
BLOGGURU – Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq – Djuz 1 yang diperuntukkan bagi Anak Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada banyak Pondok Pesantren atau Madrasah setingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.
Muhammad adalah seorang anak yang jujur. Ia takut kepada Allah dan mematuhi perintah-Nya. Pada suatu hari saudara perempuannya Su’ad berkata kepadanya, “Hai saudaraku, ayah kita telah keluar dari rumah. Marilah kita membuka lemari makanan untuk memakan makanan – makanan yang lezat. Ayah kita tidak melihat kita.”
Muhammad menjawab, “Benar saudaraku. Ayah tidak melihat kita, tetapi tidaklah engkau ketahui bahwa Allah melihat kita. Waspadalah terhadap perbuatan buruk seperti ini, karena seandainya engkau mengambil sesuatu tanpa kerelaan ayahmu, maka Allah akan marah kepadamu dan akan menghukummu.” Maka Su’ad pun merasa takut dan malu atas niatnya yang buruk itu. Ia pun berkata, “Perkataanmu benar, wahai saudaraku. Aku ucapkan banyak terima kasih kepadamu atas nasihat yang baik ini.”
Hasan adalah seorang anak yang patuh. Ia selalu mengerjakan shalat lima waktu setiap hari tepat pada waktunya. Ia selalu hadir di sekolah, membaca Al Qur’an, mempelajari pelajaran – pelajaran di rumah. Oleh sebab itu, ia pun dicintai oleh ayah dan ibu serta guru – gurunya dan semua orang.
Jika akan tidur ia sudah terbiasa menyebut nama Allah dan bersyukur, karena Allah menjaganya sepanjang hari dari bencana dan gangguan. Kemudian ia mengucapkan, “Dengan nama-Mu yang Allah aku hidup dan aku mati.” Apabila bangun dari tidurnya, ia bersyukur kepada Allah atas kenikmatan tidur. Ia pun mengucapkan, “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah Dia mematikan kami dan kepada-Nya kami dibangkitkan.”
Termasuk kebiasaannya pula, apabila hendak makan ia lebih dulu mengucapkan, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” Apabila telah selesai makan, ia bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya makan, karena ia mengetahui bahwa Allah yang mengadakan makanan baginya. Ia mengucapkan, “Segala puji bagi Allah yang memberi aku makanan ini, dan diberi-Nya rezeki kepadaku tanpa daya maupun kekuatan dariku.”
Alangkah bahagianya anak yang taat ini, ia diridhai Allah, dan Allah akan memasukkannya kedalam surga. (*)
(Bersambung …. )