
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Tahukah kita bahwa ada rumah diatas langit? Ya, tak ada yang tak mungkin jika Allah SWT yang berkehendak. Benar bahwa ada dua rumah di atas langit, yang disebut Baitul ma’mur [البيت المعمور] dan Baitul ‘Izzah [بيت العزّة]
Nama Baitul Makmur disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Artinya:
“Demi Baitul Ma’mur. Demi atap yang ditinggikan (langit). Demi laut yang di dalam tanahnya ada api,” (QS. Ath-Thur: 4 – 6)
Baitul makmur adalah Ka’bah bagi para malaikat berada diatas langit ketujuh sebagaimana kabah di bumi sebagai pusat ibadah. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir 7/427-428, Dār Ath-Thayyibah, cet. VIII, 1420 H , Jami’ Al-Bayan 22/456, Muassasah Risalah, cet. I, 1420 H ,Tafsir As-Sa’di)
Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjalani peristiwa Isra Mi’raj, sesampainya di langit ketujuh, beliau melihat Baitul Makmur. Ketika mengisahkan peristiwa Isra Mi’raj, beliau SAW mengatakan:
Artinya:
“Kami mendatangi langit ketujuh. Lalu aku mendatangi Nabi Ibrahim, aku memberi salam kepadanya dan beliau menyambut : “Selamat datang (kepada engkau) sebagai anak dan seorang Nabi.” Lalu diperlihatkan kepada aku Baitul Makmur. Akupun bertanya kepada Jibril. Malaikat Jibril pun mengatakan, “Ini adalah Baitul Makmur, setiap hari, tempat ini dikunjungi 70.000 Malaikat untuk melakukan shalat di sana. Apabila mereka keluar, mereka tidak akan kembali lagi ke tempat ini.” (HR. Bukhari 3207 & Muslim 162).
Bagaimana bentuknya Baitul Ma’mur? Wallahu ‘alam bish-shawab.
Adapun nama Baitul ‘Izzah disebutkan dalam beberapa riwayat, diantaranya riwayat ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan:
Artinya:
“Al-Qur’an dipisahkan dari Adz-Dzikr (Lauhul Mahfudz) lalu diletakkan di Baitul ‘Izzah di langit dunia , kemudian Malaikat Jibril turun menyampaikannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”. (HR. An-Nasa’i dalam Al-Kubra : 7991 , Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 10/533, Al-Baihaqi dalam Al-Asma’ Wa Ash-Shifat 1/367-368 , dan dishahihkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak ‘Ala Ash-Shahihain 2/223 : 611 dan disepakati oleh Imam Adz-Dzahabi).
Az-Zarqani rahimahullah ta’ala memberikan komentar beberapa hadits yang telah beliau sebutkan sebelumnya, diantaranya hadits diatas:
Artinya:
“Hadits-hadits tersebut adalah mauquf sampai Ibnu Abbas akan tetapi bahwasanya padanya memiliki hukum marfu’ kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berdasarkan yang telah ditetapkan bahwasanya perkataan sahabat nabi terhadap perkara-perkara yang tidak ada tempat bagi akal padanya , dan beliau bukan dikenal orang yang suka menerima berita israiliyyat, maka status perkataannya memiliki hukum marfu’ (sama seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)”.
Beliau melanjutkan:
Artinya:
“Dan tidak diragukan lagi bahwasanya turunnya Al-Qur’an ke Baitul ‘Izzah termasuk Berita-berita ghaib, yang tidak bisa diketahui kecuali melalui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ma’shum. Dan Ibnu Abbas juga bukan orang yang dikenal suka menerima berita israiliyat, sehingga perkataan beliau dalam hal ini boleh dijadikan hujjah dan dalil”. (Manahilu Al-Irfan Fi ‘Ulumil Qur’an, 1/41 Cetakan pertama 1995 M – 1415 H, Penerbit Dārul Kutub Al-‘Arabi).
Bagaimana bentuknya Baitul Izzah? Wallahu ‘alam bish-shawab.
Demikianlah sedikit penjelasan atau keterangan tentang rumah diatas langit, yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan al-Hadits, yaitu Baitul Ma’mur dan Baitul ‘Izzah. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.