
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Meraih Ijazah 40 Sanad Kitab dan Wirid
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat mengikuti Majelis Ijazahan 40 Kitab dan Wirid yang dilaksanakan Offline di PPM HMA Putra dan Online via Zoom Meeting) Gelombang 1 dengan Pemateri/Mujiz: Ustadz Rizki Muhammad yang diselenggarakan Ba’da Shalat Tarawih Pukul 21.00 WITA sampai selesai pada Hari/Tanggal : Sabtu, 30 Maret 2024/19 Ramadhan 1445 H.
Salah satu Sanad Awrod yang diijazahkan tersebut ialah Sanad Hizib Sakron. Apa itu Hizib Sakron atau Wirid Sakron? Hizib Sakron adalah sebuah doa dan dzikir yang dikumpulkan dari Al-Qur’an dan Hadits dengan sanad yang terpercaya oleh Al-habib Ali bin Abu Bakar As-Sakron. Hizib Sakran ini biasa dibaca dan menjadi amalan wirid Thariqah Ba’alawy.
Siapa Al Imam Al Habib Abu Bakar Assakran? Beliau digelari “As-Sakron”, yang artinya mabuk. Ya, beliau mabuk dengan cintanya kepada Allah SWT. Beliau adalah seorang wali besar yang memiliki segudang karomah, seorang yang sholeh dan selalu taat pada perintah Allah SWT. Nasab beliau bersambung langsung kepada Rasulullah SAW. Beliau wafat di Tarim, Yaman pada tahun 821 H dan Hizib Sakron inilah salah satu peninggalannya.
Silsilah Imam Abu Bakar As-Sakron adalah Sayyidinal Imam Abu Bakar As-Sakran bin Syeikh al Ghauts Abdurrahman As-Seggaf bin Muhammad Maula Dawilah bin Ali bin Alwi Al-Ghoyur bin Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shohib Mirbath bin Ali Khali’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-‘Uraidhi bin Ja’far Ash-Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Siti Fatimah Az-Zahro binti Nabi Muhammad SAW.
Apa saja Khasiat atau Fadhilah dari Hizib Sakron? Oleh para pengamal Hizib Sakron, dipercaya beberapa fadhilahnya antara lain: Sebagai benteng perlindungan lahir dan bathin secara mutlak,
Dapat menundukan dan mengusir makhluk ghaib yang dzalim, Dapat menjadikan Anda mampu dalam menghadapi segala persoalan hidup, Dapat melindungi Anda dari segala jenis gendam, hipnotis, dan lain sebagainya, Dapat meningkatkan kewibawaan dan kharisma, serta Mengobati orang yang terkena santet, guna-guna.
Sebenarnya, sebagian besar dari wirid, hizib, dan do’a boleh diamalkan tanpa ijazah, karena isinya do’a, maka setiap orang boleh berdoa dengan wirid atau dzikir yang ia kehendaki termasuk Hizib Sakron, yang merupakan tirakat bagi mereka yang ingin melindungi diri dan keluarga dari gangguan makhluk lain. Maka dari itu, wirid ini boleh diamalkan siapa saja, bisa dijadikan wirid harian, terutama ba’da shalat subuh atau sebelum matahari terbit.
Berikut ini Hizib Sakron dan Terjemahnya:
Terjemah Hizib Sakron
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Ya Allah! Sungguh aku mengelilingi (rumahku) dengan penjagaan Allah. Panjangnya ‘Maa syaa-Alloh’ (sesuatu yang dikehendaki Allah). Kuncinya ‘Laa ilaaha illallooh’ (tiada tuhan selain Allah). Pintunya ‘Muhammadur-rasuululloh, shallalloohu ‘alaihi wasallam’ (Mu-hammad adalah utusan Allah saw). Atapnya ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhim’ (tiada daya dan tiada kekuatan selain dengan pertolongan Allah Yang maha Tinggi lagi Maha Agung).
Semoga Allah melindungi/mengelilingi kami dengan perantaraan (bacaan surat al-Fatihah) “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penya-yang, Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS al-Fatihah : 1-7).
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS al-Baqarah : 255).
Kami terlindungi, sebagaimana para malaikat yang melindungi kota Rasulullah (Madinah) denghan tanpa parit dan benteng, dari setiap kekuatan yang ditentukan, dari kewaspadaan yang perlu diwas-padai, dari semua keburukan. Kami hanya berpe-risaikan dengan Allah. Dari musuh kami dan musuh Allah, dari penjaga ‘arasy-nya Allah, ke dasar bawah bumi Allah, berkat seratus juta ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim’. Jimatnya tidak retak, berkat seratus juta ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim’. Pekerjaannya tidak terputus berkat seratus juta ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim’.
Ya Allah! Jika seseorang ingin berbuat jahat kepadaku, baik dari kalangan jin, manusia, maupun binatang buas, baik dari manusia, syetan, penguasa (zhalim), maupun bisikan jahat, maka kembalikan pandangan (pikiran) mereka dalam keadaan terjung-kir, hati mereka dalam keragu-raguan, tangan-tangan mereka dalam keadaan gagal (tak bisa berbuat banyak), hancurkan/hinakan mereka dari kaki sampai kepalanya, tak mampu memotong (mengalahkan /berjalan) di tanah datar dan tidak mampu memanjat di gunung, berkat beratus-ratus juta ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim’.
Demikian catatan singkat ini, semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.