Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Kitab Irsyadul ‘Ibad (11): Pasal Perkara yang Mewajibkan Seseorang Mandi

Terjemah Kitab Irsyadul ‘Ibad (11): Pasal Perkara yang Mewajibkan Seseorang Mandi

Related Post: Terjemah Kitab Irsyadul ‘Ibad (10): Bab Mandi

BLOGGURU – Berikut ini sambungan dari terjemahan sebelumnya dari Kitab Irsyadul ‘Ibad, Bab Mandi

Diantara sebab-sebab yang mewajibkan seseorang untuk mandi adalah:

1. Jinabat, lantaran keluar air mani atau bersetubuh.

2.

3.

4.

5.

Syarat-syarat mandi:

1. Air mutlak.

2. Tidak ada sesuatu yang menghalangi antara kulit dan air yang sampai padanya.

3. Tidak ada sesuatu yang merubah keadaan air, seperti kotoran di pinggir kuku, za’faran, minyak cendana atau daun bidara.

Fardhunya mandi:

1. Niat menjalankan kewajiban mandi, atau menghilangkan jinabat (hadas besar)

2. Meratakan air ke seluruh tubuh, sehingga kulup bagi orang yang belum disunat.

Catatan Kecil

Tidak wajib meratakan air ke seluruh tubuh dengan yakin akan tetapi cukup menurut perkiraan sudah rata, dan tidak ada anggota tubuh yang ketinggalan tidak terbasuh.

Perkara yang disunahkan dalam mandi:

1. Membaca bismillah.

2. Menghilangkan kotoran tubuh.

3. Berwudhu’ sebelum mandi.

4. Membasuh sela-sela jari kaki atau kedua tangan, begitu juga memperhatikan pada kulit yang mengkerut, saluran air mata dan ekor mata.

5. Menggosok seluruh tubuh yang bisa dilakukan dengan tangan.

6. Mendahulukan sisi yang kanan.

7. Menghadap kiblat.

8. Tidak minta tolong kepada orang lain dalam menuangkan air

9. Membaca dua kalimat syahadat sesudahnya.

10. Menigakalikan basuhan.

11. Berturut-turut.

Perkara yang dimakruhkan di dalam mandi:

1. Berlebihan dalam menggunakan air.

2. Tidak berwudhu’ sebelumnya dan tidak berkumur atau menghirup air dengan hidung.

(***)

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Kedudukan Ilmu Fikih dalam Islam
Oleh : Immim pangkep

Kedudukan Ilmu Fikih dalam Islam

0 Komentar

KELUAR