Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Catatan Kuliah S2 Non Reguler (18): Filsafat Ilmu dan Perkembangan Pemikiran Islam

Catatan Kuliah S2 Non Reguler (18): Filsafat Ilmu dan Perkembangan Pemikiran Islam

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, hari ini, Ahad (2/11/2025), penulis dapat mengikuti perkuliahan Non Reguler (S2) Program Dirasah Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam UIN Alauddin Makassar. Sebagaimana disampaikan dalam catatan sebelumnya bahwa tiap Hari Ahad, Pukul 08.00 s.d. 10.00 WITA, mata kuliah yang diikuti adalah Filsafat Ilmu dengan Dosen Prof Dr Natsir Siola, M.Ag dan pada Pukul 10.00 s.d. 12.00 WITA, mata kuliah yang diikuti adalah Perkembangan Pemikiran Islam dengan Dosen Prof Dr  Barsihannoor.

Untuk mata kuliah Filsafat Ilmu, yang mendapatkan giliran menyajikan makalah adalah Sdr. Syahdino Sahdana dengan Topik, “Teori-teori Kebenaran dalam Filsafat Ilmu“. Pada sesi pertanyaan dan tanggapan, penulis mempertanyakan Batas Koherensi, untuk membedakan sistem yang sekadar konsisten (logis) dengan sistem yang benar (memiliki kaitan dengan realitas). Pertanyaannya adalah, “Teori Kebenaran Koherensi mensyaratkan konsistensi logis dalam suatu sistem proposisi. Dalam perspektif epistemologi ilmu, bagaimana mempertahankan klaim kebenaran saintifik ketika dua sistem koheren (misalnya, dua model teoretis yang saling bertentangan dalam fisika atau ekonomi) sama-sama konsisten secara internal? Apakah Koherensi memerlukan prasyarat Realitas Ontologis di luar sistem logisnya, dan jika ya, bagaimana prasyarat tersebut diintegrasikan tanpa jatuh ke dalam Teori Korespondensi?

Bahan Diskusi terkait topik ini bisa dilihat disini: Bahan Diskusi: Teori-teori Kebenaran dalam Filsafat Ilmu

Untuk mata kuliah Perkembangan Pemikiran Islam, yang mendapatkan giliran menyajikan makalah/presentasi adalah Sdri Tuti Wahyuni dengan Topik, Al-Maturidiyah: Sejarah Lahirnya, Tokoh, dan Pokok-Pokok Ajarannya PPT-nya bisa dilihat disini: Al-Maturidiyah_Tuti_Wahyuni . Pada sesi pertanyaan dan tanggapan, penulis mempertanyakan tentang Kedudukan Iman dan Amalan, dimana menyinggung isu-isu internal dalam madzhab teologi tentang definisi iman yang memengaruhi inklusivitas.

Absensi Perkuliahan "Perkembangan Pemikiran Islam", Ahad (2/11/2025)

Absensi Perkuliahan “Perkembangan Pemikiran Islam”, Ahad (2/11/2025)

Pertanyaannya adalah, “Pokok ajaran Māturīdīyyah menetapkan bahwa Iman (īmān) adalah pembenaran/pengakuan dalam hati (taṣdīq bi al-qalb) dan amalan (‘amal) adalah furū’ (cabang) yang terpisah dari hakikat iman.  Sebagaimana diketahui bahwa Pokok ajaran Māturīdīyyah menetapkan bahwa Iman (īmān) adalah pembenaran atau pengakuan dalam hati (taṣdīq bi al-qalb) dan amalan (‘amal) adalah furū’ (cabang) yang terpisah dari hakikat iman. Apa implikasi sosio-teologis dari pemisahan tegas ini terhadap isu pelaku dosa besar (murjibah) di masa klasik? Lebih lanjut, bagaimana pandangan ini (bahwa amal tidak membatalkan iman) dapat digunakan sebagai basis teologis dalam memperkuat inklusivitas dan menghindari takfīr dalam komunitas Muslim kontemporer yang didominasi oleh perdebatan formalistik?

Bahan Diskusi terkait topik ini bisa dilihat disini: Bahan Diskusi: Al-Maturidiyah: Sejarah Lahirnya, Tokohnya, dan Pokok-pokok Ajarannya

Alhamdulillah, penyajian materi, sesi pertanyaan, tanggapan, konfirmasi serta tambahan penjelasan dari Dosen Pengampu Mata Kuliah, kesemuanya berjalan dengan lancar dan sukses via Zoom Meeting (100 menit) dengan dihadiri oleh ke-6 Mahasiswa S2 Non Reguler Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam (SPI).

Demikian catatan singkat perkuliahan ini. Semoga bermanfaat adanya, khususnya bagi penulis sendiri dalam mengingat pembelajaran di Kelas S2 Non Reguler ini . Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, Ahad, 2 November 2025

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel

KELUAR