Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
IMMIMPANGKEP – Ada yang sudah pernah mempelajari tentang Isim Jamak Muannats Salim? Ya, Isim muannats salim merupakan isim atau kata benda yang jika diubah dari mufrad ke jamak, susunannya tidak berantakan. Sebagai contoh, lafadz “muslimatun” (muslimah), ketika diubah ke jamak muannats salim, kata tersebut menjadi “muslimaatun” (para muslimah), dengan dibaca kasrah tanwin. Perhatikan bahwa susunan awal dari kata tersebut tidak rusak atau berantakan.
Pengertian Jamak Muannats Salim
Jamak muannats salim adalah isim atau kata benda yang tidak bisa dipergunakan untuk mudzakkar. Muannats salim hanya digunakan untuk isim-isim jenis muannats, begitu pun sebaliknya. Tidak dipungkiri juga bahwa jika ada isim muannats salim yang dipergunakan untuk madzakkar, ini merupakan kasus langka atau syadz.
Berdasarkan dari susunannya, jamak muannats salim tercipta dari tiga kata: (1) Jamak, (2) Muannats , dan (3) Salim. Dari segi bahasa itu sendiri, jamak merupakan himpunan atau kumpulan. Sedangkan muannats adalah yang berjenis perempuan. Di sisi lain, salim berarti selamat.
Secara keseluruhan, jamak muannats salim disebut sebagai isim yang berfungsi untuk menginformasikan benda atau orang yang lebih dari dua. Isim ini digunakan untuk jenis perempuan dan selamat ketika terjadi perubahan bentuk dari mufrad ke jamak.
Anggota dan Contoh Jamak Muannas Salim
Imam Musthafa al-Ghalayaini mendefinisikan dalam kitab Jami’ud Durus bahwa yang dimaksud dengan jamak muannats salim ialah isim atau kata benda yang dijamakkan dengan adanya tambahan huruf alif dan ta pada akhir kata.
Sebagai contoh, misalnya: Muslimatun menjadi muslimaatun, Hindun menjadi hindaatun, Murdhi’atun menjadi murdhi’aatun, Mua’llimatun menjadi mu’allimaatun, Thobiibatun menjadi thobiibaatun, dan lain sebagainya. Jika diperhatikan, perubahan bentuk mufrad ke jamak cukup jelas terlihat. Semua contoh tersebut memiliki tambahan huruf alif dan ta pada akhir kata. Lalu, pertanyaanya adalah apakah semua isim yang diakhiri alif dan ta itu merupakan jamak muannats salim? Memang bisa dilihat dengan jelas bahwa kata-kata yang diakhiri dengan alif dan ta itu adalah jamak muannats salim.
Tidak semua isim yang diakhiri alif dan ta merupakan jamak muannats salim. Sebagai contoh, ambil lafadz qudhootun. Meskipun memiliki tambahan alif dan ta, lafadz ini tidak termasuk ke dalam anggota jamak muannats salim. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa alif tersebut bukan alif tambahan atau zaidan, melainkan alif pengganti dari huruf ya yang dibuang. Bentuk asal dari lafadz qudhootun itu adalah qudhoyatun yang mengikuti wazan fu’alatun.
Perlu dipahami juga bahwa dalam ilmu shorof, jika terdapat huruf ya berharakat terjatuh sesudah fathah, maka huruf ya tersebut wajib dan harus diganti dengan alif, yang dalam hal ini menjadi qudhootun. Sebagai contoh, lafadz abyaatun. Lafadz ini merupakan bentuk jamak dari mufrad baytun. Isim ini tidak termasuk dalam anggota jamak muannats salim karena ta dalam lafadz tersebut bukan ta zaidah. Ta tersebut merupakan ta ashliyyah yang memiliki arti asli dalam bahasa Indonesia.
Jadi, untuk mengetahui bahwa suatu isim tertentu adalah jamak muannats salim atau bukan, perlu ada yang namanya ketelitian. Jika alif dan ta di akhir suatu lafadz merupakan zaidah atau tambahan, maka ia termasuk dalam anggota jamak muannats salim. Di sisi lain, jika alif dan ta tersebut berupa ghairu zaidah atau bukan tambahan, maka isim tersebut tidak termasuk dalam anggota jamak muannats salim.
Sebagai kesimpulan, Jamak muannats salim itu merupakan isim yang menunjukkan makna lebih dari dari dua, entah itu untuk orang jenis perempuan ataupun benda, yang ditandai dengan tambahan huruf alif dan ta pada akhir kata. Perlu diperhatikan juga bahwa tidak semua isim bisa dijamak muannats salim. Sebagai contoh, lafadz zaydun tidak bisa diubah menjadi zaydaatun atau zaydaatin karena lafadz tersebut bukan merupakan jenis isim muannats melainkan isim jenis mudzakkar. Pengecualiannya adalah jika memang lafadz zaydun merupakan nama perempuan di suatu daerah, maka boleh mengucapkan zaydaatun atau zaydaatin.
Demikianlah catatan singkat tentang Isim Jamak Muannats Salim. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pembelajar Bahasa Arab/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.
Tinggalkan Komentar