Related Post: Pelatihan “Spesial Pintar Merdeka” di Situs Pintar Kemenag RI
IMMIMPANGKEP – Beberapa waktu lalu, Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia – Pendidikan dan Keagamaan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI menyelenggarakan kegiatan “Short Course: Menjadi Content Creator” Angkatan III yang diselenggarakan lewat Platform MOOC (Massive Open Online Course) Pintar Kemenag RI, dari tanggal 23-27 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, pembina, pengasuh pesantren, pengembang potensi siswa, mahasiswa, dan santri seluruh Indonesia.
Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, 2 santriwati kelas XII Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep mengikuti kegiatan MOOC “Short Course: Menjadi Content Creator” tersebut dan meraih Nilai “Sangat Kompeten”. 2 Santriwati Putri IMMIM tersebut adalah Aqilah Sadira Dewi R dan Trisna Dewi Agustin. “Alhamdulillah, bisa lulus. Terima kasih tak terhingga kami telah difasilitasi dalam mengikuti kegiatan MOOC Pintar Kemenag ini. Alhamdulillah Nilainya “Sangat Kompeten” dan sertifikatnya berlaku nasional, dikeluarkan oleh Kemenag RI”, ujar Aqilah Sadira Dewi R yang juga Wakil Ketua OSIS ini.
Hal yang sama diungkapkan Trisna Dewi Agustin. “Alhamdulillah, tak menyangka, Guru/Pembina menunjuk kami mengikuti kegiatan MOOC Pintar Kemenag ini. Terima kasih semuanya kami lewati dengan baik dan mendapatkan nilai sangat kompeten”, ujar Trisna Dewi Agustin yang juga Sekretaris Seksi Bahasa OSIS/ISPM Periode 2024/2025 ini.
Dalam MOOC “Short Course: Menjadi Content Creator”, kedua santri dituntut menyelesaikan Tiga Sesi Kursus dan Tiap Sesi masing-masing ada ujiannya. Sesi 1 merupakan sesi pendahuluan, sedang sesi 2 merupakan sesi kelompok dasar dengan tiga materi, yaitu:

Aqilah Sadira Dewi dan Trisna Dewi Agustin. (foto: ist/*)
Humas dan Penanggung Jawab TIK Pesantren, Muhammad Farid Wajdi, mengungkapkan bahwa para santriwati itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga guru/pembina harus melihatnya secara arif, mana minat dan bakatnya yang bisa dimaksimalkan. “Jangan sampai ada santriwati mengatakan bahwa dia tidak memiliki berprestasi hanya karena tidak diberi kesempatan. Alhamdulillah, setiap santriwati akan diberikan kesempatan berprestasi sesuai bakat dan minatnya. Yang penting mereka bisa menaati aturan penggunaan laptop dan gadget dalam lingkungan pondok. Sepanjang untuk kebutuhan pembelajaran dan mengikuti lomba, silakan meminta izin penggunaan laptopnya,” ujar Muhammad Farid Wajdi, yang juga mengikuti MOOC Pintar Kemenag RI yang diperuntukkan bagi guru, salah satunya adalah “Pelatihan Internet Sehat Untuk Anak” serta juga mendapatkan Nilai “Sangat Kompeten”. (Minasatene, 05-09-2025)
Komentar Terbaru