Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
IMMIMPANGKEP – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat berbagai (sharing) tentang Tips dan Trik Menghafal al-Qur’an. Sebagaimana umumnya metode yang dipakai Hafidz/Hafidzah dalam menghafal Al-Qur’an, maka demikian pulalah metode yang penulis terapkan, yaitu Muraja’ah berkali-kali, paling sedikit 25 kali untuk setiap ayat.
Dalam tulisan ini, penulis ingin berbagi tentang Metode Menghafal Al-Qur’an untuk Surah Ar-Rahmaan, Surah ke-55, Djuz 27 yang terdiri atas 78 ayat. Sebelum melangkah ke metode muraja’ah, penulis terlebih dahulu tuliskan Qs. Ar-Rahmaan disini, untuk ayat 51-60.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi aalaaa’i Rabbikumaa tukazzibaan.
Artinya:
51. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيۡهِمَا مِنۡ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوۡجٰنِۚ
Fiihimaa min kulli faakihatin zawjaan
Artinya:
52. Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.
فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi aalaaa’i Rabbikumaa tukazzibaan.
Artinya:
53. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
مُتَّكِـــِٕيۡنَ عَلٰى فُرُشٍۢ بَطَآٮِٕنُهَا مِنۡ اِسۡتَبۡرَقٍؕ وَجَنَی الۡجَـنَّتَيۡنِ دَانٍۚ
Muttaki’iina ‘alaa furushim bataaa’inuhaa min istabraq; wajanal jannataini daan
Artinya:
54. Mereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutera tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi aalaaa’i Rabbikumaa tukazzibaan.
Artinya:
55. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيۡهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرۡفِۙ لَمۡ يَطۡمِثۡهُنَّ اِنۡسٌ قَبۡلَهُمۡ وَلَا جَآنٌّۚ
Fiihinna qoosiratut tarfi lam yatmishunna insun qablahum wa laa jaaann
Artinya:
56. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya.
فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi aalaaa’i Rabbikumaa tukazzibaan.
Artinya:
57. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
كَاَنَّهُنَّ الۡيَاقُوۡتُ وَالۡمَرۡجَانُۚ
ka annahunnal yaaquutu wal marjaan
Artinya:
58. Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.
فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi aalaaa’i Rabbikumaa tukazzibaan.
Artinya:
59. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
هَلۡ جَزَآءُ الْاِحۡسَانِ اِلَّا الۡاِحۡسَانُۚ
Hal jazaaa’ul ihsaani illal ihsaan
Artinya:
60. Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).
* * *
Metode muraja’ahnya adalah dengan melakukan pengulangan penghafalan minimal 25 kali per ayat dimulai pada ayat ke-51 Qs. Ar-Rahmaan, kemudian dilanjutkan membaca ayat berikutnya 25 kali juga pada ayat ke-52 Qs. Ar-Rahmaan. Sebelum melangkah ke ayat ke-53, maka ulangilah sebanyak 25 kali ayat 51 dan 52 kemudian gabung penyebutannya dengan ayat ke-53, begitu seterusnya. Sebelum melangkah ke ayat 54, ulangilah kembali gabungan ayat 51, 52, 53 kemudian gabung penyebutannya dengan ayat ke-54 sebelum melangkah ke ayat ke-55 sebanyak 25 kali. Lakukan seperti itu seterusnya sampai ayat ke-60, sebelum melangkah ke ayat ke-61.
Metode kedua, muraja’ah kembali beberapa ayat tersebut dalam Shalat Maghrib, bagi menjadi dua bagian dari ayat 41-45 Qs Ar-Rahmaan, yaitu ayat 51-55 dan ayat 56-60 pada dua rakaat pertama. Ulangi kembali bacaan dalam shalat tersebut, ayat 51-55 dan 56-60 Qs. Ar-Rahmaan pada dua rakaat pertama tersebut di Shalat Isya.
Selamat Mencoba. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Sekretaris Program Tahfidz Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.
Tinggalkan Komentar