
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Tips Sukses Menguasai Ilmu-ilmu Kepesantrenan
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, dapat terus mengikuti majelis ilmu/dauroh ilmiyyah dan menguatkan pemahaman terhadap berbagai kajian kutub ulama, termasuk diantaranya 3 kutub tajwid (ilmu tajwid) yang terkenal, yaitu Kitab Matn Tuhfatul Athfal karya Imam al-Jamsuri, Kitab Matn al-Muqaddimah al-Jazariyah karya Imam al-Jazari, dan Kitab Matn Salsabil Syafi’i karya Imam Utsman Murad.
Ketiga kitab matn ilmu tajwid tersebut telah penulis peroleh ijazah sanadnya sebelum mempelajari kitab syarahnya (penjelasannya), yaitu Kitab Gayatut Tashil fi Syarah Tuhfah wal Jazariyah wa Salsabil fi Tajwidil Qur’anil Karim karya Syaikh Ahmad Syamir Ahmad Abdul Ghani al-Azhari yang diterbitkan oleh Penerbit Dar al-Shofwa-Jumhuriyah Mishr al-Arabiyah, al-Azhar.
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Syaikh Ahmad Syamir Ahmad Abdul Ghani al-Azhari aktif menjadi pemateri/mujaz atas kitab yang disusunnya ini, Kitab Gayatut Tashil fi Syarah Tuhfah wal Jazariyah wa Salsabil fi Tajwidil Qur’anil Karim dan memberikan sanad secara khusus bagi yang mempelajari kitabnya ini atau yang mengikuti majelisnya.
Ghayatut Tashil secara bahasa, dimaknai “sangat mudah”, namun secara istilah, yang dimaksud Tashil adalah salah satu hukum tajwid, menyangkut bacaan, artinya lunak atau meringankan. Tashil adalah membaca antara hamzah dan alif ; hamzah pertama dibaca tahqiq (jelas) dan pendek, sedangkan hamzah kedua dibaca tashil.
Pengertian Tashil (تسهيل) secara bahasa berasal dari kata sahhala-yusahhilu-tashiilan (تسهيل يسهل سهل) yang artinya memberi kemudahan, keringanan atau menyederhanakan hamzah qatha’ yang kedua. Secara istilah menurut istilah qira’ah artinya membaca antara Hamzah (ءَ) dan Alif (ََاَ۬).
Tashil merupakan bentuk dari masdar yang mengikuti wazannya (timbangan, acuan, atau rumus). Cara membaca Tashil menurut kaidah tajwid yaitu dengan membunyikan Hamzah antara Hamzah dan Alif yakni dengan maksud untuk meringankan Hamzah. Artinya, suara yang keluar bukan hamzah murni dan bukan pula Alif murni.
Bacaan tashil ini memang tidak sesuai dengan kaidah bunyi dalam ilmu al-ashwat. Bacaan-bacaan tersebut dikenal dengan istilah gharib, yang merujuk kepada isim sifat dari kata “gharaba – yaghribu” yang artinya tersembunyi atau samar.
Menurut ulama Qurra‟, gharib artinya sesuatu yang perlu penjelasan khusus karena samarnya pembahasan atau karena rumitnya permasalahan baik dari segi huruf, Lafal, arti maupun pemahaman yang terdapat dalam Al Quran. Adapun bacaan gharib ada 4 macam antara lain: imalah, isymam, tashil, naql, mad/Qashr.
Contoh Bacaan Tashil Dalam qiraah Imam Ashim riwayat Hafs hanya ada satu bacaan tashil dalam Al Quran, yaitu pada Surat Fushilat ayat 44.
Latin: a’a‘jamiyyuw wa ‘arabiyy(un)
Artinya:
Apakah patut (Al-Qur’an) dalam bahasa selain bahasa Arab, sedangkan (rasul adalah) orang Arab? Cara bacanya: a’a‘jamiyyuw yakni hamzah pertama dibaca tahqiq (jelas) dan pendek, sedangkan hamzah kedua dibaca tashil. Di tengah-tengah antara huruf hamzah dan huruf ha, sehingga lafal yang keluar tidak seperti hamzah tidak juga seperti ha, akan tetapi Lafal yang keluar di tengah – tengah kedua huruf tersebut (samar-samar).

Ijazah Kitab “Ghayatut Tashil dan tanda tangan penyusunnya, Syaikh Syamir Ahmad Abdul Ghani al-Azhary. (foto: ist/*)
Itulah tadi salah satu contoh Bacaan Tashil dalam Al Quran dan cara bacanya yang benar sesuai kaidah ilmu tajwid. Untuk ijazah sanad dari ketiga kitab matn tajwid–yang telah diikuti majelisnya dan bahkan ujiannya–sebagaimana pula disebutkan disyarah (diberi penjelasan) dalam Kitab “Ghayatut Tashil” ini, serta hal ulasan kitab ilmu tajwid terkait lainnya bisa dilihat catatannya dalam link postingan berikut:
– Dalam Sepekan, Raih Tiga Ijazah Sanad Kitab Matan Ilmu Tajwid
– Mengapa Mesti Belajar Matan Tuhfatul Athfal?
– Matan Tuhfatul Athfal dan Terjemahnya
– Tentang Tuhfatul Athfal: Pengarang, Isi dan Artinya
Untuk download kitabnya, silakan klik link dibawah ini:
1. Kitab Matn Tuhfatul Athfal; Free Download: Kitab Matn Tuhfatul Athfal
2. Kitab Matn al-Muqaddimah al-Jazariyah; Free Download: Kitab Matn Al-Muqaddimah al-Jazariyah dan Kitab Fathu Rabbil Bariyah – Syarh al-Muqaddimah al-Jazariyah
3. Kitab Matn Salsabil as-Syafi’i; Free Download: Kitab Matn Salsabil as-Syafi’i, Terjemah dan Syarh Salsabil as-Syafi’i
Demikianlah beberapa catatan dari majelis ilmu/dauroh ilmiyyah kitab matan ilmu tajwid yang pernah diikuti. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
Pangkep, 3 September 2023 M/Ahad, 17 Safar 1445 H
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Al-Qur’an-Hadits/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep, Sulsel.