Info Sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
  • WELCOME TO Official Website Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep
5 Juni 2024

11 Ayat Terakhir Qs. Al-A’raf

Rab, 5 Juni 2024 Dibaca 584x

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Tips Mudah dan Efektif Menghafal Al-Qur’an

IMMIMPANGKEP – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri diberikan nikmat waktu luang dan kesehatan dalam mengakrabi Al-Qur’anul Karim. Mari untuk selalu meluangkan waktu membaca Al-Qur’an dan mentadabburi kandungan hikmah pada setiap ayatnya.

Berikut ini penulis ingin membagikan 11 ayat terakhir dari QS. Al-A’raf (Surah ke-7), yang terdiri atas 206 ayat. Surah “Al-A’raf” sendiri berarti tempat yang tertinggi, banyak bercerita tentang Al-Qur’anul Karim yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad sebagai peringatan bagi Orang-orang kafir dan melindungi Orang-orang Shalih.

Berikut ini 11 ayat terakhir dari Qs. A’raf, ayat 196-206.

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اِنَّ وَلىِّۦَ اللّٰهُ الَّذِىۡ نَزَّلَ الۡـكِتٰبَ ‌ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصّٰلِحِيۡنَ

Inna waliyyial laahul lazii nazzalal Kitaaba wa Huwa yatawallas saalihiin

Artinya:

196. Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an). Dia melindungi Orang-orang shalih.

 

وَالَّذِيۡنَ تَدۡعُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِهٖ لَا يَسۡتَطِيۡعُوۡنَ نَـصۡرَكُمۡ وَلَاۤ اَنۡفُسَهُمۡ يَنۡصُرُوۡنَ‏

Wallaziina tad’uuna min duunihii laa yastatii’uuna nasrakum wa laaa anfusahum yansuruun

Artinya:

197. Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri.”

 

وَاِنۡ تَدۡعُوۡهُمۡ اِلَى الۡهُدٰى لَا يَسۡمَعُوۡا‌ ؕ وَتَرٰٮهُمۡ يَنۡظُرُوۡنَ اِلَيۡكَ وَهُمۡ لَا يُبۡصِرُوۡنَ

Wa in tad’uuhum ilal hudaa laa yasm’uu wa taraahum yanzuruuna ilaika wa hum laa yubsiruun

Artinya:

198. Dan jika kamu menyeru mereka (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarnya. Dan kamu lihat mereka memandangmu padahal mereka tidak melihat.

 

خُذِ الۡعَفۡوَ وَاۡمُرۡ بِالۡعُرۡفِ وَاَعۡرِضۡ عَنِ الۡجٰهِلِيۡنَ

khuzil ‘afwa waamur bil’urfi waa’rid ‘anil jaahiliin

Artinya:

199. Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan Orang-orang yang bodoh.

 

وَاِمَّا يَنۡزَغَـنَّكَ مِنَ الشَّيۡطٰنِ نَزۡغٌ فَاسۡتَعِذۡ بِاللّٰهِ‌ؕ اِنَّهٗ سَمِيۡعٌ عَلِيۡمٌ

Wa immaa yanzaghannaka minash Shaitaani nazghun fasta’iz billaah; innahuu Samii’un Aliim

Artinya:

200. Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

 

اِنَّ الَّذِيۡنَ اتَّقَوۡا اِذَا مَسَّهُمۡ طٰۤٮِٕفٌ مِّنَ الشَّيۡطٰنِ تَذَكَّرُوۡا فَاِذَا هُمۡ مُّبۡصِرُوۡنَ‌ۚ

Innal laziinat taqaw izaa massahum taaa’ifum minash Shaitaani tazakkaruu fa izaa hum mubsiruun

Artinya:

201. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).

وَاِخۡوَانُهُمۡ يَمُدُّوۡنَهُمۡ فِى الۡغَىِّ ثُمَّ لَا يُقۡصِرُوۡنَ

Wa ikhwaanuhum yamudduunahum fil ghaiyi summa laa yuqsiruun

Artinya:

202. Dan teman-teman mereka (orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).

 

وَاِذَا لَمۡ تَاۡتِهِمۡ بِاٰيَةٍ قَالُوۡا لَوۡلَا اجۡتَبَيۡتَهَا‌ ؕ قُلۡ اِنَّمَاۤ اَتَّبِعُ مَا يُوۡحٰٓى اِلَىَّ مِنۡ رَّبِّىۡ ‌ۚ هٰذَا بَصَآٮِٕرُ مِنۡ رَّبِّكُمۡ وَهُدًى وَّ رَحۡمَةٌ لِّقَوۡمٍ يُّؤۡمِنُوۡنَ

Wa izaa lam taatihim bi aayatin qooluu law lajtabai tahaa; qul innamaaa attabi’u maa yuuhaaa ilaiya mir Rabbii; haazaa basaaa’iru mir Rabbikum wa hudanw wa rahmatul liqawminy yu’minuun

Artinya:

203. Dan apabila engkau (Muhammad) tidak membacakan suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, “Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu?” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. (Al-Qur’an) ini adalah Bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, Petunjuk dan rahmat bagi Orang-orang yang beriman.”

 

وَاِذَا قُرِئَ الۡقُرۡاٰنُ فَاسۡتَمِعُوۡا لَهٗ وَاَنۡصِتُوۡا لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُوۡنَ‏

Wa izaa quri’al Quraanu fastami’uu lahuu wa ansituu la ‘allakum turhamuun

Artinya:

204. Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.

 

وَاذۡكُرْ رَّبَّكَ فِىۡ نَفۡسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيۡفَةً وَّدُوۡنَ الۡجَـهۡرِ مِنَ الۡقَوۡلِ بِالۡغُدُوِّ وَالۡاٰصَالِ وَلَا تَكُنۡ مِّنَ الۡغٰفِلِيۡنَ

Wazkur Rabbaka fii nafsika tadarru’anw wa khiifatanw wa duunal jahri minal qawli bilghuduwwi wal aasali wa laa takum minal ghaafiliin

Artinya:

205. Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk Orang-orang yang lengah.

 

اِنَّ الَّذِيۡنَ عِنۡدَ رَبِّكَ لَا يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِهٖ وَيُسَبِّحُوۡنَهٗ وَلَهٗ يَسۡجُدُوۡنَ ۩

Innal laziina ‘inda Rabbika laa yastakbiruuna ‘an ‘ibaadatihii wa yusabbihuunahuu wa lahuu yasjuduun

Artinya:

206. Sesungguhnya orang-orang yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud.

***

Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Sekretaris Program Tahfidzul Qur’an Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Spam Diblokir

INFO PESANTREN

Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep

NPSN 40300674
Jl. H Fadeli Luran, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, 90614
TELEPON 081257328077
EMAIL immimpangkep@gmail.com
WHATSAPP +62-81257328077