Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
IMMIMPANGKEP – Apa dan Bagaimana itu Tugas Kokurikuler? Benarkah “Kokurikuler” ini sebagai pengganti P5? Tugas kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran lintas mata pelajaran yang terintegrasi dengan pembelajaran intrakurikuler, dilaksanakan di dalam ataupun di luar kelas namun cirinya adalah berbasis proyek, tugas kontekstual, atau karya nyata. Meski begitu, kegiatan Kokurikuler ini tetap harus menumbuhkan Profil Pelajar Pancasila (PPP).
Mulai TP. 2024/2025, satuan pendidikan boleh mengganti P5 dengan kegiatan kokurikuler terintegrasi, tanpa harus membuat projek P5 terpisah, selama capaian PPP tetap terukur, kegiatan terdokumentasi, serta terintegrasi dalam perencanaan pembelajaran. Mengapa P5 Bisa Diganti dengan Kokurikuler? Beberapa alasan kebijakannya, yaitu karena dimaksudkan untuk mengurangi beban administratif guru, menghindari tumpang tindih proyek, memberi fleksibilitas sekolah, serta menyesuaikan dengan konteks lokal sekolah. Intinya, Nilai P5 tidak dihapus, tetapi diinternalisasikan dalam kegiatan kokurikuler.
Bagaimana langkah praktis Menyusun Tugas Kokurikuler? Pertama, Tentukan Isu/Tema Kontekstual, misalnya: Lingkungan, Sejarah lokal, atau Ketahanan pangan. Kedua, Petakan Capaian Mapel. Contoh: IPA → ekosistem, Sejarah → sejarah lokal, Bahasa Indonesia → laporan. Ketiga, Rancang Aktivitas Bersama, misalnya: Observasi, Diskusi, dan atau Produksi karya. Keempat, Tentukan Produk dan Asesmen. Misalnya: Rubrik sikap, pengetahuan, keterampilan dan atau Penilaian proses dan hasil.
Untuk Penilaian Tugas Kokurikuler, dapat mencakup Proses (partisipasi, kolaborasi), Produk (karya/laporan), dan atau Sikap (nilai PPP). Nilai tidak harus angka, namun bisa dalam bentuk deskriptif, rubrik kualitatif, atau Portofolio. Tugas Kokurikuler tidak Wajib, tetapi opsional dan sah secara kebijakan. Jadi, Sekolah boleh bebas memilih: Tetap P5 atau kokurikuler terintegrasi, atau bisa juga kombinasi keduanya. Tugas kokurikuler adalah solusi fleksibel pengganti P5 yang memungkinkan sekolah menanamkan Profil Pelajar Pancasila melalui tugas nyata, kontekstual, dan terintegrasi mapel, tanpa beban proyek terpisah.
Bagi Unit Pelaksana Teknis Sekolah/SMA yang lokasinya berada di Kabupaten Pangkep, maka Destinasi Pelaksanaan Tugas Kokurikuler (terintegrasi) ada beragam pilihan, yaitu sebagai berikut:
1. Pusat Informasi Geologi (PIG) Maros-Pangkep, Taman Prasejarah Sumpangbita/Kawasan Karst Maros–Pangkep
Mata Pelajaran: IPA: Geologi, Biologi dan Sejarah Lokal: Prasejarah Sulawesi Selatan
Materi Pembelajaran:
-
Proses pembentukan batu kapur & gua karst
-
Siklus karbon dan pelapukan batuan
-
Lukisan gua prasejarah (Leang-leang, Leang Tedongnge)
-
Kehidupan manusia purba di Pangkep
Kegiatan Siswa: Observasi bentang alam karst, Analisis ekosistem gua, dan Kajian nilai sejarah lukisan gua dunia (UNESCO)
2. Kepulauan Spermonde (Pulau Sabutung, Pulau Badi)
Mata Pelajaran: IPA: Biologi Laut, Kimia Lingkungan dan Sejarah Lokal: Sejarah pelayaran & budaya maritim Bugis-Makassar
Materi Pembelajaran:
-
Ekosistem laut dan terumbu karang
-
Keanekaragaman hayati laut
-
Tradisi nelayan & teknologi perahu
-
Jalur perdagangan laut Sulawesi Selatan
Kegiatan: Identifikasi biota laut, Pengamatan aktivitas nelayan, Wawancara tokoh masyarakat pesisir
3. Hutan Mangrove Pesisir Pangkep (Segeri, Mandalle)
Mata Pelajaran: IPA: Ekologi dam Sejarah Lokal: Adaptasi masyarakat pesisir
Materi:
-
Fungsi mangrove sebagai pelindung pantai
-
Adaptasi tumbuhan dan hewan
-
Kearifan lokal pengelolaan pesisir
Kegiatan: Observasi ekosistem mangrove, Studi hubungan manusia–lingkungan, dan Praktik konservasi sederhana
4. Kompleks Makam Raja-Raja Pangkep (Segeri & Bungoro)
Mata Pelajaran: Sejarah Lokal: Kerajaan Siang, Bungoro dan IPA Terapan: Arsitektur & bahan bangunan tradisional
Materi:
-
Sejarah kerajaan lokal Pangkep
-
Islamisasi di Sulawesi Selatan
-
Bahan alam dalam bangunan makam kuno
Kegiatan: Studi sumber sejarah lokal, Dokumentasi artefak dan inskripsi, dan Diskusi kronologi sejarah
5. Situs Arkeologi Kerajaan Siang
Mata Pelajaran: Sejarah Lokal: Kerajaan tertua Sulsel dan IPA: Arkeologi (IPA terapan)
Materi:
-
Struktur sosial Kerajaan Siang
-
Bukti arkeologis (keramik, batu, cangkang)
-
Metode ilmiah dalam arkeologi
Kegiatan: Analisis peninggalan sejarah, Diskusi hubungan sejarah dan sains, dan Pengenalan metode ekskavasi
6. Pabrik Semen Tonasa (Bungoro)
Mata Pelajaran: IPA: Kimia & Fisika dan Sejarah Lokal: Industri modern Pangkep
Materi:
-
Proses kimia pembuatan semen
-
Pemanfaatan batu kapur karst
-
Dampak industri terhadap lingkungan
Kegiatan: Observasi proses industri, Diskusi AMDAL, dan Analisis konflik lingkungan–ekonomi
7. Kawasan Pertanian & Tambak Tradisional
Mata Pelajaran: IPA: Biologi & Ekologi dan Sejarah Lokal: Sistem ekonomi tradisional
Materi:
Kegiatan: Observasi ekosistem buatan, Wawancara petani/tambak, dan Studi ketahanan pangan lokal
Nilai Tambah Pendidikan dari Pelaksanaan Tugas Kokurikuler ini adalah: Menguatkan identitas lokal Pangkep, Pembelajaran kontekstual dan bermakna, Cocok untuk Projek P5 (Gaya Hidup Berkelanjutan & Kearifan Lokal), serta Meningkatkan literasi sains dan sejarah.
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.
Tinggalkan Komentar