Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
IMMIMPANGKEP – Ada yang tahu tentang Asmaul Khomsah dalam Ilmu Nahwu, atau sebagai bagian dari Isim Mu’rob? Pembahasan asmaul khomsah ini tidak kalah pentingnya dengan pembahasan isim-isim mu’rob lainnya. Jenis isim ini dibahas secara terpisah karena ia mempunyai sedikit kekhususan dalam i’rabnya.
Pengertian Asmaul Khomsah
Secara bahasa, kata asma’ adalah bentuk jamak dari kata ismun, sedangkan al-khamsah merupakan isim adad atau bilangan yang memiliki arti lima (5). Sehingga yang dimaksud dengan asmaul khomsah adalah isim-isim yang lima yang mempunyai ciri dan karakteristik yang tidak dimiliki oleh isim lainnya.
Dengan kata lain, asmaul khomsah adalah kata-kata dari jenis isim yang mempunyai jumlah 5 dan akhirnya ditambahkan salah satu huruf illat yaitu alif, wau dan ya sebagai tanda i’rab. Untuk kelima bentuk dari asmaul khomsah akan dibahas di bawah.
Anggota dan Contoh Asmaul Khomsah
Karena dikhususkan hanya untuk 5 saja, isim ini dikategorikan ke dalam kelompok sendiri dan dinamakan sebagai asmaul khomsah. Adapun macam-macam dari isim ini adalah sebagai berikut:
1. أَخُوْكَ artinya saudaramu
2. أبُوْكَ artinya bapakmu
3. حَمُوْكَ artinya iparmu
4. فُوْكَ artinya mulutmu
5. ذُوْمَالٍ artinya pemilik atau yang mempunyai harta
Jika diperhatikan dengan baik, lima kata tersebut merupakan struktur gabungan atau idhafah dari dua kata yang disela dengan huruf wau.
Berikut contohnya agar bisa lebih paham: أَبُوكَ = أَبٌّ+وْ+كَ
Untuk lebih jelasnya, coba lihat contoh asmaul khomsah yang disambung atau diidhofahkan dengan huruf wau dan dibaca rafa’:
Untuk lebih jelasnya, coba lihat contoh asmaul khomsah yang disambung atau diidhofahkan dengan alif dan dibaca nashob:
Untuk lebih jelasnya, coba lihat contoh asmaul khomsah yang disambung atau diidhofahkan dengan ya dan dibaca jer:
Berdasarkan ketiga kategori di atas, bisa dilihat bahwa meskipun disambung dengan huruf yang berbeda, artinya tetap sama. Yang berbeda hanya keadaan i’robnya. Jika disambungkan dengan huruf wau, maka dibaca rafa’. Jika disambungkan dengan alif, maka dibaca nashob. Sedangkan jika disambungkan dengan ya, maka dibaca jer.
Untuk lebih mendalami topik isim asmaul khomsah ini, coba perhatikan contoh kalimat-kalimat berikut:
I’rob Asmaul Khomsah
Jika asmaul khomsah dirafa’kan dengan wau, lalu dinashabkan dengan alif, kemudian dijerkan dengan ya, maka kaidah i’rabnya diidhofahkan atau dimudhafkan semua dalam kondisi mufrad atau tunggal, bukan bukan jama’ dan mutsanna. Perhatikan contohnya berikut ini:
Contoh asmaul khomsah yang diidhofahkan, marfu’ dengan wau:
]Contoh asmaul khomsah yang diidhofahkan, manshub dengan alif:
Contoh asma’ul khamsah yang diidhofahkan, majrur dengan ya:
Sebagai kesimpulan, Isim asmaul khomsah merupakan setiap isim mu’rab yang diakhiri dengan huruf illat sebagai tanda i’rab. Asmaul khomsah juga berarti isim-isim yang lima. Adapun kelima macam dari isim ini adalah abun, akhun, hamun, famun dan dzuu.
Demikian sedikit catatan ini tentang Asmaul Khomsah, pengertian, anggota dan contohnya. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiik. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pembelajar Bahasa Arab/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.
Tinggalkan Komentar