Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Matn Taqrib dan Terjemahnya – 15 (Sumpah dan Nadzar)

Matn Taqrib dan Terjemahnya - 15 (Sumpah dan Nadzar)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Dalam Kitab Matn Taqrib, Sumpah tidak sah kecuali dengan BILLAHI atau dengan salah satu nama nama Alloh atau salah satu dari sifat sifat dzat Alloh. Bila seseorang sumpah akan menyedekahkan hartanya mak dia disuruh memilih antara sedekah dan kifarat sumpah. Dn tidk ada dalam send gurau sumpah. Bila seseorang sumpah tidak akan melakukan sesuatu dan ada orang lain menyuruhnya maka dia tidak dihukumi melanggar sumpah.

Bila seseorang bersumpah akan melakukan dua pekerjaan dan dia melakukan salah satu pekerjaan tersebut maka dia tidak dihukumi melanggar sumpah dan harus membayar kifarat pilihan antara tiga hal: (1) Merdekakan budak perempuan mukmin; (2) Memberi makan makan 10 miskin. A) satu mud atau member pakaian mereka; (3) Bila tidak menemukan maka puasa tiga hari.

Untuk lebih detailnya, berikut ini terjemah Matn Taqrib terkait Sumpah dan Nadzar (الأَيْمَانِ وَالنُّذُورِ)

 

لَا يَنْعَقِدُ اليَمِينُ إِلَّا بِاللهِ تَعَالَى أَوْ بِاسْمٍ مِنْ أَسْمَائِهِ أَوْ صِفَةٍ مِنْ صِفَاتِ ذَاتِهِ

 

Sumpah tidak sah kecuali dengan nama Allah atau salah satu nama nama Alloh atau salah satu dari sifat sifat dzat Allah

 

وَمَنْ حَلَفَ بِصَدَقَةِ مَالِهِ فَهُوَ مُخَيَّرٌ بَيْنَ الصَّدَقَةِ وَكَفَّارَةِ اليَمِينِ

 

Barang siapa sumpah akan menyedekahkan hartanya maka dia dapat memilih antara sedekah dan kafarat sumpah

 

وَلَا شَيْءَ فِي لَغْوِ اليَمِينِ

 

Dan tidak ada (kewajiban) apapun dalam sendau gurau sumpah.

 

وَمَنْ حَلَفَ أَنْ لَا يَفْعَلَ شَيْئًا فَأَمَرَ غَيْرَهُ بِفِعْلِهِ لَمْ يَحْنَث

 

Barang siapa bersumpah tidak akan melakukan sesuatu, lalu menyruruh orang lain melakulan sesuatu tersebut, maka dia tidak (dihukumi) melanggar sumpah.

 

وَمَنْ َحَلَفَ عَلَى فِعْلِ أَمْرَيْنِ فَفَعَلَ أَحَدَهُمَا لَمْ يَحْنث

 

Barang siapa bersumpah akan melakukan dua pekerjaan, lalu dia melakukan salah satu pekerjaan tersebut maka dia tidak (dihukumi) melanggar sumpah

 

وَكَفَّارَةُ اليَمِينِ هُوَ مُخَيَّرٌ فِيهَا بَيْنَ ثَلاَثَةِ أَشْيَاءَ عِتْقُ رَقَبَةٍ مُؤمِنَةٍ أَوْ إطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ كُلُّ مِسْكِينٍ مُدٌّ أَوْ كِسْوَتُهُم ثَوْبًا ثَوْبًا فَإن لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ

 

Kafarat sumpah adalah seseorang dapat memilih antara tiga perkara: (1) merdekakan budak yg beriman (2) Memberi makan 10 orang miskin, setiap satu miskin satu mud, atau memberi pakaian mereka (3) Bila tidak menemukan maka puasa tiga hari.

 

فَصْلٌ: وَالنَّذَرُ يَلْزَمُ فِي المُجَازَاةِ عَلَى مُبَاحٍ وَطَاعَةٍ كَقَوْلِهِ إنْ شَفَى اللهُ مَرِيضِي فَلله عَلَيَّ أَنْ أَصُوم أَوْ أَتَصَدَّقُ وَيَلْزَمُهُ مِنْ ذَلِكَ مَا يَقَعُ عَلَيْهِ الاسْم

Nadzar itu wajib (dilaksanakan) di suatu balasan atas perkara boleh dan taat kepada Alloh. Seperti ucapan seseorang: “ bila Alloh menyembuhkan penyakit saya maka  Saya akan solat atau puasa atau sedekah” maka semuanya wajib atsnya bila terjadi atasnya nama yang diucapkan

وَلَا نَذَرَ فِي مَعْصِيَةٍ كَقَوْلِهِ إِنْ قَتَلْتُ فُلَانَا فَلِلَّهِ عَلَيَّ كَذَا

 Dan tidak boleh nadzar dalam maksiat seperti ucapan seseorang: jika aku  membunuh fulan maka saya harus begini kerena Allah

وَلاَ يَلْزَمَهُ عَلَى تَرْكِ مُبَاحٍ كَقَوْلِهِ لَا آكُلُ لَحْمًا وَلاَ أَشْرَبُ لَبَنًا وَمَا أَشْبَهَ ذَلِكَ.

Nadzar tidak wajib (dilaksanakan) karena meninggalkan perkara mubah, seperti ucapannya: “ saya tidak akan makan daging dan saya tidak akan minum susu” dan yang senada dengannya.

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR