Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Meraih Kelulusan Kursus Online Sekolah Baca Kitab #7

Meraih Kelulusan Kursus Online Sekolah Baca Kitab #7

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat mengikuti Sekolah Baca Kitab (SBK) Gelombang 7 (batch #7) dari SBK Al-Fath yang berlangsung selama 5 bulan, dari tanggal 12 Rabiul Akhir 1441 H sampai dengan tanggal 9 Ramadhan 1441/9 Desember 2019 – 2 Mei 2020.

Apa itu Sekolah Baca Kitab? Sekolah Baca Kitab adalah Kursus Online yang menargetkan peserta dapat membaca Kitab Kuning, yaitu Kitab Berbahasa Arab Gundul yang berisi beragam khazanah keilmuan Islam, seperti Ilmui Tauhid, Aqidah-Akhlaq, Ulumul Qur’an, Ulumul Hadits, Ilmu Fikih, Ilmu Tajwid, dan lain sebagainya.  Tak mudah untuk bisa dan mahir membaca kitab kuning, karena salah satu kuncinya harus menguasai dengan baik ilmu gramatika Arab, yang lazim disebut sebagai kaidah Nahwu-Shorof.

Dalam Sekolah Baca Kitab (SBK) Al-Fath, referensi utama yang dipakai adalah Buku Panduan Praktis Membaca dan Menerjemah Kitab Arab karya Muhammad Abdul Fatah, Founder dari SBK al-Fath itu sendiri, ditambah Kitab Arkaanul Islam karya Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid al-Atsari dan Kitab Mulakhkhoshu Kitabit Thohaaroti karya Saikh Abdullah bin Humaid al-Falasi sebagai referensi latihan membaca kitab kuning (kutub turots).

Panduan Membaca Kitab Kuning - SBK al-Fath. (foto: ist/*)

Panduan Membaca Kitab Kuning – SBK al-Fath. (foto: ist/*)

Mengapa harus mengikuti Sekolah Baca Kitab ini? Ya, tentu karena alasan yang sangat mendasar, yaitu penulis sendiri belum terlalu mahir dalam membaca kitab kuning. Penulis sendiri tidak pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren yang terbiasa menghafal kaidah-kaidah Nahwu-Shorof. Penulis sendiri hanya belajar Bahasa Arab percakapan ketika menempuh sekolah di SMP Muhammadiyah, pernah pula kuliah di Ma’had al-Birr litta’limil Lughatil Arabiyah wad Dirasah Islamiyah, Jami’ah Muhammadiyah Makassar, namun tak sampai selesai, sehingga penulis merasa masih sangat butuh belajar, dan bahkan mulai dari awal lagi, Bahasa Arab dan kaidah-kidahnya.

Satu tahapan kecil telah penulis lewati dalam SBK ini, karena pada akhirnya, penulis dapat meraih sertifikat kelulusan pada Tanggal 11 Mei 2020 M/18 Ramadhan 1441 H. Semoga hal ini dapat menjadi pemicu dan pemacu dalam belajar beragam khazanah keilmuan Islam, belajar langsung dari Kitab-kitab Ulama (Kutub Turots).

Catatan ini hanya sebagai pengingat kegiatan pembelajaran yang telah penulis lewati, sebagai “Thalabul Ilmu”, Penuntut Ilmu dalam menata langkah kecil pemahaman Bahasa Arab dan Ajaran Islam. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 15 Mei 2020.

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

KELUAR