Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Mengapa Mesti Belajar Matan Tuhfatul Athfal?, Meraih Ijazah dan Sanad Matan Tuhfatul Athfal, Ujian Akhir Daurah Kitab Matan Tuhfatul Athfal
IMMIMPANGKEP – Kitab Matan Tuhfatul Athfal (تحفة الأطفال) adalah salah satu kitab paling ikonik dan fundamental dalam studi ilmu tajwid. Jika baru mulai belajar cara membaca Al-Qur’an dengan benar, kitab ini hampir pasti menjadi “pintu masuk” utama sebelum melangkah ke kitab yang lebih kompleks seperti Matan Al-Jazariyyah.
Apa dan bagaimana isi dari kitab karya Syaikh Sulaiman bin Husain bin Muhammad Al-Jamzuri ini? Secara bahasa, Tuhfatul Athfal berarti “Hadiah untuk Anak-anak”. Namun, kata “anak-anak” di sini tidak hanya merujuk pada usia, melainkan juga para pemula dalam ilmu tajwid. Penulisnya Syaikh Sulaiman Al-Jamzuri, seorang ulama asal Mesir (abad ke-12 H) yang berafiliasi dengan metode pengajaran Syaikh Al-Mihi. Bentuk: Kitab ini berbentuk Nazham (puisi/syair) yang terdiri dari 61 bait. Bentuk bait ini sengaja dipilih agar murid lebih mudah menghafal kaidah-kaidah tajwid melalui rima yang indah.
Bagaimana Struktur dan Isi Bahasannya? Kitab ini sangat sistematis dan berfokus pada hukum-hukum bunyi yang paling sering ditemui dalam Al-Qur’an. Berikut adalah garis besar isinya:
A. Hukum Nun Mati dan Tanwin. Ini adalah bagian paling terkenal, membahas 4 hukum utama: Idzhar Halqi: Jelas (jika bertemu huruf tenggorokan), Idgham: Melebur (ada yang pakai dengung/bighunnah, ada yang tidak/bila ghunnah), Iqlab: Berubah menjadi bunyi “m” (jika bertemu huruf Ba), dan Ikhfa: Samar.
B. Hukum Mim dan Nun Tasydid. Membahas tentang kewajiban membaca dengung yang sangat jelas (Ghunnah) pada huruf Mim dan Nun yang bertanda tasydid.
C. Hukum Mim Mati. Membahas 3 hukum: Ikhfa Syafawi, Idgham Mithlain, dan Idzhar Syafawi.
D. Hukum Lam (Alif Lam & Lam Fi’il). Membahas kapan Alif Lam harus dibaca jelas (Al-Qamariyah) dan kapan harus dilebur (Al-Syamsiyah).
E. Hukum Mad (Panjang-Pendek). Syaikh Al-Jamzuri membagi Mad menjadi dua kategori besar: a. Mad Ashli (Thabi’i): Standar 2 harakat. b. Mad Far’i: Cabang (karena bertemu Hamzah atau Sukun). Di sini dibahas istilah seperti Mad Wajib Muttasil, Jaiz Munfasil, dan lain-lain.
Keistimewaan Kitab Matan Tuhfatul Athfal ini adalah karena ringkas dan padat. Matan Tajwid ini hanya 61 bait, tapi sudah mencakup standar minimal seseorang bisa membaca Al-Qur’an dengan benar. Selain itu, Mudah Dihafal, dengan menggunakan bahar (meteran puisi) Ar-Rajaz yang ritmenya seperti lagu, sehingga anak-anak maupun orang dewasa sangat mudah melantunkannya. Di Pondok Pesantren atau Lembaga Tahfidz, menguasai Matan Tuhfatul Athfal biasanya menjadi syarat sebelum mengambil sanad Al-Qur’an.
Mempelajari kitab ini mengajarkan kita bahwa ketelitian adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap firman Allah. Dengan menjaga makhraj dan panjang-pendeknya suara, kita menjaga orisinalitas Al-Qur’an sebagaimana ia diturunkan. Semoga catatan ini bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.
Tinggalkan Komentar