Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Teks dan Terjemah Qasidah Banat Su’ad – 5

Teks dan Terjemah Qasidah Banat Su’ad – 5

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Apa itu Qasidah Banat Su’ad? Qasidah Banat Su’ad merupakan lantunan syair-syair Ka’ab bin Zuhair kepada Rasulullah Saw ketika ia masuk Islam. Ka’ab bin Zuhair salah seorang tokoh Makkah yang dahulunya suka menghina Nabi Muhammad SAW dan ia semakin membenci Rasulullah SAW ketika mengetahui kakaknya, Bujair bin Zuhair Ra masuk Islam.

Lalu Bujair bin Zuhair Ra meminta kepada adiknya Ka’ab bin Zuhair untuk bertaubat dan minta maaf kepada Rasulullah SAW, tapi justru Ka’ab bin Zuhair menolaknya dan meminta perlindungan kepada kabilah-kabilah Arab untuk melindunginya. Namun kabilah arab tersebut tidak mau menolong Ka’ab bin Zuhair, lalu ia mendatang Abu Bakar Ra untuk menjadi penengah dirinya dengan Rasulullah SAW.

Di hadapan Nabi Muhammad Saw akhirnya Ka’ab bin Zuhair menyatakan dirinya masuk Islam. Kemudian di hadapan Rasulullah Saw ia melantunkan syair pertamanya:

 

بانَت سُعادُ فَقَلبي اليَومَ مَتبولُ # مُتَيَّمٌ إِثرَها لَم يُفدَ مَكبولُ

Artinya:

“Su’ad berpisah jauh sekali, maka hatiku hari ini sedih, sakit karena cinta. Lemah lunglai tak mampu lepas dari ketertawanan dan belenggu.”

Menyaksikan pertaubahan Ka’ab bin Zuhair dan selesainya pembacaan syairnya, lalu Rasulullah Saw membuka burdah atau jubahnya, lalu memberikannya kepada Ka’ab bin Zuhair. Itulah sebabnya syair Ka’ab bin Zuhair selain dikenal dengan nama Qasidah Banat Su’ad, juga dikenal dengan nama Qasidah al-burdah Ka’ab bin Zuhair

Syair Ka’ab bin Zuhair yang dibacakan di hadapan Rasulullah SAW dikategorikan sebagai puisi pra Islam yang masih dipengaruhi masa jahiliyah dan juga termasuk puisi klasik arab. Struktur bahasa puisi arab klasik yang paling menonjol yakni tidak adanya judul sebagai pengikat makna, ada beberapa tema mayor atau isi puisi yang terangkai secara spontan. Begitu pula Qasidah Banat Su’ad dengan gaya bahasanya yang bersajak akhir (qafiyah) terdiri dari satu baris dibagi dua persajakan.

* * *

Berikut ini teks lengkap Qasidah Banat Su’ad – 5 berikut terjemahnya:

 

ﻣَـﻬْﻼً ﻫَـﺪﺍﻙَ ﺍﻟـﺬﻱ ﺃَﻋْﻄﺎﻙَ ﻧﺎﻓِﻠَﺔَ * ﺍﻟْـﻘُﺮْﺁﻥِ ﻓـﻴﻬﺎ ﻣَـﻮﺍﻋﻴﻆٌ ﻭﺗَـﻔُﺼﻴﻞُ

Artinya:

41) Sebentar, engkau telah ditunjuki oleh yang memberimu Al-Qur’an yang di dalamnya banyak nasihat dan penjelasan-penjelasan.

 

ﻻ ﺗَـﺄْﺧُﺬَﻧِّﻲ ﺑِـﺄَﻗْﻮﺍﻝِ ﺍﻟـﻮُﺷﺎﺓ ﻭﻟَـﻢْ * ﺃُﺫْﻧِـﺐْ ﻭﻗَـﺪْ ﻛَـﺜُﺮَﺕْ ﻓِـﻲَّ ﺍﻷﻗﺎﻭﻳﻞُ

 

42) Jangan menghukumku berdasar kata-kata pengadu domba padahal aku tidak bersalah, meski banyak di jadikan rumor

 

ﻟَـﻘَﺪْ ﺃﻗْـﻮﻡُ ﻣَـﻘﺎﻣﺎً ﻟـﻮ ﻳَـﻘﻮﻡُ ﺑِـﻪ * ﺃﺭَﻯ ﻭﺃَﺳْـﻤَﻊُ ﻣـﺎ ﻟـﻢ ﻳَﺴْﻤَﻊِ ﺍﻟﻔﻴﻞُ

 

43) Saya telah menghadiri majlis Nabi kalaulah menghadirinya saya melihat dan mendengar sesuatu yang jika didengar oleh gajah

 

ﻟَـﻈَﻞَّ ﻳِـﺮْﻋُﺪُ ﺇﻻَّ ﺃﻥْ ﻳـﻜﻮﻥَ ﻟَﻪُ ﻣِﻦَ * ﺍﻟَّـﺮﺳُـﻮﻝِ ﺑِــﺈِﺫْﻥِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَـﻨْـﻮﻳﻞُ

 

44) Dia akan terus merasa takut kecuali dia baginya diberi dari Rasul dengan izin Allah

 

ﺣَـﺘَّﻰ ﻭَﺿَـﻌْﺖُ ﻳَـﻤﻴﻨﻲ ﻻ ﺃُﻧﺎﺯِﻋُﻪُ * ﻓـﻲ ﻛَـﻒِّ ﺫِﻱ ﻧَـﻐَﻤﺎﺕٍ ﻗِﻴﻠُﻪُ ﺍﻟﻘِﻴﻞُ

 

45) Hingga saya letakan tangan kanan dan tidak saya angkat pada telapak tangan pemilik kata-kat yang berpengaruh

 

ﻟَــﺬﺍﻙَ ﺃَﻫْـﻴَﺐُ ﻋِـﻨْﺪﻱ ﺇﺫْ ﺃُﻛَـﻠِّﻤُﻪُ * ﻭﻗـﻴـﻞَ ﺇﻧَّـﻚَ ﻣَـﻨْﺴﻮﺏٌ ﻭﻣَـﺴْﺌُﻮﻝُ

 

46) Nabi sungguh sangat menakutkan ketika aku berkata padanya dan dikatakan sungguh engkau bertanggung jawab atas segala yang dinisbatkan padamu

 

ﻣِـﻦْ ﺧـﺎﺩِﺭٍ ﻣِﻦْ ﻟُﻴﻮﺙِ ﺍﻷُﺳْﺪِ ﻣَﺴْﻜَﻨُﻪُ * ﻣِـﻦْ ﺑَـﻄْﻦِ ﻋَـﺜَّﺮَ ﻏِﻴﻞٌ ﺩﻭﻧَﻪُ ﻏﻴﻞُ

 

47) Dari singa di tanah berpepohonan sebagai hutan tempat singa di pedalaman tempat singa yang penuh pepohonan

 

ﻳَـﻐْﺪﻭ ﻓَـﻴُﻠْﺤِﻢُ ﺿِـﺮْﻏﺎﻣَﻴْﻦِ ﻋَﻴْﺸُﻬُﻤﺎ * ﻟَـﺤْﻢٌ ﻣَـﻦَ ﺍﻟـﻘَﻮْﻡِ ﻣَـﻌْﻔﻮﺭٌ ﺧَﺮﺍﺩﻳﻞُ

 

48) Pagi hari ia keluar berburu dua anak singa kehidupannya daging dari orang-orang yang tercecer di tanah

 

ﺇِﺫﺍ ﻳُـﺴـﺎﻭِﺭُ ﻗِـﺮْﻧﺎً ﻻ ﻳَـﺤِﻞُّ ﻟَـﻪُ * ﺃﻥْ ﻳَـﺘْﺮُﻙَ ﺍﻟـﻘِﺮْﻥَ ﺇﻻَّ ﻭﻫَﻮَﻣَﻐْﻠُﻮﻝُ

 

49) Ketika yang berani menyerang semisalnya maka dia tidak bisa mengalahkannya ia tinggalkan yang sepadan maka ia pun kalah

 

ﻣِـﻨْﻪُ ﺗَـﻈَﻞُّ ﺳَـﺒﺎﻉُ ﺍﻟـﺠَﻮِّﺿﺎﻣِﺰَﺓً * ﻭﻻ ﺗَـﻤَـﺸَّﻰ ﺑَـﻮﺍﺩِﻳـﻪِ ﺍﻷﺭﺍﺟِـﻴﻞُ

 

50) Binatang buas masih jauh dari situ dan tidak pernah menginjakkan kaki dari lembahnya.

(Bersambung … )

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR