Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Meraih Ijazah Sanad Kitab Shahih Bukhari, Syarah dan Mukhtasornya

Meraih Ijazah Sanad Kitab Shahih Bukhari, Syarah dan Mukhtasornya

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Keutamaan Mempelajari Hadits/Ilmu Hadits

BLOGGURU – Alhamdulillah, tak henti-hentinya penulis memanjatkan syukur kehadhirat Allah SWT atas segala limpahan nikmat rezeki, waktu dan semangat untuk selalu meningkatkan pemahaman ilmu dan khazanah Hadits sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’anul Karim. Untuk memahamkan Hadits-hadits Nabi Muhammad SAW, Imam Bukhari telah menuliskan kitab “Shahih Bukhari” yang fenomenal dan dahsyat tersebut, dan kemudian diikuti Imam-imam lainnya menyusun syarah dan mukhtasornya.

Shalawat dan Salam, penulis haturkan kehadapan baginda Rasulullah, manusia terbaik dan insan sempurna, Nabi Muhammad SAW, semoga dengan asbab belajar dan mempelajari Segala hal terkait Rasulullah, penulis mendapatkan kasih sayang dan syafaat beliau di akherat kelak. Tekad, komitmen dan ketekunan menuntut ilmu hadits sebagai salah satu khazanah penting keilmuan Islam ini merupakan salah satu upaya membenahi diri, adab dan akhlak penulis, hamba Allah yang faqir ini, semoga kelak dapat menjadi salah satu asbab perjuangan membela Islam dan Kaum Muslimin, pun semoga menjadi ladang amal jariah bagi kita semua. Amin, Summa Amiinn.

Kajian bersanad kitab Shahih Bukhari yang terkenal ini penulis dapatkan dari Ustadzuna, Ustadz Hawasy al-Bantany, hafidzahullah. Sebagaimana kita telah mengetahui bahwa Kitab Shahih Bukhari adalah kitab paling shahih setelah Al-Qur’an, karena itu menarik dan sangat penting untuk mengikuti Majelis Sama’ wa Ijazah Kitab Shahih Bukhari ini beserta syarah dan ringkasannya.  Sanadnya sendiri tentu merupakan kebanggaan dan kehormatan tersendiri jika mendapatkannya, demi mengikuti tradisi menyambung sanad keilmuan kepada para ulama ahli hadits, hingga Nabi Muhammad SAW.

Pada setiap Daurah Online bersanad yang diselenggarakan oleh Majelis Sanad via Platform Zoom Meeting ini, Ustadz Hawasy al-Bantany Hafidzahullah selalu mengawalinya dengan memberikan sanad Hadits Musalsal bil Awwaliyah, yaitu sebagai penanda hadits yang diajarkan pertama kali guru kepada muridnya, ataupun mengingatkan hadits yang pertama kali harus disampaikan pada setiap permulaan majelis.

Dalam Majelis Sama’ wa Ijazah Kitab Shahih Bukhari ini, tidak semua hadits Shahih Bukhari dibaca, tapi yang dibaca dan dikaji hanya 22 hadits tsulatsiatnya saja, yaitu hadits yang antara Imam Bukhari dan Nabi hanya 3 perawi saja, dan kemudian inilah yang kita pahami sebagai hadits dengan sanad tertinggi dari Imam Bukhari-rahimahullah-. Apa itu hadits tsulatsiat Shahih Bukhari, penulis jelaskan tersendiri di Blog Guru ini. (Lihat: DISINI)

Ustadz Ahmad Hawasy al-Bantany hafidzahullah juga memberikan penjelasan singkat (ta’liq) dan inti sari kitab (maqashid) terkait Kitab-kitab lain yang menjadi syarah dari Kitab Shahih Bukhari, yaitu Fathul Bari-Syarah Shahih Bukhari (karya Imam Ibnu Hajar), Kawakib Darori-Syarah Shahih Bukhari (karya Imam al-Kirmani), Umdatul Qori-Syarah Shahih Bukhari (karya Imam al-‘Aini), Irsyadul Sari-Syarah Shahih Bukhari (karya Imam al-Qosthalani), Mukhtashor Shahih Bukhari (karya Imam Ibnu Abi Jamroh), Mukhtashor Shahih Bukhari (karya Imam Nashiruddin Al-Albani), Taqliqut Ta’liq ‘ala Shahih Bukhari (karya Imam Ibnu Hajar al-Asqalani), Al-Faidus Sari ilaa Manaqib wa Fawaid Shahih Bukhari (karya Syekh Ghazi Muhammad Al-Iraqi), dan Al-Qiyamu Wafiat Ila Tsulasiyat Shahih Bukhari (karya Syekh Muhammad Said al-Urduni).

Kesepuluh Kitab Shahih Bukhari, Syarah dan Mukhtasornya tersebut, dapat pembaca sekalian download di Blog Guru ini. Klik link berikut: DISINI dan silahkan nikmati sajian khazanah keilmuan dari Kitab Shahih Bukhari ini. Jika berkesempatan pada saatnya nanti jika sudah matang dan mapan dalam pemahaman terhadap Kitab Shahih Bukhari, syarah dan mukhtasornya ini, penulis juga akan mewariskannya kepada siapa saja yang memenuhi syarat dan ketentuan pemberian sanad.

Ustadz Hawasi hafidzahullah memberikan 12 jalur sanad Shahih Bukhori dari berbagai musnid dan jalur periwayatan, beserta cabang-cabang/tafri’atnya, ada jalur India, jalur Yaman, jalur Syam, dan jalur Indonesia. Kesemuanya dengan sanad yang tinggi bi idznillah. Sebagai tambahan catatan dan ada upaya untuk meluangkan waktu mengulang-ulang majelis (untuk menegaskan pemahaman, juga sekaligus pengingat bagi penulis sendiri, berikut ditambahan link rekaman majlis sama’ (penjelasan singkatnya), yaitu:

Rekaman sesi 1: https://youtu.be/6digfbJiNSM,

Rekaman sesi 2: https://youtu.be/u2jFshiGmNc, dan

Rekaman sesi 3: https://youtu.be/zwYqFFKwlKU (Khusus yang sesi 3 maka simak hanya sampai durasi 1 jam 19 menit)

Terima kasih untuk Guruku, Ustadz Ahmad Hawazy al-Bantany, Lc hafidzahullah, Jazakallahu khaira katsira. Semoga senantiasa dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala dan ilmunya bermanfaat untuk umat dan Islam.  Mengikuti Majelis Sama wal Ijazah bagi penulis sendiri sebagai upaya mengingatkan diri serta mengamalkan apa yang dipesankan Imam Abdullah bin Mubarak (wafat 181 H) -rahimahullah- dalam suatu riwayat, berkata bahwa:

 

إن الإسناد من الدين، ولولا الإسناد لقال من شاء ما شاء

 

Artinya:

“Sanad itu bagian dari agama. Kalau lah tidak ada sanad, pasti siapapun bisa berkata apa yang dia kehendaki.” [Riwayat Muslim dalam Muqaddimah Shahihnya]

Beliau juga berkata,

 

مثل الذي يطلب أمر دينه بلا إسناد كمثل الذي يرتقي السطح بلا سلم

 

Artinya:

“Perumpamaan orang yang mencari ilmu agama tanpa sanad, seperti orang yang naik ke atap sebuah bangunan tanpa tangga” [Riwayat Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Al Kifayah fi Ilmi Riwayah hal.393]

Imam Sufyan Ats-Tsauri (wafat 161 H) -rahimahullah- berkata:

 

الإسناد سلاح المؤمن فإذا لم يكن معه السلاح فبأي شيء يقاتل

 

Artinya:

“Sanad adalah senjatanya orang beriman. Apabila tidak ada senjata tersebut, maka dengan apa mereka berperang (melawan syetan dan syubhat)?” [Riwayat Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Syaraf Ashabil Hadits hal.42]

Demikian, semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Al-Qur’an-Hadits/Pengasuh Pontren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

KELUAR