Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post:
IMMIMPANGKEP – Berikut ini teks dan terjemah Nadhom Baiquniyyah, terdiri atas 34 bait tentang istilah-istilah dalam musthalah hadits, seperti: hadits shahih, hasan, dha’if, marfu’, maqthu’, musnad, muttashil, musalsal, ‘aziz, masyhur, mu’an’an, mubham, ‘ali, nazil, mauquf, mursal, gharib, munqathi’, mu’dhal, mudallas, syadz, maqlub, fard, mu’allal, mudhtharib, mudraj, mudabbaj, muttafiq-muftariq, mu`talif-mukhtalif, munkar, matruk, dan maudhu’.
١ – أَبْدَأُ بِالْحَمْدِ مُصَلِّياً عَلَى … مُحَمَّدٍ خَيْرِ نَبِيٍّ أُرْسِلَا
Artinya:
Aku memulai dengan memuji Allâh dan bershalawat kepada Muhammad Nabi terbaik yang diutus. (bait 1)
Artinya:
Inilah pembagian hadits yang banyak dan setiap bagian datang dengan ciri khasnya. (bait 2)
Artinya:
Yang pertama hadits shahih yaitu yang sanadnya bersambung tanpa adanya syadz dan ‘illat. (bait 3)
Artinya:
Yang diriwayatkan dari perawi adil dan dhabit dari yang semisalnya yang diakui kedhabitan dan penukilannya. (bait 4)
Artinya:
Hadits hasan jalan periwayatannya terkenal tetapi para perawinya tidak seperti hadits shahih. (bait 5)
٦ – وَكُلُّ مَا عَنْ رُتْبَةِ الْحُسْنِ قَصُرْ … فَهْوَ الضَّعِيفُ وَهْوَ أَقْسَاماً كَثُرْ
Artinya:
Setiap hadits yang lebih rendah derajatnya dari hadits hasan disebut hadits dha’if dan ia banyak macamnya. (bait 6)
Artinya:
Apa yang disandarkan ke Nabi adalah hadits marfu’ dan apa yang disandarkan ke tabi’in adalah hadits maqthu’. (bait 7)
Artinya:
Hadits musnad adalah yang sanadnya bersambung dari para perawi hingga al-Musthafa tanpa terputus. (bait 8)
Artinya:
Hadits yang didengar semua perawi dan bersambung sanadnya hingga al-Musthafa adalah hadits muttashil. (bait 9)
Artinya:
Katakanlah, hadits musalsal adalah yang mengandung sifat tertentu seperti: Demi Allâh seorang pemuda mengabarkan kepadaku. (bait 10)
Artinya:
Begitu pula: sungguh dia mengabarkan kepadaku sambil berdiri, atau setelah mengabarkan kepadaku ia tersenyum. (bait 11)
Artinya:
Hadits ‘aziz adalah yang perawinya dua atau tiga, dan hadits masyhur perawinya lebih dari tiga. (bait 12)
Artinya:
Hadits mu’an’an contohnya: dari Sa’id dari Karam, dan hadits mubham adalah jika ada perawi yang tidak disebutkan namanya. (bait 13)
Artinya:
Setiap hadits yang perawinya sedikit disebut hadits ‘ali, dan kebalikannya adalah hadits nazil. (bait 14)
Artinya:
Apa yang disandarkan kepada para shahabat baik ucapan maupun perbuatan adalah hadits mauquf, mengertilah. (bait 15)
Artinya:
Hadits mursal adalah bila perawi shahabat gugur, dan katakanlah hadits gharib itu bila perawinya hanya satu. (bait 16)
Artinya:
Setiap hadits yang keadaan sanadnya tidak bersambung disebut hadits munqathi. (bait 17)
Artinya:
Hadits mu’dhal adalah bila perawi yang gugur dua, dan hadits mudallas ada dua macam. (bait 18)
Artinya:
Pertama: gurunya gugur dengan penukilan di atasnya memakai (عَنْ) dan (أَنْ). (bait 19)
Artinya:
Kedua: gurunya tidak gugur tetapi menyifatinya dengan sifat yang tidak dikenal. (bait 20)
Artinya:
Hadits tsiqah yang menyelisihi jamaah disebut hadits syadz, dan hadits maqlub ada dua macam, bacalah. (bait 21)
Artinya:
Pertama: mengganti perawi dengan perawi lain dan kedua: membalik sanad-matan. (bait 22)
Artinya:
Hadits fard adalah yang periwayatannya diikat dengan satu perawi tsiqah, banyak, atau terbatas. (bait 23)
Artinya:
Hadits yang cacatnya tersembunyi atau tersamar disebut hadits mu’allal menurut pengertian ahli hadits. (bait 24)
Artinya:
Hadits yang sanad atau matannya berbeda disebut hadits mudhtharib menurut ahli hadits. (bait 25)
Artinya:
Hadits mudraj adalah hadits yang tercampuri sebagian lafazh perawi. (bait 26)
Artinya:
Setiap hadits yang diriwayatkan oleh perawi segenerasi dari saudaranya adalah hadits mudabbaj, maka ketahuilah ini dengan baik. (bait 27)
Artinya:
Hadits yang lafazh (pengucapan) dan khat (tulisan) perawi sama disebut hadits muttafiq, dan kebalikan apa yang kami sebutkan adalah hadits muftariq. (bait 28)
Artinya:
Hadits mu`talif adalah jika hanya khat nama perawi yang sama, dan kebalikannya adalah hadits mukhtalif, maka hati-hatilah jangan salah. (bait 29)
Artinya:
Hadits munkar adalah yang perawinya menyendiri dan keadilannya tidak diakui saat menyendiri. (bait 30)
Artinya:
Hadits matruk adalah yang perawinya satu menyendiri dan mereka sepakat atas kelemahannya, sehingga ia tertolak. (bait 31)
Artinya:
Hadits dusta yang direka-reka dan dibuat-buat atas nama Nabi itulah hadits maudhu’ (bait 32)
Artinya:
Sungguh nazham ini seperti mutiara yang tersimpan dan aku menamainya Manzhumah al-Baiquniyyah. (bait 33)
Artinya:
Berisi 34 bagian yang sempurnya dan ditutup dengan kebaikan. (bait 34).
Demikianlah Nadhom Baiquniyyah ini beserta artinya. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.
Tinggalkan Komentar