Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Meraih Ijazah Sanad Riwayah Kitab Salsabil Asy-Syafi’i

Meraih Ijazah Sanad Riwayah Kitab Salsabil Asy-Syafi'i

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Tips Mudah dan Efektif Menghafal al-Qur’an

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri penulis masih diberikan kesehatan dan kesempatan menimba banyak ilmu, menulis, mengikuti webinar dan pelatihan, memperluas jejaring, menambah pengalaman, serta menjadi pemateri pada berbagai kegiatan dan majelis ilmu. Salah satu majelis ilmu (online) yang penulis ikuti tersebut adalah Dauroh Kitab Matan Salsabil Asy-Syafi’i yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Islam dan Arab (LPIA) “Al-Ahsan” dengan Mujiz: Ustadz Abu Ahmad Muhammad Azhar al-Maidany, Medan pada 8 Oktober 2022.

Kitab apa itu Matan Salsabil Asy-Syafi’i dan siapa pengarangnya? Kitab Matan Salsabil Asy-Syafi’i adalah Kitab Matan Ilmu Tajwid yang sangat populer di kalangan para penghafal Al-Qur’an dan mereka yang ingin memperdalam ilmu tajwid. Apa itu Ilmu Tajwid? Ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah bacaan Al-Qur’an secara benar dan sesuai dengan hukum-hukum tajwid yang telah ditetapkan. Tujuannya adalah agar kita dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, sehingga mendapatkan pahala yang maksimal dan menghindari kesalahan bacaan.

Mengapa Kitab Salsabil Asy-Syafi’i Penting? Kitab ini menyajikan materi tajwid dengan cara yang mudah dipahami, sehingga cocok untuk pemula maupun yang sudah mahir, keseluruhan isinya yang terdiri atas 265 bait mencakup hampir semua kaidah tajwid yang penting, mulai dari hukum bacaan mad, qalqalah, idgham, hingga hukum-hukum bacaan lainnya. Kitab Matan Salsabil Asy-Syafi’i ini banyak digunakan sebagai rujukan dalam pembelajaran tajwid di berbagai pesantren dan lembaga pendidikan Islam.

Siapa Penulis Kitab Salsabil Asy-Syafi’i? Penulis kitab ini adalah Syaikh Utsman bin Sulaiman Murod ‘Ali Agho.  Beliau dilahirkan di daerah Malawiy wilayah konservatif Mesir pada Tahun 1316. Sejak kecil Syaikh Utsman Murod sudah hafal al-Qur’an dan saat dewasa beliau melanjutkan pendidikannya di Universitas al-Azhar Mesir. Diantara Guru-guru Syaikh Utsman Murod antara lain adalah: Syaikh Hasan bin Muhammad Badr, Syaikh Sabiq Muhammad Subkiy, dan Syaikh Ibrahim Sa’ad Aliy.

Kitab Matan Salsabil Asy-Syafi’i merupakan salah satu kitab matan ilmu tajwid yang dikarang Syaikh Utsman Murod yang bisa dinadzhomkan, sebagaimana kitab syarahnya yang juga bisa dinadzhomkan, yaitu Kitab Al-Wafiy fi Syarhiy Matan Salsabil Asy-Syafi’i fi Ilmi Tajwid. Kitab karyanya yang lain adalah Kitab Matan Safinah al-Qurro fi Tahrirot al-Qiroat as-Sabi’iy dan Khulasoh al-Asy’ar wa Nuzhatul Afkar.

Syaikh Utsman bin Sulaiman Murod wafat pada Bulan Sya’ban Tahun 1382 Hijriyah/Januari 1963 M. Semoga Allah SWT merahmati, mengampuni beliau dan menempatkannya di Surga-NYA. Maka demikianlah jalan bersanad yang harusnya kita pelajari, tekuni dan dalami semuanya. Siapa saja yang memilih jalan mengakrabi al-Qur’an, maka haruslah memilih jalan mengakrabi Ilmu Tajwid dan Ilmu Qira’at yang disusun dan diringkas oleh para ulama’. Inilah jalan bersanad bagi para pencinta al-Qur’an dan semoga kita semua diberikan jalan kemudahan.

Ijazah sanad Kitab Matan Salsabil syafi'i

Ijazah Sanad Kitab Matan Salsabil Asy-Syafi’i. (foto: ist/*)

Bersanad adalah jalan thalabul ilmi dalam Islam. Imam Abdullah bin Mubarak (wafat 181 H) -rahimahullah- berkata,

 

إن الإسناد من الدين، ولولا الإسناد لقال من شاء ما شاء

 

Artinya:

“Sanad itu bagian dari agama. Kalau lah tidak ada sanad, pasti siapapun bisa berkata apa yang dia kehendaki.” [Muqaddimah Shahih Muslim]

Beliau juga berkata,

 

مثل الذي يطلب أمر دينه بلا إسناد كمثل الذي يرتقي السطح بلا سلم

 

Artinya:

“Perumpamaan orang yang mencari ilmu agama tanpa sanad, seperti orang yang naik ke atap sebuah bangunan tanpa tangga” [Riwayat Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Al Kifayah fi Ilmi Riwayah hal.393]

Imam Sufyan Ats-Tsauri (wafat 161 H) -rahimahullah- berkata:

 

الإسناد سلاح المؤمن فإذا لم يكن معه السلاح فبأي شيء يقاتل

 

Artinya:

“Sanad adalah senjatanya orang beriman. Apabila tidak ada senjata tersebut, maka dengan apa mereka berperang (melawan syetan dan syubhat)?” [Riwayat Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Syaraf Ashabil Hadits hal.42]

Semoga catatan singkat ini dapat menjadi pengingat, sekaligus penyemangat pembelajaran dalam mempelajari dan mengakrabi Kitab Matan Salsabil Asy-Syafi’i karya Syaikh Utsman bin Sulaiman Murod, serta bagi kita semuanya, semoga diberikan kesehatan, kesempatan dan waktu luang dalam bermajelis ilmu. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene, 8 Oktober 2022/12 Rabiul Awwal 1444 H

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pembelajar Kitab Kuning/Khazanah Keilmuan Islam

 

 

Related Post/Articles: 

 

KELUAR