Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Matn Shofwatu Zubad (Nadzom Fiqh Syafi’iyah) – 8: Bab Bejana (Bait 101-107)

Terjemah Matn Shofwatu Zubad (Nadzom Fiqh Syafi’iyah) – 8: Bab Bejana (Bait 101-107)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Sudah kenal Kitab Matn Shofwatu Zubad atau lebih populer disebut Nadzom Zubad? Ya, Kitab Matn Zubad berisi nadzom (syair) puisi yang terdiri dari 1.000 bait lebih tentang Fikih Syafi’iyah. Kitab Matn Fikih ini populer diajarkan di Pondok Pesantren karena mudah dihafalkan dalam bentuk nadzom.  Meski begitu Matn Zubad ini tak hanya menguraikan bait-bait syair tentang fiqih, akan tetapi juga mengandung materi bab Tauhid dan Tasawuf. Secara umum kitab Zubad dapat kita bagi menjadi tiga bagian yakni bagian bab aqidah/tauhid di bagian awal kitab, bab fiqih asy-Syafi’iyah di bagian tengah dan bab tasawuf di bagian akhir kitab. Sehingga mempelajari Matn Zubad, akan terasa lebih lengkap pemahaman khazanah keilmuan Islam kita, karena  isinya mencakup semua materi dasar yang wajib diketahui sebagai umat Islam yaitu: ‘Aqidah, Fiqih dan Tasawuf.

Matan Zubad adalah hasil karya Abu al-Abbas Ahmad ibn Hussein ibn Hasan ibn ‘Ali ibn Yusuf ibn ‘Ali ibn Arsalan al-Ramli [753H -844H] atau lebih dikenal dengan nama Ibnu Ruslan. Beliau lahir di Ramlah, Palestina dan wafat di Baitulmaqdis, Palestina. Matan Zubad ini banyak disyarahkan oleh para ulama seperti Ghayah al-Bayan fi Syarh Zubad Ibn Ruslan oleh al-‘Allamah Syamsuddin al-Ramli, Mawahib al-Shomad fi Hal Alfaadz al-Zubad oleh Syaikh Ahmad al-Hijazi al-Fasyani, Ifaadah al-Saadah al-Umad bi Taqrir Ma’ani Nazam al-Zubad oleh al-‘Allamah al-Sayyid Muhammad bin Ahmad bin ‘Abd al-Baari al-Ahdal, Faidh al-Manan Syarh Zubad Ibn Ruslan oleh al-‘Allamah al-Sayyid Yusuf bin Muhammad al-Bathah al-Ahdal dan lain-lain lagi.

Berikut ini Terjemah Matn Shofwatu Zubad (Nadzom Fiqh Syafi’iyah) – 8: Bab Bejana (Bait 101-107)

 

{ﻗﺎﻟﻮا ﺳﺒﺤﺎﻧﻚ ﻻ ﻋﻠﻢ ﻟﻨﺎ ﺇﻻ ﻣﺎ ﻋﻠﻤﺘﻨﺎ ﺇﻧﻚ ﺃﻧﺖ اﻟﻌﻠﻴﻢ اﻟﺤﻜﻴﻢ}

ﺑﺎﺏ اﻵﻧﻴﺔ

 

Bab Bejana

 

ﻳﺒﺎﺡ ﻣﻨﻬﺎ ﻃﺎﻫﺮ ﻣﻦ ﺧﺸﺐ … ﺃﻭ ﻏﻴﺮﻩ ﻻﻓﻀﺔ ﺃﻭ ﺫﻫﺐ

 

Artinya:

101. Bejana/tempat yang suci, baik (yang terbuat) dari kayu atau yang lainnya maka boleh digunakan. Adapun bejana/tempat yang terbuat dari perak atau emas maka tidak boleh digunakan.

 

ﻓﻴﺤﺮﻡ اﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ اﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ ﻛﻤﺮﻭﺩ … ﻻﻣﺮﺃﺓ ﻭﺟﺎﺯ ﻣﻦ ﺯﺑﺮﺟﺪ

 

Artinya:

102. Diharamkan menggunakann wadah dari emas dan perak seperti (mengunakannya untuk) gagang cekak bagi perempuan (apalagi bagi laki-laki). Namun yang terbuat dari zamrud diperbolehkan.

 

ﻭﺗﺤﺮﻡ اﻟﻀﺒﺔ ﻣﻦ ﻫﺬﻳﻦ … ﺑﻜﺒﺮ ﻋﺮﻓﺎ ﻣﻊ اﻟﺘﺰﻳﻦ

 

Artinya:

103. Dan haram menambal (bejana/wadah) dengan keduanya (emas dan perak) dengan (tambalan) yang besar sesuai kebiasaan bila disertai dengan tujuan untuk menghias.

 

ﺇﻥ ﻓﻘﺪ ﺣﻠﺖ ﻭﻓﺮﺩا ﻳﻜﺮﻩ … ﻭاﻟﺤﺎﺟﺔ اﻟﺘﻲ ﺗﺴﺎﻭﻱ ﻛﺴﺮﺓ

 

Artinya:

104. Apabila kedua syarat itu (besar dan bertuan untuk menghias) hilang maka boleh dan jika salah satunya ada maka hukumnya makruh, sedangkan yang dimaksud hajat adalah yang sama dengan (besarnya) bagian yang pecah dari wadah tersebut.

 

ﻭﻳﺴﺘﺤﺐ ﻓﻲ اﻷﻭاﻧﻲ اﻟﺘﻐﻄﻴﺔ … ﻭﻟﻮ ﺑﻌﻮﺩ ﺣﻂ ﻓﻮﻕ اﻵﻧﻴﺔ

 

Artinya:

105. Dan apabila wadah/bejana ada isinya maka disunnahkan untuk menutup wadah/bejana tersebut (baik ketika siang atau malam) walaupun dengan sebatang kayu yang diletakkan di atas wadah tersebut.

 

ﻭﻳﺘﺤﺮﻯ ﻻﺷﺘﺒﺎﻩ ﻃﺎﻫﺮ … ﺑﻨﺠﺲ ﻭﻟﻮ ﻷﻋﻤﻰ ﻗﺎﺩﺭ

 

Artinya:

106. Dan (apabila ada orang mempunyai air dua tempat yang satu suci dan yang satu najis) maka hendaknya berijtihad untuk (dua wadah atau lebih) yang tersamar antara yang suci dengan yang najis walaupun bagi orang buta yang mampu.

 

ﻻ اﻟﻜﻢ ﻭاﻟﺒﻮﻝ ﻭﻣﻴﺘﺔ ﻭﻣﺎ … ﻭﺭﺩ ﻭﺧﻤﺮ ﺩﺭ ﺃﺗﻦ ﻭﻣﺤﺮﻣﺎ

 

Artinya:

107. Tidak (berlaku ijtihad) pada lengan baju (yang sudah jelas kena najis), kencing, bangkai, air mawar, khamr, susu kedelai betina, dan (juga kecualikanlah) mahram.

(***)

Bersambung ….

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Fikih/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Hukum Bacaan Mad 'Iwad
Oleh : Immim pangkep

Hukum Bacaan Mad ‘Iwad

0 Komentar

KELUAR