Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Meraih Ijazah Sanad Mutun Lintas Qiraat

Meraih Ijazah Sanad Mutun Lintas Qiraat

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Mengenal 10 Imam Qiro’at yang Mu’tabar

BLOGGURU – Alhamdulillah, pada Hari Senin kemarin, 21 Agustus 2023 Pukul, 20.00 WIB, penulis berkesempatan mengikuti majelis sama’ wal ijazah Kitab Mutun Lintas Qiraat, yaitu Hirzul Amani, Ad-Durroh, Thayyibah, dan Fawaid Al- Mu’tabaroh yang dibawakan oleh Ustadzuna, Ustadz Abu Abdillah al-Batawi, Founder Markaz Thalabul Ilmi.

Selengkapnya Kitab Mutun Lintas Qiraat yang diijazahkan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Hirzul Amani (Manzhumah Asy-Syathibi) – Qira’at 7

Kitab Hirzul Amani wa Tajhit Tahani atau lebih dikenal dengan Matn Asy Syatibi ini membahas tentang ragam Qiraat Al-Qur’an mutawatir yang diriwayatkan para Imam Qiraat tujuh, yaitu: Imam Nafi’, Imam Ibnu Katsir, Imam Abu ‘Amr, Imam Ibnu ‘Amir, Imam ‘Ashim, Imam Hamzah, dan Imam ‘Ali al-Kisai. Pembahasan ilmu qiraat dalam Matan Syathibiyah  mampu menggubah kajian ragam Qiraat Al-Qur’an yang rumit ke dalam bait-bait Qashidah yang sangat estetik dengan menggunakan Bahar Thawil (salah satu notasi bait syi’ir dalam bahasa Arab).

Kitab Hirzul Amani atau Matan Syathibi dapat dihafalkan dalam bentuk Qasidah. Keseluruhan baitnya ber-Qafiyah (akhir sebuah Qashidah) “La”, yang ketika dilafalkan terasa indah, dan ketika dihafalkan terasa mudah. Pada setiap susunan paragrafnya dilengkapi dengan wazan dan qofiyah sehingga mempermudah pembaca dalam membaca maupun menghafalnya, memuat 111 halaman dengan sekitar 65 bab dan 1173 bait nadzam atau sya’ir.

Kitab yang disusun oleh Imam  Asy Syatibi ini sangat direkomendasikan untuk para penghafal Al Qur’an, santri dan guru Tahfidz Al Qur’an.  Imam Syatibi adalah Ulama yang cukup masyhur dalam dunia qira’at. Nama lengkapnya  Imam Al Qosim bin Firruh bin Khalaf bin Ahmad asy Syatibi al Andalusi. Beliau dikenal dengan karangan kitabnya yang menjadi rujukan umat muslim dalam mempelajari ilmu qiraah sab’ah.

Dari Hirzul Amani Matn Syatibiyah, 7 Qiraat yang dimaksud adalah (1) Qiraat Imam Nafi’ (Madina) dan 2 Perawinya Qalun, dan Warsh, (2) Qiraat Imam Ibnu Katsir (Makkah) dan 2 Perawinya :  Bazzi, dan Qunbul, (3) Riwayat Imam Abu ‘Amru (BaSra: Iraq) dan 2 Perawinya Duri, dan Susi, (4) Qiraat Imam Ibn ‘Amir (Syam) dan 2 Perawinya Hisham, dan Ibn Zakwaan, (5) Qiraat Imam Aashim (Kufah: Iraq) dan 2 Perawinya : Syu’bah, dan HafS, (6) Qiraat Imam Hamzah (Kufah: Iraq) dan 2 Perawinya:  Khalaf , dan Khallad, (7) Qiraat Imam Al-Kisaa’i (Kufah: Iraq) dan 2 Perawinya:  Abul Haarith, dan Duri.

Lihat: Terjemah Matn Syatibiyah – 1 (Muqaddimah), Matn Syatibiyah – Bab Isti’adzah, Basmalah dan Surah Ummul Qur’an (2), Download: Kitab Matn Syatibiyyah Hirzul Amani

Hirzul Amani, Ad-Durroh, Thayyibah, dan Fawaid Al- Mu'tabaroh

Ijazah Sanad Hirzul Amani, Ad-Durroh, Thayyibah, dan Fawaid Al- Mu’tabaroh. (foto: ist/*)

2. Ad-Durroh Al-Muhdhiyah – Pelengkap Qira’at 7, Asyrah Shughra

Kalau 10 Qiraat Sughra disamakan dengan “Al-‘Ashara As-Sughra”, sebagaimana contohnya: “tawassut al-munfaSil” =dibaca 4,5 harakat, melainkan imam Ja’fah dan imam Ya’kub = 2 harakat) dimana terdiri daripada: Toriq As-Syatibiyyah(7) + Toriq Ad-Durrah(3) = 10 imam Qura’ dan perawi-perawi mereka.

Kalau 7 Qiraat berpandukan kepada kitab “Hirzul-amani wa wajhu al-tahani” susunan Imam Syatibi mengandungi 1,173 rangkap syair. (disebut juga “Matan As-Syatibiyyah”) dimana Imam Syatibi memilih hanya satu Toriq bagi setiap Riwayat, maka 3 Qiraat tambahan dilengkapi dari kitab “Ad-Durrah” oleh Imam Ibn al-Jazari, yang mengandungi 241 rangkap syair (disebut juga “Matan Ad-Durrah” dimana tetap mengikuti acuan matan Syatibiyyah. Oleh karena itu, Matn Ad-Durroh disebut sebagai pelengkap bagi 10 Qiraat Sughra, dimana tetap 1 toriq bagi setiap perawinya.

Dari Matan Ad-Durrah, 3 Qiraat yang dimaksud adalah: Qiraat Abu Ja’far Al-Madani (Madinah) dengan perawi Ibnu Wardan dan Ibnu Jammaz, Qiraat Ya’qub Al-Basri dengan perawi Ruwais, dan Rauh, dan Qiraat Khalaf Al-‘Asyir dengan perawi Ishaq, dan Idris.

3. Thayyibatun Nasyr – Qira’at Asyr Kubra

Matn Tayyibatun Nasyr memuat 10 Qiraat kubra atau lazim disebut “Qiraat Al-‘Ashara Al-Kubra”, contoh: “qasr al-munfaSil” = 2 harakat.

Thoriq An-Nashr (Kitab an-Nasyr Fi al-Qiraat al-`Asyr) susunan Imam Ibn al-Jazari mencakup 10 Qiraat Kubra, dimana terdiri dari 10 imam Qura’ yang sama seperti di atas dan perawi-perawinya (Tetapi dengan penambahan Thoriq-thoriq yang banyak).  Kitab ini telah di”matan”kan oleh Ibn al-Jazari, dan disebut “Matan Toyyibah an-Nasyr Fi al-Qiraat al-`Asyr” mengandungi 1,015 rangkap syair. (Jangan keliru dengan Matan Al-Jazariyyah, yaitu kitab tentang Tajwid). Dikatakan al-kubra kerana ia mengandungi thoriq-thoqiq yang tak disebut di dalam as-sughra.

Adapun perawi-perawi yang ambil langsung dari imam Qiraat tanpa perantaraan adalah Qaloon dan Warasy – langsung dari imam Nafi’ ,  Syu’bah dan HafS – langsung dari imam ‘Ashim, serta Abu Harith dan Durri – langsung dari imam Kisha’i

Perawi-perawi yang  ambil dari imam Qiraat menerusi perantaraan adalah:

Yang lagi 7 Qiraat, perawi-perawinya ambil bacaan menerusi guru-guru di atas mereka yang ambil langsung dari imam Qiraat masing-masing.

> Bazzi dan Qunbul ambil dari guru masing-masing. Guru-guru itu pula ambil dari guru yang sama, Al-Qist, yang ambil dari Shibl, yang ambil dari imam Qiraat yaitu Ibn Kathir.

> Durri dan Sussi – ambil dari guru yang sama, Yazid, yang ambil dari imam Qiraat yaitu Abu ‘Amru.

> Hisham dan Ibn Zakwan, ambil dari guru masing-masing. Guru-guru itu pula ambil dari guru yang sama, Al-Thamari, yang ambil dari imam Qiraat yaitu Ibn ‘Amir

> Khallaf dan Khallad sama-sama ambil dari guru yang sama, Sullim b. Isa yang ambil dari imam Qiraat yaitu Hamzah.

Pemilihan 7 imam Qiraat dan 2 perawi masing-masing berdasarkan pemilihan Ibn Mujahid (329 Hijrah).

4. Fawaid Al-Mu’tabaroh – Qira’at 14

 

Demikianlah sedikit penjelasan tentang Mutun Lintas Qiraat yang telah penulis terima ijazah sanadnya dari Ustadzuna, Ustadz Abu Abdillah al-Batawi. Semoga bermanfaat adanya, dan bagi diri al-faqir, sebagai pemantik dan penyemangat dalam menekuni Ilmu Qiraat. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

KELUAR