Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Meraih Ijazah Sanad Matan Tuhfatul Qurra Syaikh Muhammad bin Muhammad Halali Al-Abyari

Meraih Ijazah Sanad Matan Tuhfatul Qurra Syaikh Muhammad bin Muhammad Halali Al-Abyari

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Silabus Hafalan Mutun Thalibul ‘Ilmi

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat menerima ijazah khusus dengan syarat yang mu’tabar untuk Kitab Matan Tuhfatul Qurra karya Syaikh Muhammad bin Muhammad Halali Al-Abyari (Nomor Sertifikat: No. 41/IJAZAH/MTI/X/24, Tanggal 07 Oktober 2024 / 4 Rabiul Akhir 1446 H dari ustadzuna, Ustadz Dhani al-Farisy, Abu Abdillah al-Batawy, Founder Markaz Thalabul Ilmi (MTI).

Kitab Matan Tuhfatul Qurra merupakan Kitab Panduan Ringkas atau rujukan dasar dalam mempelajari Ilmu Tajwid. Kitab ini disusun secara ringkas dan padat, namun mencakup materi yang sangat penting untuk memahami kaidah-kaidah bacaan Al-Quran dengan benar.

Sebagaimana lazimnya Kitab Matan, maka tentu penamaan ini merujukan merujuk pada teks pokok suatu kitab, yang biasanya disusun secara ringkas dan padat. Matan ini kemudian seringkali disertai dengan syarah atau penjelasan yang lebih detail, namun dapat dihafalkan dengan cara dinadhomkan.

Apa saja isi Singkat Kitab Matan Tuhfatul Qurra? Kitab Matan Tuhfatul Qurra secara umum membahas berbagai aspek penting dalam ilmu tajwid, di antaranya: Hukum-hukum nun dan tanwin: Bagaimana cara membaca huruf nun dan tanwin pada akhir kata, Hukum-hukum idgham dan ikhfa: Bagaimana cara membaca huruf-huruf tertentu ketika bertemu dengan huruf lainnya, Hukum-hukum qalqalah dan waqaf: Kapan harus dilakukan qalqalah (getaran) pada huruf tertentu, dan kapan harus diwaqaf (berhenti) dalam membaca Al-Quran, Hukum-hukum mad: Berbagai jenis mad (panjang) dan hukum-hukum yang berkaitan dengannya, dan lain sebagainya.

Sebagai sebuah Kitab Matan, maka tentu pula Kitab Matan Tuhfatul Qurra ini, disusun oleh penulisnya secara ringkas dan padat, sistematis dan komprehensif untuk menguatkan pemahaman akan dasar Ilmu Tajwid, memudahkan menghafalnya, serta sebagai referensi tambahan dalam untuk mempelajari kitab-kitab tajwid lainnya yang lebih lengkap.

Bagaimana Cara Mempelajarinya? Untuk mempelajari Matan Tuhfatul Qurra, sebaiknya mengikuti beberapa langkah berikut, yaitu:  (1) Mencari Guru: Carilah seorang guru yang ahli dalam bidang tajwid, (2) Membaca Terjemahan: Bacalah terjemahan matan ini agar lebih memahami maksud dari setiap kalimat, (3) Menerapkan pada Praktik: Terapkan langsung apa yang telah dipelajari dalam membaca Al-Quran, dan (4) Muraja’ah, Berulang-ulang: Ulangi terus menerus bacaan dan hafalan matan ini agar semakin mahir. Dalam Mempelajari ilmu tajwid membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Jangan pernah menyerah dan teruslah berlatih.

* * *

Teruntuk Ustadzuna, Ustadz Dhani al-Farisy. Abu Abdillah al-Batawy yang telah mengijazahkan Kitab Matan Tuhfatul Qurra karya Al-Allamah Syaikh Muhammad bin Muhammad Halali Al-Abyari (إجازة تحفة القراء للشيخ العلامة محمد بن محمد هلالي الأبياري رحمه الله ) ini semoga senantiasa diberikan ampunan Allah Subhanahu wa ta’ala, dilimpahkan nikmat kesehatan kepada beliau, keluarga dan para gurunya, serta terkhusus waktu luang dan kesempatan kepada beliau untuk selalu mendakwahkan agamaNYA dalam mewariskan sanad keilmuannya.

Untuk Kitab Matan Tuhfatul Qurra karya Al-Allamah Syaikh Muhammad bin Muhammad Halali Al-Abyari ini, beliau meriwayatkannya dari banyak masyaikh diantaranya dari:

 

الشيخ المعمر محمد إبراهيم الطواب وهو عن الشيخ محمد بن حسين بن عبد رب الرسول العامري

وهو عن شيخه العلامة محمد بن محمد هلالي الأبياري

 

Semoga catatan singkat ini dapat menjadi pengingat ijazah dalam mempelajari dan mengkaji secara khusus Kitab Matan Tuhfatul Qurra karya Al-Allamah Syaikh Muhammad bin Muhammad Halali Al-Abyari  tersebut. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene, Tanggal 07 Oktober 2024 / 4 Rabiul Akhir 1446 H

 

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

 

KELUAR