Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin – Djuz 3 (8): Adab Berkunjung Untuk Memberi Ucapan Selamat

Terjemah Kitab Akhlaq Lil Banin – Djuz 3 (8): Adab Berkunjung Untuk Memberi Ucapan Selamat

BLOGGURU – Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq – Djuz 3 yang diperuntukkan bagi Laki-laki (Remaja Putra pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada banyak Pondok Pesantren atau Madrasah setingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.

11. Adab Berkunjung untuk Memberi Selamat 

1. Apabila temanmu lulus dalam ujian atau datang dari bepergian atau sembuh dari penyakit ataumerasakan kesenangan karena suatu sebab, maka dianjurkan bagimu untuk mengunjunginya dan memben selamat kepadanya agar supaya bertambah kegembiraannya dan menjadi kuat kecintaannya kepadamu karena engkau ikut bergembira dengannya. Allah telah membenkan kabar gembira bagi para hamba-Nya yang beriman dengan firman Allah Ta’ala : “Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dan keridhaan dari-Nya serta surga yang di dalamnya mereka mendapat kenikmatan yang kekal.” (At-Taubah : 21).

Ketika diturunkan kepada Nabi SAW. ayat : “Supaya Allah « mengampuni dosamu yang terdahulu dan yang kemudian” (Al-Fath : 2), pada waktu beliau pulang dari Hudaibiyah, Nabi “SAW. bersabda : “Telah diturunkan kepadaku sebuah ayat yang lebih aku sukai daripada segala yang ada di atas bumi.” Kemudian beliau membacakannya kepada para sahabat. Maka mereka berkata “Selamat bagimu, ya Rasulullah” (Alhadits).

Nabi SAW. memberi kabar gembira kepada Sayyidah Khadijah r.a. tentang sebuah rumah baginya di surga dari mutiara, tiada keributan di situ dan tiada kepayahan. Nabi SAW. bertanya kepada Ubay bin Ka’ab r.a., “Ayat manakah yang paling agung di dalam Kitab Allah?” Ubay menjawab, “Ayat Kursi.” Nabi SAW. berkata, “Selamat bagimu atas Imumu, hai Abal Mundzir.”

Rasulullah SAW. berkhutbah di akhir bulan Sya’ban, maka beliau berkata: “Hai sekalian manusia, kalian telah dinaungi oleh sebuah bulan yang agung, bulan yang penuh berkah dan di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.” (Alhadits). Ini adalah dalil atas anjuran memberi selamat atas kedatangan bulan Ramadhan dan hari Raya.

2. Ketika memberi kabar gembira kepada temanmu hendaklah engkau menyambutnya dengan wajah tersenyum dan jiwa yang dipenuhi kegembiraan seraya berkata kepadanya ketika datang dari bepergian : “ Segala puji bagi Allah yang menyelamatkanmu. Atau segala puji bagi Allah yang mempertemukan aku denganmu.” Atau, “Aku ucapkan selamat kepadamu karena engkau telah tiba dengan selamat atau semacam itu.” Dan ketika pulang dari haji, “Semoga Allah menerima hajimu dan mengampuni dosamu serta mengganti biayamu.” Atau, “Semoga menjadi haji yang mabrur dan amal yang disyukuri (diterima) dan perniagaan yang tidak akan merugi.”

Ketika memberi selamat atas perkawinan, “Semoga Allah memberi berkah bagimu dan memberi berkah atasmu serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” Dan ketika bayi lahir, “Semoga Allah memberi berkah bagimu dalam bayi itu dan engkau syukuri Allah yang memberikannya, semoga ia mencapai usia dewasa dan ia berbakti kepadamu.” Sebagai jawaban temanmu kepadamu, ia berkata, “Semoga Allah memberi berkah bagimu dan memberi berkah atasmu. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan dan semoga Allah mengaruniaimu sepertinya.”

Pada waktu memberi selamat atas kedatangan Ramadhan, “Bulan yang diberkati.” Dan pada waktu hari Raya, “Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali dan beruntung dengan ridha Tuhan sekalian alam, setiap tahun dan kamu selalu dalam kebaikan.” (*)

 

(Bersambung …. )

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Teks dan Terjemah 'Usfuriyah (3)
Oleh : Immim pangkep

Teks dan Terjemah ‘Usfuriyah (3)

0 Komentar

KELUAR