Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Menulislah dan Engkau akan Bisa Biayai Dirimu Sendiri
IMMIMPANGKEP – Bagaimana memulai menjadi penulis? Ya, pertanyaan ini seringkali dilontarkan oleh banyak pelajar dan mahasiswa yang merasakan kesulitan atau mengalami hambatan dalam memulai menulis. Untuk memulai menjadi penulis, memang tidak semudah yang dibayangkan banyak orang, tapi juga tidak sesulit yang dipikirkan banyak orang. Yang paling penting tentunya adalah keinginan yang kuat, diikuti oleh sering menulis, latihan menulis terus sampai akhirnya mewujud menjadi suatu karya tulis yang layak dibanggakan.
Umumnya hambatan menulis itu yang pertama adalah bagaimana memulai kata dan kalimat pertama, atau memulai paragraf pertama serta terkadang ada hambatan psikologis: apakah tulisan saya ini nantinya benar-benar mewujud menjadi suatu tulisan? Kalau saya menulis tentang sesuatu, tentang topik tertentu, apakah saya harus merujuk kepada suatu pustaka tertentu atau hanya mengandalkan opini pribadi? Nah, disinilah pentingnya mengenali jenis tulisan yang akan dibuat, apakah fiksi atau non fiksi. Bagaimanakah sifat tulisan yang akan saya buat: deskripsi, eksposisi, argumentasi, narasi, persuasi, karya jurnalistik, karya ilmiah ataukah karya sastra?
Untuk lebih mudahnya kegiatan latihan menulis untuk pertama kalinya, ada baiknya latihan menulis deskripsi. Mulailah menulis apa yang kamu lihat, dengar, dan rasakan. Tak perlu jauh-jauh, mulailah menulis tentang dirimu, tentang Orang-orang di sekitarmu, tentang lingkunganmu, dan tentang apa saja yang kamu alami dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan Hobi Menulis seperti Kebutuhan Makan. Ingatlah bahwa tidak ada jalan mudah untuk mencapai titik mahir dalam keahlian tertentu. Semuanya butuh proses belajar dan latihan secara terus menerus. Lihat: Menulis: Kebutuhan untuk Berkembang
Setelah banyak latihan menulis, sedikit demi sedikit mulailah pula mengenali banyak hal tentang perbaikan tulisan. Misalnya tentang bagaimana menyusun kata, kalimat dan paragraf yang benar, pelajarilah tentang PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) yang dahulunya disebut Ejaan yang Disempurnakan (EYD), serta perbanyaklah membaca buku. Biarkan dirimu Berpikir bebas, Menulis lepas.
Ingatlah bahwa “Good Writer is a Best Reader”, Penulis yang baik adalah pembaca yang hebat. Bacalah buku apa saja, baik fiksi maupun non fiksi, agar dapat mengenali cara menulis dan cara membahasakan sesuatu dalam tulisan. Belajarlah tentang bagaimana mengungkapkan cinta dengan mata kata.
Setelah banyak menulis dan sudah dapat menghasilkan suatu karya tulis, jangan buru-buru mempublikasikannya. Carilah pembaca yang tepat dan terpercaya, dan hal ini dapat dimulai dari orang yang terdekat dengan kamu: Bisa ibu, ayah, adik atau kakak, atau teman dan sahabat. Logikanya, kalau orang yang terdekat, pembaca yang terdekat dengan kamu saja tidak mengerti tulisanmu (bahasamu dalam tulisan), bagaimana dengan orang lain? Bukankah menulis juga bagian dari interaksi sosial? Lihat: Menulis sebagai Interaksi Sosial
Nah, demikianlah sedikit tips dan trik bagaimana memulai menjadi penulis? Sebagai bahan pembelajaran, silakan baca dengan baik beberapa postingan berikut ini, sebagai tips dan motivasi menulis:
Saya Menulis, maka Saya (Masih) Ada!
Bagaimana Menulis Laporan Perjalanan?
Cara Menulis Dialog dalam Cerpen dan Novel
Karena Menulis, Saya ke Jakarta!
Acuhkan Status Medsos, Menulislah di Blog
Menulis sebagai Terapi Kejiwaan
Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru, Blogger dan Traveler. Telah menulis puluhan buku (Biografi, Sejarah dan Kebudayaan Lokal, Profil Daerah, Antologi Puisi dan Cerpen). Kerap menggunakan nama pena: Etta Adil dan Madidi.
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, melalui artikel ini , Saya mendapatkan motivasi dan juga tata cara untuk menulis sebagai pemula.
Tinggalkan Komentar