
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Tentang Hadits Musalsal Bil Awwaliyyah Bil Rahmah
BLOGGURU – Syukur Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, masih saja terus diberikan kesempatan dan kesehatan dalam bermajelis ilmu, mengikuti dauroh bersanad dari para guru dan ustadz yang ikhlas. Hari ini, Jumat (02/02/2024), penulis menerima ijazah sanad tertulis “Ijazah Hadits Musalsal bi Qira’ati Surah Al-Kautsar” dan “Ijazah Hadits Musalsal bi Qira’ati Surah As-Shaff” dari Ustadzuna, Ustadz Abdur Rahman al-Maidany dari Markaz Imam Syafi’i.
Apa itu Hadits Musalsal? Menurut KH Ahmad Marwazie (Murid dari Syaikh Yasin al-Fadani), yang dimaksud Hadits musalsal adalah salah satu model periwayatan hadits dari masa Nabi kepada para perawi secara turun temurun, bahkan hingga sekarang. Secara bahasa, musalsal bermakna berturut-turut. Ulama memberikan definisi bahwa hadits musalsal adalah hadits yang disampaikan para perawi secara berurutan dan sama dalam keadaan dan situasi tertentu, baik secara perbuatan maupun perkataan.
Mengapa periwayatan Hadits Musalsal begitu khas? Imam an-Nawawi dalam Kitab at-Taqrib menyebutkan bahwa hadits musalsal ini bisa terkait perbuatan, keadaan atau sifat pada diri perawi, atau bisa juga terkait dengan cara penyampaian haditsnya. Karena periwayatan hadits musalsal terkait dengan keadaan atau sifat tertentu pada perawi, setidaknya hadits musalsal bisa musalsal qauli (secara perkataan), fi’li (secara perbuatan) atau keduanya.
Apa fadhilah dari hadits musalsal ini? Menurut para ahli hadits model periwayatan hadits musalsal ini memperkuat hafalan seseorang tentang suatu hadits. Hal ini karena dalam sebuah hadits, ada hal lain yang menunjang untuk diingat. Jika merekam satu keadaan, tentu hadits yang sudah dihapal dan diketahui tadi bisa tercetus untuk diingat kembali. Namun perlu Anda ketahui bahwa hadits musalsal ini, meskipun diriwayatkan secara khas, bahkan hingga masa sekarang, tetap harus dicek kualitas haditsnya, baik dari sanad atau matan.
Alhamdulillah, bahwa penulis saat ini merasa sangat bersyukur dapat menyambungkan sanad hadits musalsal dari Rasulullah SAW, dalam hal ini sanad hadits Musalsal bi Qira’ati Surah Al-Kautsar dan Hadits Musalsal bi Qira’ati Surah As-Shaff, melalui majelis sama’ yang diselenggarakan secara online.
Muraja’ah Djuz 28: Qs As-Saff: 1-14

Ijazah Sanad Hadits Musalsal bi Qira’ati Surah As-Shaff. (foto: ist/*)
Demikian catatan singkat ini sekadar mengingatkan penulis terhadap majelis ilmu yang sudah diikuti, semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Al-Qur’an-Hadits/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep.