Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Taisirul Kholaq – 7 : Adab dalam Pertemuan, Tata Cara Makan, Minum dan Tidur

Terjemah Taisirul Kholaq – 7 : Adab dalam Pertemuan, Tata Cara Makan, Minum dan Tidur

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Mengenal Kitab Taisirul Kholaq

BLOGGURU – Apa itu Kitab “Taisirul Kholaq”? Kitab Taisirul Khalaq yaitu kitab yang berisi tentang Akhlaq-akhlaq agama yang baik terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia. Kitab ini sangat cocok untuk dijadikan pembelajaran bagi orang yang pemula dalam mempelajari tentang Akhlaq. Objek pembahasan ilmu akhlaq ialah tingkah laku baik atau jeleknya. Adapun buah ilmu akhlaq ialah kebaikan hati dan semua anggota badan ketika di dunia dan keberhasilan mencapai derajat yang mulia di akhirat nanti.

Berikut ini terjemah (10-11-12-13) Kitab Taisirul Kholaq: Adab dalam Pertemuan, Tata Cara Makan, Minum dan Tidur

Adab Dalam Pertemuan

Orang yang menghadiri majelis-majelis pertemuan, hendaknya mengucapkan salam kepada para hadirin yang telah ada di majelis. Duduk di deretan terakhir, sesuai urutan. Tidak menghiraukan omongan-omongan yang tidak bermanfaat. Menyingkirkan kemungkaran dengan tangan, lisan atau cukup membenci dalam hatinya.

Segera meninggalkan majelis, apabila dinyatakan telah selesai. Tidak merendahkan seseorang yang ada di majelis itu, sebab boleh jadi orang itu mulia dalam pandangan Allah. Tidak mengagung-agungkan seseorang karena kekayaannya. Sebab, hal ini dapat melemahkan iman dan menjatuhkan harga dirinya.

Apabila orang itu sedang duduk-duduk di tepi jalan, maka hendaknya memejamkan mata (merendahkan pandangan), membantu orang lemah (teraniaya), memberi petunjuk kepada orang yang tersesat, menjawab ucapan salam, memberi kepada pengemis dan duduk dengan tenang. Sebab, hal yang demikian itu dapat mendorong orang lain menghormati dan bersimpati kepadanya.

Tata Cara Makan

Tata cara sebelum makan ialah : Membasuh tangan, Meletakkan makanan yang hendak dimakan di atas tikar (alas) atau meja duduk. Niat mendapatkan kekuatan untuk menjalankan ibadah. Tidak terlalu kenyang. Menyukai terhadap makanan yang ada. Tidak menghina makanan yang ada dan mencari teman untuk diajak makan bersama.

Adapun tata cara ketika sedang makan ialah : Membaca Bismillah dengan keras, agar orang lain mau membacanya pula. Menggunakan tangan kanan. Memperkecil suapan. Mengunyah dengan baik sampai lumat. Tidak mengulurkan tangan untuk mengambil makanan lagi sebelum makanan di mulut habis. Mengambil makanan yang ada di hadapannya saja, kecuali jika berupa buah-buahan. Tidak meniup makanan. Tidak memotong makanan dengan pisau. Tidak mengusap-usapkan tangan pada makanan. Tidak meletakkan (mencampur) biji kurma (buah lain) di tempat kurma (buah) dan tidak minum, kecuali ketika benar-benar memerlukannya.

Sedangkan tata cara sesudah makan ialah : Mengakhiri makan sebelum terlalu kenyang. Membasuh kedua tangan sesudah menjilatnya. Membersihkan makanan yang tercecer dan membaca Alhamdulillah.

Tata Cara Minum

Tata cara minum itu banyak, antara lain : Mengambil tempat minum dengan tangan kanan. Melihat air minum sebelum meminumnya. Membaca Bismillah. Duduk dan menghirupnya dan tidak menenggak (nglogok, jawa), karena menengguk air minum itu dapat membahayakan hati. Rasulullah saw. bersabda :

“Jika engkau minum, maka hendaklah kalian menghirupnya dan jangan sekali-kali kalian menengguknya.”

Meminum sebanyak tiga kali hirupan dengan membaca Bismillah pada setiap kali hirupan. Membaca Alhamdulillah ketika selesai minum. Tidak bernafas di dalam tempat minum dan tidak bersendawa di tempat minuman. Apabila hendak memberi minuman kepada orang lain, maka hendaknya mendahulukan orang yang berada di sebelah kanan meskipun ada orang yang lebih mulia di sebelah kirinya. Sebab, Nabi saw. pernah memberikan minuman kepada seeorang badui di sebelah kanan beliau, padahal di sebelah kiri beliau ada Abu Bakar dan Umar r.a.

Beliau waktu itu bersabda :

“Dahulukanlah yang sebelah kanan, lalu ke kanan terus.”

Tata Cara Tidur

Jika seseorang hendak tidur, maka hendaknya suci dari hadas (beruwdlu). Berbaring meenghadap kiblat. Berniat mengistirahatkan badannya, agar nantinya kuat mnjalankan ibadah dan berdzikir kepada Allah sebelum tidur dan sesudahnya.

Rasulullah saw. apabila hendak tidur pada malam hari, maka beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya, lalu berdoa dengan doa :

Dan ketika bangun, beliau membaca doa :

 

 

(***)

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Terjemah Jawahirul Kalamiyah – 5
Oleh : Immim pangkep

Terjemah Jawahirul Kalamiyah – 5

Membaca al-Quran Merupakan Karomah
Oleh : Immim pangkep

Membaca al-Quran Merupakan Karomah

0 Komentar

KELUAR