Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin – Djuz 2 (11): Kewajiban terhadap Teman

Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin – Djuz 2 (11):  Kewajiban terhadap Teman

BLOGGURU – Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq – Djuz 2 yang diperuntukkan bagi Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada banyak Pondok Pesantren atau Madrasah setingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.

20. Apa Kewajibanmu terhadap Teman-temanmu? 

Engkau wajib memperhatikan sopan santun persahabatan terhadap murid-murid yang belajar bersamamu di sekolah yang sama, terutama murid-murid sekelasmu, karena ikatan pengajaran menyatukan antara kamu dan mereka. Maka mereka mempunyai hak-hak yang melebihi hak-hak orang lain di antara teman-temanmu yang lain. Maka laksanakanlah sopan santun yang berikut ini :

1. Hendaklah engkau hormati mereka yang lebih tua darimu dan sayangi mereka yang lebih muda darimu. Engkau bekerja sama dengan mereka dalam memelihara peraturan dan ketenangan serta waktu belajar atau pada waktu istirahat dan untuk menyenangkan guru-guru sedapat mungkin. Hal itu dilakukan dengan menunaikan kewajiban-kewajiban seperti menghafal pelajaran dan giat dalam menuntut ilmu, menyediakan kitab-kitab dan buku tulis serta alat-alat belajar, dan memelihara keselamatannya dari kerusakan dan kebersihannya dari kotoran, serta hadir dengan teratur setiap hari ke sekolah sebelum waktu pelajaran. Hendaklah engkau atau salah seorang temanmu bisa menggantikan guru yang tidak hadir bilamana hal itu memungkinkan, agar supaya pelajaran tidak berhenti dan tidak terjadi kekacauan di dalam kelas. Tentu saja gurumu sangat gembira karena engkau memelihara peraturan.

2. Termasuk sopan santun pula adalah bila engkau menyukai kebaikan bagi teman-temanmu sebagaimana engkau menyukainya bagi dirimu. Sebagaimana ualam hadits: “Tidaklah seseorang dari kamu beriman hingga ia menCintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

Hendaklah engkau berlapang dada dengan mereka dalam semua urusan dan memperlakukan mereka dengan ramah dan senyum. Engkau bantu mereka memperoleh kebutuhan mereka dan hindari hal-hal yang dapat menimbulkan pertengkaran dan kebencian. Maka jangan kikir terhadap mereka apabila mereka meminjam sesuatu darimu. Jangan pula bersikap sombong terhadap mereka atau mendengki mereka atau berdusta terhadap mereka atau pun mengadu domba di antara mereka. Jangan menyempitkan mereka di tempat-tempat duduk mereka atau merusakkan alat-alat mereka atau menyembunyikan sebagiannya atau berburuk sangka kepada mereka ataupun mendebat mereka tanpa sopan santun atau sering bergurau dengan mereka bukan pada waktunya. Karena hal itu menyebabkan permusuhan dan kedengkian.

3. Hendaklah engkau do’akan mereka pada waktu mereka tidak hadir. Dalam hadits: “Do’a seorang muslim bagi saudaranya yang tidak hadir adalah mustajab. Di dekat kepalanya berada malaikat yang bertugas. Setiap kali ia mendo’akan kebaikan bagi saudaranya, berkatalah malaikat yang ditugasi itu: Amin, bagimu seperti itu.”

Hendaklah engkau menerima maaf mereka, apabila mereka minta maaf kepadamu atas kesalahan mereka. Dan mendamaikan mereka bilamana terjadi perselisihan di antara mereka. Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang mukmin bersaudara, maka itu damaikanlah antara kedua saudaramu” (Al Hujurat: 10). | Hendaklah engkau berlomba dengan teman-temanmu untuk menghafal pelajaran dan memahami masalah-masalah demi mengamalkan firman Allah Ta’ala: “Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba” (Al Muthaffifiin: 26).

Hendaklah engkau membantu orang-orang yang lemah dari mereka untuk belajar dan tidak membanggakan diri terhadap mereka, karena hafal pelajaran dan cepat mengerti. Hendaklah engkau mengadakan pembahasan ilmiah pada waktu luang (senggang), karena hal itu menggembirakan hati gurumu.

Termasuk sopan santun pula adalah bila ada kerumitan pada salah seorang temanmu tentang suatu masalah, lalu ia bertanya kepada guru tentang hal itu, maka janganlah engkau marah kepadanya atau mengejeknya, tetapi engkau dengarkan jawaban guru agar bertambah pengertianmu tentang masalah itu dan temanmu gembira terhadapmu.

4. Apabila engkau laksanakan sopan santun ini terhadap teman-temanmu, maka tidaklah diragukan bahwa mereka akan menghormati dan mencintaimu serta berusaha membelamu dan menghindarkan bahaya darimu serta menganggapmu benar-benar teman yang setia bagi mereka. Mereka senang berteman denganmu dan engkaupun senang berteman dengan mereka. Sebaliknya apabila engkau tinggalkan sopan santun ini, maka mereka menjadi musuhmu dan tidak suka berjumpa denganmu. Maka engkau pun menjadi sendirian dan kesepian seperti burung yang patah sayapnya.

5. Wahai murid yang beradab ! apabila engkau mendapati seorang murid yang nakal di antara teman-temanmu, suka membangkang terhadap guru-gurunya dan tidak menunaikan kewajibannya, maka hendaklah engkau menjauhi dari berteman dengannya agar tabiatnya yang jahat tidak menular kepadamu. Benarlah ketika penyair berkata: Sesungguhnya tabiat itu mencuri tabiat dan barang siapa menemani orang jahat, ia pun tertular

6. Apabila engkau berhenti dari sekolah, maka termasuk hak persahabatan adalah jangan melupakan teman-temanmu, tetapi engkau pelihara masa-masa persahabatan dan hari-hari ketika menjadi murid. Engkau khususkan mereka di antara para sahabatmu yang lain dengan penghormatan dan kebaikan yang melebihi lainnya. Demikianlah kesetiaan di antarasesama saudara. (*)

 

***

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR