Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Taisirul Kholaq – 8 : Adab Masuk ke dalam Mesjid dan Kebersihan

Terjemah Taisirul Kholaq – 8 : Adab Masuk ke dalam Mesjid dan Kebersihan

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Mengenal Kitab Taisirul Kholaq

BLOGGURU – Apa itu Kitab “Taisirul Kholaq”? Kitab Taisirul Khalaq yaitu kitab yang berisi tentang Akhlaq-akhlaq agama yang baik terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia. Kitab ini sangat cocok untuk dijadikan pembelajaran bagi orang yang pemula dalam mempelajari tentang Akhlaq. Objek pembahasan ilmu akhlaq ialah tingkah laku baik atau jeleknya. Adapun buah ilmu akhlaq ialah kebaikan hati dan semua anggota badan ketika di dunia dan keberhasilan mencapai derajat yang mulia di akhirat nanti.

Berikut ini terjemah (14-15) Kitab Taisirul Kholaq: Adab Masuk ke dalam Mesjid dan Kebersihan

Adab Masuk Ke Dalam Mesjid

Mesjid adalah rumah-rumah milik Allah, karena itu barangsiapa yang hatinya selalu teringat pada mesjid, maka Allah akan memberinya naungan kepada orang tersebut kelak pada hari kiamat. Sebagaimana tersebut dalam hadis Rasulullah saw.

Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan agar sering-sering pergi ke mesjid. Adapun tata caranya ialah berjalan dengan tenang. Mendahulukan kaki kanan ketika memasukinya. Meletakkan sandal di luarnya.

Ketika masuk membaca doa :

“Ya Allah, bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.”

Melakukan shalat Tahiyyat Mesjid sebelum duduk. Mengucapkan salam, meskipun mesjid dalam keadaan sepi, tidak ada orang di dalamnya. Sebab, mesjid itu hakikaktnya tidak pernah kosong dari jin dan malaikat. Duduk di dalamnya dengan niat mendekatkan diri kepada Allah swt. Memperbanyak membaca dzikir. Menahan diri dari hal-hal yang menyenangkan hawa nafsu. Tidak melakukan perdebatan. Tidak bergeser dari tempat duduknya, kecuali jika ada keperluan. Tidak mencari barang-barang yang hilang di dalamnya. Tidak bersuara keras di hadapan orang yang sedang shalat. Tidak berjalan di depan orang yang sedang shalat. Tidak boleh sibuk dengan suatu pekerjaan. Tidak melibatkan diri pada pembicaraan orang-orang yang membahas harta kekayaan (dunia), agar selamat dari ancaman.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi saw. :

“Di akhir zaman nanti ada orang-orang dari kalangan umatku berdatangan ke mesjid-mesjid dengan duduk-duduk di dalamnya berkelompok-kelompok. Mereka membicarakan harta kekayaan. Jika engkau melihat mereka, maka janganlah engkau duduk bersama mereka, karena Allah sama sekali tidak menganggap berharga kepada mereka tersebut.”

Apabila keluar dari mesjid, maka dahulukan kaki kiri, dan meletakkannya di atas sandal, lalu masukkanlah kaki kanan ke dalam sandal. Ketika keluar dari msjid, bacalah doa :

“Ya Allah, saya memohon anugerah dari-Mu.”

Rasulullah saw. bersabda : Allah telah berfirman dalam hadis Qudsi :

“Sesungguhnya rumah-rumah-Ku di bumi-Ku, adalah mesjid-mesjid. Orang-orang yang berziarah kepada-Ku adalah orang-orang yang meramaikan mesjid-mesjid. Sangat beruntung hamba-hambaKu yang berwudlu di rumahnya. Kemudian menziarahi Aku di rumah-Ku dan bagi yang diziarahi, berhak memuliakan orang yang berziarah.”

“Dari Anas r.a. : Barangsiapa yang memberi penerangan (lampu) di mesjid, maka malaikat dan para malaikat petugas di arsy, selalu memohonkan ampunan kepada orang tersebut, selama lampu menerangi mesjid.”

Kebersihan

Sesungguhnya kebersihan badan, pakaian dan tempat, itu merupakan tuntutan syariah. Oleh karena itu, setiap orang seharusnya selalu membersihkan badannya, merapikan rambutnya, menyisir dan meminyakinya. Membersihkan kedua telinga dengan cara membasuh atau mengusap kedua telinga dengan air. Membersihkan mulut dengan sering-sering berkumur dan memakai siwak (menggosok gigi). Membersihkan hidung dengan cara menghirup air, lalu menyemprotkan kembali. Membersihkan kuku-kuku dengan cara mambasuh bagian bawahnya dengan air.

Dalam hadis diterangkan, bahwa Rasulullah saw. itu selalu meminyaki dan menyisir rambutnya.

Selain itu, setiap orang harus selalu membersihkan pakaiannya, dengan cara mencucinya dengan air saja atau dicampur dengan sabun, jika diperlukan. Selain membersihkan badan dan pakaian, juga dituntut membersihkan tempat.

Kebersihan itu diperintahkan, demi menjaga kesehatan, menghilangkan rasa sedih, menimbulkan keriangan, menyenangkan teman dan untuk melahirkan nikmat Allah swt. Dia berfirman :

“Adapun tentang nikmat Tuhan, maka tampakkanlah.”

 

(***)

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR