Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Meraih Ijazah Sanad Kitab al-Ghunyah

Meraih Ijazah Sanad Kitab al-Ghunyah

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU –  Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat menerima ijazah khusus dengan syarat yang mu’tabar untuk kitab Al-Ghunyah li Thalibiy Thariq Al-Haq  karya Syaikh Abdul Qadir Al-Jilany (Nomor Sertifikat: No. 39/IJAZAH/MTI/VII/24, Tanggal 27 Juli 2024 / 21 Muharram 1446 H dari ustadzuna, Ustadz Dhani al-Farisy, Abu Abdillah al-Batawy, Founder Markaz Thalabul Ilmi (MTI).

Kitab Al-Ghunyah li Thalibiy Thariq Al-Haq ini sebenarnya merupakan “Buku Pintar Tasawuf”, sebuah kitab untuk Memahami Spiritualitas Islam dan Tarekat dari Ahlinya.  Diantara Kitab-kitab yang dinisbatkan kepada Syeikh Abdul Qadir al-Jailani adalah Kitab Al-Ghunyah yang mana kitab ini sudah beredar luas di masyarakat Indonesia bahkan dunia. Didalam kitab al-Ghunyah terdapat Bab Pembahasan Khusus mengenai Tasawwuf. berisi tentang penjelasan-penjelasan, kewajiban dan etika bertasawwuf, nasehat, pemikiran dan prinsip-prinsip dasar Tasawwuf.

Kitab al-Ghunyah

Kitab al-Ghunyah. (foto: ist/*)

Berikut ini Terjemah Muqaddimah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilany saat menulis kitab Al-Ghunyah li Thalibiy Thariq Al-Haq azza wa jalla:

Segala puji bagi Allah yang dengan memujinya dimulailah semua kitab, yang dengan menyebut-Nya muncullah semua perkataan, yang dengan memuji-Nya tergapailah nikmat para hamba di negeri pembalasan, yang dengan asma-Nya sembuhlah segala penyakit, yang dengan-Nya tersingkaplah segala yang tertutup dan hilanglah musibah.
Kepada-Nya diangkat dan ditengadahkan kedua tangan dengan penuh tadarru’ (menghinakan diri) dan doa, baik dalam luang maupun sempit, bahagia maupun sedih. Dia-lah Allah yang Maha Mendengar seluruh seruan, dengan seluruh ilmu tentang perkataan dalam beragam bahasanya. Dia-lah yang mengabulkan setiap orang yang merendahkan diri dalam doa-doanya.

Maka, segala puji bagi-Nya atas segala limpahan nikmat kemuliaan dan balasannya. Dan bagi-Nya syukur atas segala limpahan nikmat dan dan karunia-Nya, yang Menjelaskan hujjah (dalil) dan petunjuk. Dan semoga shalawat dari Allah tercurah kepada pilihan-Nya, Rasul-Nya yang menghilangkan kesesatan menjadi petunjuk, Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh rasul, para malaikat-Nya.

Amma ba’d:

Sungguh, telah banyak permohonan kepadaku dari para sahabatku dan mereka menegaskan kembali permohonannya, agar aku menulis kitab ini, karena bagusnya niat mereka untuk mengikuti petunjuk dan kebenaran, dan Allah-lah pemilik keselamatan dalam segala ucapan, perbuatan, dan dalam melihat segala gerak-gerik dan niat makhluk-Nya., yang melimpahkan nikmat dan keutamaan sehingga mudahlah apa yang kita inginkan. Kepada-Nyalah, segala sandaran untuk mensucikan hati dari riya dan nifaq, dan mengganti kejelekan dengan kebaikan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun atas segala dosa dan kesalahan, menerima taubat dari para hamba.

Setelah aku melihat tulusnya keinginan mereka untuk mengenal adab-adab syar’iyah, yang di dalamnya terdapat perintah kewajiban, sunnah-sunnah, dan tata-cara ibadah. Juga keinginan mereka untuk mengenal Allah azza wa jalla melalui ayat-ayat-Nya, mereka ingin mendapatkan nasihat dan peringatan dari Al-Qur’an dan sabda-sabda Nabi sehingga mereka bisa pelajari di berbagai majelis, dan agar mereka mengenal akhlaq orang-orang shalih yang akan saya ulas di dalam kitab ini, agar bisa membantu mereka menelusuri jalan menuju Allah azza wa jalla, melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya.

Dan saat aku telah memperoleh niat yang tulus untuk mereka yang muncul setelah terbukanya kegaiban pada diriku, maka aku menjawab permintaan mereka ini, aku bersemangat dan bergegas menulisnya, dengan penuh harap akan balasan-Nya, semoga Allah menyelamatkanku pada hari perhitungan kelak, maka aku tulis kitab ini dengan memohon taufiq dari Allah, Rabb seluruh penguasa, Yang Maha Pemberi Ilham dalam kebenaran, dan aku namai kitabku ini dengan nama: Al-Ghunyah li Thalibiy Thariq Al-Haq Azza wa Jalla.

* * *

Teruntuk Ustadzuna, Ustadz Dhani al-Farisy. Abu Abdillah al-Batawy yang telah mengijazahkan kitab Al-Ghunyah li Thalibiy Thariq Al-Haq  karya Syaikh Abdul Qadir Al-Jilany ini semoga senantiasa diberikan ampunan Allah Subhanahu wa ta’ala, dilimpahkan nikmat kesehatan kepada beliau, keluarga dan para gurunya, serta terkhusus waktu luang dan kesempatan kepada beliau untuk selalu mendakwahkan agamaNYA dalam mewariskan sanad keilmuannya.

Untuk kitab Al-Ghunyah li Thalibiy Thariq Al-Haq  karya Syaikh Abdul Qadir Al-Jilany ini, beliau meriwayatkannya dari banyak masyaikh diantaranya dari:

شيخنا محمد بن عبد العال النهري عن المعمر محمد بن عبد الرحمن بن إسحاق آل الشيخ عن حمد بن فارس عن

عبد الرحمن بن حسن آل الشيخ عن جده عن عبد الله بن سيف عن أبو المواهب البعلي عن النجم محمّد بن البدر محمد الغزي

عن أبه عن أبو الفتح المزي عن عائشة بنت عبدالهادي عن أبو الحجاج المزي عن الفخر بن البخاري

عن موفق الدين بن قدامة عن المؤلف رحمه الله

Semoga catatan singkat ini dapat menjadi pengingat ijazah dalam mempelajari dan mengkaji secara khusus Kitab Al-Ghunyah li Thalibiy Thariq Al-Haq  tersebut. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

27 Juli 2024 M/21 Muharram 1446 H

 

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

KELUAR