
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Kitab Qowaidul I’lal merupakan Kitab Shorof Dasar karya Ulama Nusantara Syaikh Mundzir Nadzir. Kata “Qowaidul I’lal” yang menjadi judul kitab ilmu tata bahasa Arab ini terdiri dari dua suku kata yaitu Qowaid (bentuk jamak dari kata Qoidah), yang bermakna kaidah-kaidah dan I’lal yang berarti perubahan huruf ilat: wawu, alif, dan ya.
Jadi, secara sederhana kitab “Qowaidul I’lal” ini merupakan kitab yang membahas ilmu tata bahasa arab, khususnya mengenai perubahan asal suatu lafadz. Kitab ini ditulis dengan bahasa yang singkat dan jelas. Dalam mempelajari ilmu shorof tidak cukup hanya bermodalkan dengan memahami wazan-wazan fi’il saja, tetapi harus juga memahami kaidah-kaidah dalam I’lal.
Berikut ini Terjemah Kitab Qowaidul I’lal (18): Kaidah Kedelapan Belas – القاعدة الثامنة عشرة
Artinya:
Jika fa’ wazan ifta’ala wawu atau ya’ atau’ tsa’ maka fa’-nya diganti ta’, karena sulitnya mengucapkan huruf lin yang mati, karena keduanya dekat makhrojnya, dan berbeda sifatnya, karena sifat huruf lin itu jahr, sedangkan ta’ itu mahmusah, seperti: ittashola, ittasara, itstsaghoro, asalnya: iutashola, iutasara, itstaghoro.
Penting:
Jika fa’ ifta’ala itu tsa’ maka boleh mengganti fa’ wazan ifta’ala menjadi tsa’, karena persamaan keduanya dalam sifat mahmusah, seperti: itstsaghoro asalnya itstaghoro.