Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Meraih Certified Islamic Coach for Education (CICE)

Meraih Certified Islamic Coach for Education (CICE)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Meraih Gelar Non Akademik C.IESD

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat terus menambah kompetensi atau bidang keahlian tertentu terkait kependidikan dan kepengajaran. Menjadi Guru dan Pengasuh dalam lingkungan Pondok Pesantren Modern, apalagi peserta didiknya semuanya adalah putri (muslimah remaja) tentu membutuhkan treatment khusus, perlakuan dan keterampilan khusus dalam menyentuh setiap jiwa, karakter, passion, minat dan bakat, serta dampak psikologis dari setiap pembelajaran yang diterimanya.

Atas dasar pertimbangan tersebut, penulis merasa perlu mempelajari banyak hal, termasuk bagaimana menerapkan ‘pendekatan coaching’ atau pendampingan islami untuk keberlangsungan pendidikan dalam lingkungan asrama putri, serta banyak hal terkait dengan itu, diantaranya aspek kepengasuhan dan bagaimana menjaga interaksi sosial yang sehat diantara para santri/muslimah remaja ini yang bertemu di Pondok Pesantren dengan beragam latar belakang sosial budaya.

Kesempatan belajar lagi dan menambah kompetensi itu datang saat LPK Generasi Faqih Fiddin menggelar Pelatihan Certified Islamic Coach for Education (CICE), pada Selasa malam 25 Juni 2024 dengan Trainer: Harry Yulianto, CHRM.,CPR.,Dipl.HR.,SE.,M.Si. MA.,Ph.D (Hons) via Zoom Meeting dengan Materi Sertifikasi sebagai berikut:

1. Coaching dalam Perspektif Pendidikan Islam (6 JP)

2. Kerangka Dasar Coaching dalam Pendidikan (6 JP)

3. Alur Komunikasi dalam Coaching (6 JP)

4. Hubungan Kemitraan dalam Coaching (6 JP)

5. Memfasilitasi Proses Coaching (8 JP)

Total: 32 Jam Pelajaran (JP)

Kelima materi sertifikasi CICE tersebut diatas akan penulis ulas di Web Blog ini, masing-masing dalam satu tulisan tersendiri. Catatan ini hanya sebagai pengingat kegiatan yang sudah diikuti dan dengannya, penulis memiliki alasan untuk belajar dan berbagi. Dalam banyak praktek di lapangan, tentunya proses coaching memiliki dinamikanya masing-masing pada setiap klien yang dihadapi serta lingkungan yang mempengaruhinya.

Semoga catatan ini bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

 

KELUAR