Melalui Konferensi Pemuda Perdamaian ini, para pemuda diajak untuk terlibat aktif dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya perdamaian, toleransi, dan dialog lintas budaya.ย Menurut Therry al-Ghifari, Ketua Yayasan Kita Bhinneka Tunggal Ika, konferensi ini dirancang untuk menghadirkan diskusi interaktif, lokakarya, serta sesi berbagi pengalaman dari berbagai komunitas yang telah bergerak di bidang perdamaian dan demokrasi. “Kita mengharapkan para peserta tidak hanya memperoleh wawasan, tetapi juga mampu membangun jejaring lintas organisasi untuk memperkuat gerakan pemuda dalam merawat kerukunan,” ujarnya.
โPemuda adalah agen penting dalam merawat keberagaman dan menguatkan nilai toleransi. Konferensi ini menjadi ruang untuk belajar, berbagi, sekaligus berkolaborasi,โ ujar Syifa Ana Idris, perwakilan Aliansi Perdamaian dari OSIS/ISPM Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene Pangkep. “Dengan mengusung semangat kolaborasi dalam Konferensi Pemuda Perdamaian, semoga hal ini dapat menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen generasi muda dalam menjaga perdamaian di Indonesia maupun dunia,” tambah Aleeya Nafeesa, yang juga merupakan perwakilan OSIS/ISPM Putri IMMIM dalam Konferensi Pemuda Perdamaian tersebut.

Aleeya Nafeesa, Fonny Meylia, dan Syifa Ana Idris, Tiga Putri IMMIM yang mengikuti Konferensi Pemuda Perdamaian di LPPM Unhas. (foto: ist/*)
Sementara itu, Humas Pesantren, Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M. mengungkapkan bahwa keterlibatan santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene Pangkep, khususnya bagi Pengurus OSIS/ISPM sebagai Peserta Konferensi Pemuda Perdamaian sebenarnya merupakan latihan mengasah skill berorganisasi serta kepedulian dalam melihat banyak masalah sosial dan toleransi. “Insya Allah, kegiatan ini bermanfaat bagi pengembangan wawasan dan interaksi kesepahaman dalam melihat persoalan leadership, perdamaian dan masalah sosial, serta moderasi beragama”, ungkap Muhammad Farid Wajdi, yang juga merupakan Peace Educator/Alumni TFT Pendidikan Perdamaian Kita-Bhinneka Tunggal Ika ini.
Di akhir Konferensi, para peserta melakukan pernyataan sikapย bahwa Dengan semangat United for Peace 2025, Konferensi Pemuda Perdamaian diharapkan menjadi momentum lahirnya gerakan kolaboratif pemuda untuk mewujudkan masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadilan. Para Peserta Konferensi juga mengungkan keperihatinan dan ungkapan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa selama unjuk rasa di Jakarta dan Makassarโalmarhum Affan Kurniawan, Sarinawati, Saiful Akbar, Muh. Akbar Basri, dan Rusdamdiansyah, Rheza Sendy Pratama, juga korban selama peristiwa di beragam kota di Indonesia. (*)



Komentar Terbaru