Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
IMMIMPANGKEP – Untuk menumbuhkan semangat belajar kaidah-kaidah Nahwu, maka penghafalan itu dilakukan dengan cara bersyair. Umumnya disebut Nadhoman, atau disebut pula lalaran bagi santri di Jawa.
Nadhoman Alfiah Ibnu Malik untuk Bab Mu’rob dan Mabni, bisa dilihat disini:
Mu’rob dan Mabni dalam Matn Alfiah Ibnu Malik
Untuk syair “Murob dan Mabni” yang lebih sederhana dan dalam Bahasa Indonesia, dapat mengikuti kalimat berikut ini:
Murob artinya berubah
Mabni tidak berubah
Dhamir Maushul dan Isyaroh
Isim yang tak berubah
Yang Mu’rob Fi’il Mudhori
Yang Mabni, Amar dan Madhi’
Semua Huruf pasti Mabni
Tanpa terkecuali
Inilah Mu’rob dan Mabni, yang kita pelajari (2x)
Demikianlah syair tentang “Mu’rob dan Mabni” sebagai salah satu metode muraja’ah kaidah-kaidah Nahwu, khususnya terkait Bab Mu’rob dan Mabni.
Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.
Tinggalkan Komentar