Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
IMMIMPANGKEP – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat berbagai (sharing) tentang Tips dan Trik Menghafal al-Qur’an. Sebagaimana umumnya metode yang dipakai Hafidz/Hafidzah dalam menghafal Al-Qur’an, maka demikian pulalah metode yang penulis terapkan, yaitu Muraja’ah berkali-kali, paling sedikit 25 kali untuk setiap ayat.
Dalam tulisan ini, penulis ingin berbagi tentang Metode Menghafal Al-Qur’an untuk Surah Ar-Rahmaan, Surah ke-55, Djuz 27 yang terdiri atas 78 ayat. Sebelum melangkah ke metode muraja’ah, penulis terlebih dahulu tuliskan Qs. Ar-Rahmaan disini, untuk ayat 71-78.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
Fabi ayyi aalaaa’i Rabbikumaa tukazzibaan.
Artinya:
71. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
حُوۡرٌ مَّقۡصُوۡرٰتٌ فِى الۡخِيَامِۚ
Huurum maqsuuraatun fil khiyaam
Artinya:
72. Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah.
فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
Fabi ayyi aalaaa’i Rabbikumaa tukazzibaan.
Artinya:
73. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
لَمۡ يَطۡمِثۡهُنَّ اِنۡسٌ قَبۡلَهُمۡ وَلَا جَآنٌّۚ
Lam yatmis hunna insun qablahum wa laa jaaann
Artinya:
74. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin sebelumnya.
فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
Fabi ayyi aalaaa’i Rabbikumaa tukazzibaan.
Artinya:
75. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
مُتَّكِــِٕيۡنَ عَلٰى رَفۡرَفٍ خُضۡرٍ وَّعَبۡقَرِىٍّ حِسَانٍۚ
Muttaki’iina ‘alaa rafratin khudrinw wa ‘abqariyyin hisaan
Artinya:
76. Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi aalaaa’i Rabbikumaa tukazzibaan.
Artinya:
77. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
تَبٰـرَكَ اسۡمُ رَبِّكَ ذِى الۡجَـلٰلِ وَالۡاِكۡرَامِ
Tabaarakasmu Rabbika Zil-Jalaali wal-Ikraam
Artinya:
78. Mahasuci nama Tuhanmu Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.
* * *
Metode muraja’ahnya adalah dengan melakukan pengulangan penghafalan minimal 25 kali per ayat dimulai pada ayat ke-71 Qs. Ar-Rahmaan, kemudian dilanjutkan membaca ayat berikutnya 25 kali juga pada ayat ke-72 Qs. Ar-Rahmaan. Sebelum melangkah ke ayat ke-73, maka ulangilah sebanyak 25 kali ayat 71 dan 72 kemudian gabung penyebutannya dengan ayat ke-73, begitu seterusnya. Sebelum melangkah ke ayat 74, ulangilah kembali gabungan ayat 71, 72, 73 kemudian gabung penyebutannya dengan ayat ke-74 sebelum melangkah ke ayat ke-75 sebanyak 25 kali. Lakukan seperti itu seterusnya sampai ayat ke-78, ayat terakhir dari Qs. Ar-Rahmaan.
Metode kedua, muraja’ah kembali beberapa ayat tersebut dalam Shalat Maghrib, bagi menjadi dua bagian dari ayat 71-78 Qs Ar-Rahmaan, yaitu ayat 71-75 dan ayat 76-78 pada dua rakaat pertama. Ulangi kembali bacaan dalam shalat tersebut, ayat 71-75 dan 76-78 Qs. Ar-Rahmaan pada dua rakaat pertama tersebut di Shalat Isya.
Selamat Mencoba. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Sekretaris Program Tahfidz Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.
Tinggalkan Komentar