Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Meraih Ijazah Sanad Mandzhumah Ad-Durroh Al-Mudiyah

Meraih Ijazah Sanad Mandzhumah Ad-Durroh Al-Mudiyah

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat mengikuti Majelis Ilmu bersanad yang diselenggarakan oleh Markaz Thalabul Ilmi (MTI), yang mana salah satu kitab yang diijazahkan sanadnya tersebut adalah Kitab Matan Mandzhumah Addurroh Al-Mudiyah yang merupakan salah satu nadzhom populer karya Imam Ibnul Jazari dalam bidang Ilmu Qiraat.

Imam Ibnul Jazari (w. Tahun 833 H) mengumpulkan semua catatannya tentang Ilmu Qira’at dari berbagai macam kitab dalam satu bahasan kitab “Annasr Fi Qiroah Asyr”. Catatan yang dikumpulkan tersebut tak hanya Riwayat 7 imam tetapi 10 imam, di dalamnya ditulis berbagai thoriq dari setiap rawi yang lebih dari satu toriq, semua yang ada dalam Kitab Imam Asy Syatibi juga di tulis dalam kitab ini dan di tambah tiga qori lain yaitu Imam Abu Ja’far, Imam Ya’qub dan Imam Kholaf.

Selanjutnya, dalam kitab ini setiap qori terdiri dua imam rawi dan setiap imam rawi terdapat 2 imam thoriq dan dari setiap imam thoriq, juga terdiri dari 2 imam thoriq, yang kemudian Imam Ibnu Jazari menadhomkan kitab ini yang diberi nama “Toyyibatunnasr fi qiroah al-Ashr”, yang mana terdiri atas 1015 bait syair.

Adapun untuk imam yang 3 terakhir, Imam Ibnul Jazari menyusunnya dalam bahasan khusus yang diberi nama “Tahbiru Attaisir”. Imam Ibnul Jazari membuat pendekatan sebagaimana pendekatan bahasan dalam Attaisir Kitab Addani, yaitu dari setiap imam qori ada 2 imam rawi dan dari setiap imam rawi satu imam thoriq dan kemudain Imam Ibnul Jazari menadzhomkan kitab tersebut sebagaimana Nadzom Asy Syatibiyah dengan nama Matan Ad-duroh Al-Mudiyah yang terdiri dari 241 bait syair. Jika rujukan para ulama dalam bacaan merujuk ke kitab ini maka disebut ‘ala Toyyibatunnasr (Al Misbah).

Itulah sebabnya antara Matan Asy-Syatibiyah, Toyyibah An-nasr dan Adduroh al-Madiyah, para ulama dan pembelajar al-Qur’an berusaha menjaga dan mempraktekkan dalam bacaan Al-Qur’an materi qiro’ah sesuai dengan babnya masing-masing, artinya setiap apa yang dikarang dari Imam Asy Syatibi dan Imam Ibnul Jazari semuanya memberikan fadilah tersendiri ,untuk praktek bacaan harus Musyafahah Bertalaqi dengan seorang yang ahli dalam Bidang Ilmu Qira’at.

Jadi, seberapapun teori dan kitab yang kita kuasai dalam masalah bidang Ilmu Qira’ah jika tidak bertalaqqi dengan ahlinya maka tidak akan kita ketahui tata cara bacanya. Jika digabungkan antara Matan Asy Syatibiyah dan Adduroh maka lahir dari para ulama Istilah Al Asr Assughro sedangkan At-toyibah sendiri di sebut Al-Asr Al-Kubro.

Maka demikianlah asal usul dikarangnya Matan Ad-Durroh al-Madiyah oleh Imam Ibnul Jazari sebagai pelengkap tak terpisahkan dari Tata Cara Bacaan Al-Qur’an dalam khazanah Ilmu Qira’at. Dan Alhamdulillah, penulis bersyukur masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk mengikuti Majelis Ilmu Tajwid dan Qiraat bersanad oleh Ustadzuna Abu Abdillah al-Batawy pada Hari Ahad, 23 Syawal 1444 H / 14 Mei 2023 M, yang mana salah satu diantaranya yang diijazahkan tersebut adalah Kitab Matan (Nadzhom) Addurroh al-Mudiyah.

Semoga catatan singkat ini dapat selalu menjadi pengingat bait-bait Nadzhom Addurroh al-Mudiyah yang telah penulis terima ijazah sanadnya, beserta syarahnya yang penulis pelajari dari berbagai referensi dan catatan ulama lainnya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene, 15 Mei 2023

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

KELUAR