Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Menjadi Pemateri dalam Tudang Sipulung “Mabbarumpung”

Menjadi Pemateri dalam Tudang Sipulung "Mabbarumpung"

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post:  Sekilas Sejarah dan Budaya Biringere

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, penulis masih diberikan amanah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam beragam kegiatan budaya, pelestarian tradisi, dan tudang sipulung.  Kali ini, penulis sebagai pemateri dipanel dengan Dr Mukhlis Hadrawi, S.S., M.Hum., akademisi Universitas Hasanuddin dalam Kegiatan Tudang Sipulung “Mabbarumpung” –  sebagai salah satu rangkaian kegiatan pemutaran Film Dokumenter Tradisi dan Adat Leluhur “Mabbarumpung”, yang sebelumnya diawali dengan Menre Baruga, Mallekke Wae Paccing, Bedda Lotong, Bedda Rica, dan terakhir Mabbarumpung (Cemme Passili) yang diselenggarakan oleh Yayasan Tomanurung Borong Untia-Biringere di Taman Kehati dan Geosite Bulu Sipong, Tonasa 2, Kecamatan Bungoro-Pangkep, 21 Juni 2022.

Kegiatan Tudang Sipulung ini, menurut Andi Tenriani, Ketua Yayasan Tomanurung merupakan salah satu wujud implementasi pemajuan budaya daerah yang didukung oleh Balai Pelestarian Nilai-nilai Budaya. “Tradisi Mabbarumpung merupakan tradisi perawatan tubuh yang masih diakrabi atau dipraktekkan oleh komunitas budaya masyarakat adat Borong Untia, Biringere Kecamatan Bungoro-Pangkep”, ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Diknas Pangkep, Rukmini, yang bertindak sebagai moderator Tudang Sipulung menggantikan Akmaluddin (Pamong Budaya Pangkep) mengungkapkan bahwa Tradisi Mabbarumpung adalah satu tradisi yang perlu terus mendapatkan perhatian dari pemerintah dan masyarakat setempat. “Tradisi Mabbarumpung ini perlu terus diperhatikan, bukan hanya oleh masyarakat setempat, tapi juga oleh pemerintah daerah, agar tradisi ini tidak hilang, tergerus oleh banyaknya produk kecantikan dan perawatan tubuh yang saat ini banyak beredar di pasaran,” ujarnya.

Sementara itu, penulis sendiri, sebagai aktivis dan pemerhati budaya yang pernah bertugas sebagai pendamping desa/konsultan CSR PT. Semen Tonasa di Desa Biringere menganggap bahwa Dusun Borong Untia Desa Biringere, yang berada tepat di depan Kantor Pusat PT. Semen Tonasa sudah selayaknya ditetapkan sebagai Kampung Budaya atau Dusun Adat, karena segala adat dan pranata sosialnya masih terjada dengan baik. begitu pula dengan upacara adat dan seni tradisionalnya masih lestari dan dipertahankan dengan baik oleh masyarakat pendukungnya, termasuk didalamnya tradisi mabbarumpung yang sudah hilang dan tidak ada di daerah lain. (Lihat Videonya: DISINI)

Penulis bersama Dr. Muhlis Hadrawi, S.Hum., M.Hum. (foto: ist/*)

Penulis bersama Dr. Muhlis Hadrawi, S.Hum., M.Hum. (foto: ist/*)

Demikian sedikit catatan dari kegiatan Tudang Sipulung “Mabbarumpung” yang penulis ikuti.

Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Bungoro-Pangkep, 22 Juni 2022.

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pemerhati Budaya/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

KELUAR