنكَ يوما إنْ كتبتا

Ilmu akan menyebut namamu di tengah manusia, dan ia akan menulis namamu jika kau mau menulisnya…

 

ومـا  يُـغنيكَ تشييدُ المباني # إذا بـالـجهل نَفْسَكَ قد هَدَمْتا

 

Dan percuma kau sibuk meninggikan bangunan, jika dirimu sendiri kau robohkan dengan kebodohan…

 

جَعَلْتَ  المالَ فوقَ العِلمِ جهلاً # لَـعَمْرُكَ في القضيةِ ما عَدَلْتَا

 

Bodoh bila kau kira harta lebih utama dari ilmu, Demi umurmu, kau telah salah dalam keyakinanmu.

 

وبـيـنهما بِنَصِّ الوَحيِ بونٌ # سَـتَـعلمُهُ  إذا ( طه ) قَرأتا

 

Wahyu bercerita tentang jauhnya perbedaan keduanya, Bacalah surat Thaha, agar kau faham perbedaannya…

 

لـئـن  رفعَ الغنيُّ لواءَ مالٍ # لأنـت لـواء عِلْمِكَ قد رفعتا

 

Jika si kaya mengibarkan ketenaran dengan kekayaan, maka kau mengibarkan kemuliaan dengan keilmuan…

 

وإن جلسَ الغنيُّ على الحشايا  # لأنتَ  على الكواكب قد جلستا

 

Jika si kaya duduk berbangga di atas empuknya sofa-sofa, maka kau bisa duduk di atas bintang-bintang angkasa…

 

وإن  ركـبَ الجِيادَ مُسَوَّماتٍ  # لأنـت مـناهِجَ التقوى ركبتا

 

Jika dia berjalan dengan gagah dengan pawai kuda, Kau lebih mulia dengan berjalan meniti jalan taqwa…

 

وَمَـهما افتضَّ أبكار الغواني # فكمْ  بِكْرٍ منَ الِحكم افْتَضَضْتَا

 

Jika karena harta si kaya di datangi gadis-gadis pujaan, maka wanita ‘kan tunduk sebab hikmah yang kau ucapkan…

 

ولـيـسَ يضرُّكَ الإقتارُ شيئاً  # إذا مـا أنـتَ ربَّكَ قدْ عَرَفْتَا

 

Sungguh kemiskinan tidak akan membuatmu sengsara, jika kau benar-benar mengenali Tuhanmu yang kuasa…

 

فـمـاذا  عِندهُ لكَ مِنْ جميلٍ  # إذا  بِـفِـنـاءِ طـاعَتِه أنختا

 

Betapa banyak kemuliaan di sisi-Nya kau dapatkan, jika dalam kefanaan hidup kau selalu dalam ketaatan.

 

فقابلْ  بالقبولِ صَحيْحَ نُصحي # فإن  أعرضتَ عنه فقد خَسِرتا

 

Maka terimalah petuah-petuahku ini penuh perhatian, Jika kau berpaling, niscaya kelak ‘kan kau temui kerugian…

 

وإن  راعـيـتَـهُ قولاً وفِعلاً # وتـاجـرْتَ الإلـه بهِ رَبِحْتَا

 

Jagalah semuanya dengan lisanmu dan perbuatanmu, beniagalah kepada Allah demi meraih keberuntunganmu…

 

فـلـيـستْ هذِهِ الدنيا بِشيءٍ # تَـسُـوؤكَ حِـقْبَةً وتَسُرُّ وَقتا

 

Nikmat dunia ini sama sekali tidak ada nilainya, berpeluh menahun demi kesenangan sesaat saja…

 

وغـايَـتُـها  إذا فكَّرْتَ فيها # كَـفَيئِكَ  أو كَحُلْمِكَ إن حَلَمْتا

 

Renungkanlah seberapa besar nikmat dunia ini, seperti sekilas bayang atau nikmat dalam mimpi

 

سُـجِنْتَ  بِها وأنتَ لها مُحِبٌ # فـكـيفَ  تُحِبُّ ما فيه سُجِنتا

 

Kau akan terbelenggu jika kau mencintainya, tapi kenapa kau pilih mencinta belenggu sengsara.

 

وتُطعِمُكَ  الطَّعامَ وعن قريبٍ # سـتَطْعَمُ  منك ما مِنها طَعِمْتا

 

Dunia memberimu makan dari tanahnya, Tapi kelak kau yang jadi makanan baginya.

 

وتَـعـرى إنْ لبِستَ لها ثِياباً #  وتُـكـسى إنْ ملابسها خَلَعْتا

 

Kau ‘kan ditelanjangi jika kebanggaan duniawi kau kenakan, Dan kemuliaan kau kenakan jika ia kau tanggalkan…

 

وتـشـهـدُ كلَّ يومٍ دفنَ خِلٍ # كـأنـكَ لا تُـراد بِما شَهِدتا

 

Lihatlah, setiap hari karib-karibmu dikuburkan, Namun sedikitpun kau tiada mengambil pelajaran.

 

ولـمْ  تُـخْلَق لِتَعْمُرَها ولكن # لِـتَـعْـبُـرها فَجِدَّ لِما خُلِقتا

 

Kau dicipta untuk singgah di dunia, bukan meninggalinya, maka sungguh-sungguhlah untuk tujuan kau dicipta.

 

ولا  تحزن على ما فات منها # إذا  مـا أنت في أُخراكَ فُزتا

 

Usah berduka atas luputnya bagian duniamu, asalkan kau tak kehilangan bagian akhiratmu.

 

فـلـيـس بنافعٍ ما نِلتَ فيها # مِنَ  الفاني ، إذا الباقي حُرِمتا

 

Kefanaan yang kau dapat sedikitpun takkan berguna, jika dalam keabadian kau diharamkan dari surga-Nya.

 

ولا  تضحك مع السفهاءِ لَهواً # فإنكَ  سوفَ تبكي إن ضَحِكتا

 

Jangan berkumpul bersama orang bodoh dalam canda tawa, karena canda tawamu kelak ‘kan berubah tangis nestapa.

وكيفَ لك السُّرورُ وأنتَ رَهْنٌ # ولا  تَـدري أَتُـفْدى أم غَلِقْتا

 

Bagaimana kau bisa senang sedang nasibmu tak pasti, masuk surga atau di rantai ke neraka kau belum mengerti.

 

وسَـلْ  من ربك التوفيق فيها  # وأخلصْ  في السؤالِ إذا سألتا

 

Maka mohonlah taufiq-Nya dalam perkara-perkara ini, dan ikhlaskan doamu dengan hati yang tulus lagi suci.

 

وناد إذا سجدت له اعترافا # بما نادا ذو النون ابن متى

 

Berdoalah pada-Nya dalam sujud penuh pengakuan, seperti Dzun Nun bin Mata mengakui segala kesalahan.

 

ولازم بابه قرعا عساه # سيفتح بابه لك إن قرعتا

 

Teruslah mengetuk pintu-Nya penuh harap pada-Nya, niscaya ‘kan dibukakan bagimu pintu rahmat-Nya.

 

وأكثر ذكره في الأرض دأبا #  لتُذكر في السماء إذا ذكرتا

 

Dan tunduklah memperbanyak menyebut-Nya di dunia, niscaya kau akan disebut-sebut oleh penghuni langit-Nya.

 

ولا تقل الصبا فيه امتهال #  نـكر كم صغير قد دفنتا

 

Dan jangan berkata, “Usiaku muda, sisa umurku masih lama!”, tapi hitung saja berapa banyak anak yang telah tiada.

 

Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum.  (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR