Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Tahun 2025 Raih 6 Gelar Non Akademik (Internal Degree) dari IQI

Tahun 2025 Raih 6 Gelar Non Akademik (Internal Degree) dari IQI

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri bahwa dalam Tahun 2025 ini, penulis menyelesaikan program pembelajaran Ilmu Tajwid dan Ilmu Qiraat dari International Qiraat Institute (IQI) yang berbasis di Indonesia dengan Founder/Direktur, Abul Kahf Irmawan R. Bajamal. Atas penyelesaian program pendidikan berjenjang tersebut dengan kurikulum internal IQI sendiri, penulis dianugerahkan gelar non akademik (internal degree).

𝗣𝗿𝗼𝗳𝗶𝗹 𝗦𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 IQI

Ma’had ‘Aly Lughah wal Qiraat, lembaga swasta setingkat perguruan tinggi islam pasca madaris/ma’ahid salafiyyah, yang berfokus pada ilmu-ilmu lughah dan qiraat al Quran. IQI berdiri Selasa, 31 Desember 2024. Himmah kami, Menjadi lembaga pendidikan pesantren tinggi bahasa al Quran berkualitas dan kompetitif, seraya menjadikan lulusan kami menguasai ilmu-ilmu lughah, qiraat, rosm, dhobt, addul ayy, mashahif, serta ilmu-ilmu Al Quran bersanad. ️

𝗦𝗶𝘀𝘁𝗲𝗺 𝗱𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗸𝘁𝘂 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗹𝗶𝗮𝗵𝗮𝗻 IQI

Perkuliahan dilakukan 3x dalam seminggu. Jadi 12 majlis dalam sebulan X 6 bulan = 72 majlis. Dilakukan secara online telegram dan mandiri oleh mahasantri, sehingga tidak ada jadwal kuliah yang konstan, dengan menggunakan modul kuliah: rekaman video telegram sharescreen materi, catatan, textbook dan sesi konsultasi via whatsapp.

Adapun gelar non akademik (internal degree) yang penulis peroleh tersebut (dengan keterangan Subject Pembelajaran/Modul Kursus yang diselesaikan) adalah:

Certified Arabic Teacher (CAT), setelah menyelesaikan Subject Pembelajaran/Kutub yang dibahas: Kitab Tashrif Izzi, Nadzhom Maqsud, Syadzal Arf fi Fannis Sharfi, Matn Al-Ajurumiyyah, Nadhom ‘Imrithi, Mutammimah Ajurumiyah, Kawakib Durriyyah, Lamiyatul Af’al, dan Matn Alfiyah Ibnu Malik. Selengkapnya lihat disini: Meraih Certified Arabic Teacher (C.AT)

Certified Litterateur (CL). Lihat disini: Meraih Certified Litterateur (C.L) dalam Majelis Ilmu Balaghah IQI

Certified in Qiraat (CQ). Lihat catatannya disini: Meraih “Certificate in Qiraat” dari IQI. Lihat Sertifikatnya disini: Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M. dan disini: Muhammad Farid Wajdi, Certified Qiraat

Diploma in Arabic (Dipl. A) setelah menyelesaikan Subject Pembelajaran: Syadzal Arf fi Fan Al-Sharf, Jurumiyah fi An-Nahwi, Khulashoh Alfiyyah fi Nahw wa Sharf, Sullam Munawraq fi Al-Mantiq, Al-Jauhar al-Maknun fi Al-Balaghah, Uqudul Juman fi al-Ma’ani wa al-Bayan, Khozrojiyyah fi Al-Arudh wa al-Qowafi, dan Al-Mu’allaqat al-Asyr., Lihat Sertifikatnya disini: Muhammad Farid Wajdi, S.H.I, M.M., Diploma in Arabic

Diploma in Qiraat Education (Dipl. Ed), dengan silabus/subject pembelajaran:

 

 بداية الهداية وتهذيب النفوس بالآداب الشرعية للإمام الغزالي ، أخلاق العلماء للإمام الآجري ، آداب المعلمين للإمام ابن سحنون، رياضة المتعلمين للإمام ابن السني

 

Syahadah fil Qiraat (SQ) setelah menyelesaikan Subject Pembelajaran: Muqaddimah fil Qiraat, Ushul Tajwid wal Fashahah, Ushul Qiraat Asyr Shugra, Ushul Qiraat Asyr Kubra, Ushul Qiraat Arba’ Syadzah, Ushul Rasm Utsmani, Ushul Dhobt Qurani, dan Ushul Addul Aay.

 

الآداب والسنة النبوية – علوم القرآن والحديث – علوم اللغة وآدابها – أصوات العربية وحروفها – تجويد القرآن و وقوفه – أسانيد القراءات ونقدها – أصول القراءات العشر الصغرى – أصول القراءات العشر الكبرى – أصول القراءات الأربع الشاذة – أصول القراءات العشر النافعية – علوم المصحف الشريف ( الرسم والضبط والعد ) – علم التربية الإسلامية – علم النفس التعليمي – علم الإشراف التربوي – طرائق تدريس القراءات – مهارس تدريس القراءات – إدارة مدارس القراءات – البحث العلمي – الإجازة و الشهادة

 

Demikian catatan singkat ini dan terima kasih yang tak terhingga kepada Ustadzuna, Syaikh Abul Kahf Irmawan R. Bajamal atas pembelajaran dan ijazah sanad yang diperoleh. Syukron wa Djazakumullah khair. Semoga jalan menuntut ilmu ini menjadi asbab kemudahan menuju surganya. Amiin Ya Rabbal ‘Alamin.

***

Perlu penulis sampaikan sebelumnya bahwa Gelar Non-Akademik Internal (Internal degree) adalah sebuah gelar atau sebutan yang dikeluarkan oleh suatu lembaga pendidikan, yayasan, atau organisasi tertentu yang tidak berada di bawah pengawasan otoritas pendidikan formal pemerintah (seperti Kemendikbudristek atau Kemenag di Indonesia). “Internal Degree” ini dikeluarkan secara mandiri oleh lembaga/yayasan tertentu yang menyelenggarakan pendidikan khusus, dalam hal ini: Bahasa Arab, Ilmu Tajwid dan Ilmu Qiraat dari IQI. Materi pembelajaran (Kurikulum) disusun berdasarkan standar lembaga itu sendiri, bukan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi, jadi terkait legalitas. Gelar Non Akademik ini sah secara internal organisasi tersebut, namun tidak memiliki kekuatan hukum dalam administrasi negara atau sistem ijazah nasional.

Bagaimana mekanisme pemberian gelar non akademiknya? IQI membuat sebuah program pelatihan atau “kuliah” jangka panjang dan setelah peserta menyelesaikan seluruh modul dan lulus ujian maka Lembaga memberikan sertifikat kelulusan. Lembaga (IQI dalam hal ini) memberikan hak kepada lulusannya untuk mencantumkan singkatan gelar tertentu di belakang nama sebagai bentuk apresiasi atas spesialisasi ilmu yang telah dikuasai.

Perbedaan dengan Gelar Akademik Formal

Aspek Gelar Akademik (S.Ag, S.Pd, S.H.I) Internal Degree (C.AT, CL., CQ., Dipl.A., Dipl.Ed, SQ)
Pengakuan Negara Diakui negara dan dunia kerja formal. Hanya diakui di komunitas atau lembaga terkait.
Ijazah Terdaftar di PDDIKTI (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi). Tidak terdaftar di PDDIKTI.
Kegunaan Karir Syarat CPNS, lanjut S2 formal, atau kenaikan pangkat. Syarat mengajar di lembaga internal atau bukti keahlian spesifik.
Fokus Ilmu Luas dan mencakup mata kuliah umum. Sangat spesifik dan mendalam pada satu bidang saja.

Mengapa banyak pelajar/pembelajar tertarik mengambil Internal Degree? Ya, Meskipun tidak bisa digunakan untuk mendaftar CPNS atau melamar ke perusahaan besar sebagai syarat ijazah utama, internal degree sangat diminati karena: (1) Prestise Kompetensi. Menunjukkan bahwa seseorang memiliki keahlian khusus yang tidak diajarkan di kuliah umum (misalnya spesialis Qiraat atau Tajwid). (2) Ijazah Sanad. Dalam hal memahami khazanah keilmuan Islam, yang dikejar bukan gelarnya, melainkan berguru langsung kepada para ulama yang bersanad (memiliki garis silsilah keilmuan) yang menyertainya. (3) Jaringan (Networking). Masuk ke dalam komunitas ahli di bidang tersebut.

Bagi penulis sendiri, komitmen pertama tentu adalah belajar dan memperluas pemahaman akan khazanah keilmuan Islam, bukan gelarnya. Penulisan catatan ini hanya sebagai pengingat kegiatan yang telah diikuti, bukan dengan maksud membanggakan diri. Bisa-bisa jatuhnya ke riya’ dan ujub (membanggakan diri) dengan gelar atau sebutan apapun itu. Penulis sendiri tidak pernah berencana memakai gelar non akademik tersebut secara resmi di belakang nama. Dan seperti itu pula, yang ingin penulis sarankan kepada teman dan sahabat yang memiliki “gelar non akademik”. Jangan mencantumkan gelar ini dalam dokumen resmi negara seolah-olah itu adalah gelar sarjana formal karena bisa dianggap sebagai pemalsuan gelar akademik (jika digunakan untuk penipuan administrasi). Intinya, raih ilmunya saja, karena setiap ilmu itu perlu guru dan berguru kepada yang lebih ahli. Mari fokus pada ilmu dan pemahaman yang harusnya menyertainya, karena nilai jual utama dari internal degree adalah bukti bahwa Anda benar-benar menguasai materi tersebut secara mendalam. Barakallahu fiikum. (*)

Minasatene-Pangkep, 27 Desember 2025

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

KELUAR