
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Bagaimana Cara Menjaga Silsilah Keilmuan Setelah Mendapatkan Ijazah?
BLOGGURU – Sebagai seorang Muslim, maka referensi, acuan atau panduan yang wajib dipegang tentunya adalah Al-Qur’an dan Hadits. Maka untuk mengakrabi Al-Qur’an dan Hadits tersebut, maka menjadi wajib pula mempelajari aspek keilmuannya, yaitu Ulumul Qur’an dan Ulumul Hadits. Akrabilah Al-Qur’an dan al-Hadits ini sepanjang hidup kita, karena keduanya dibutuhkan untuk menjaga hubungan dengan Allah dan sesama manusia, dibutuhkan untuk meningkatkan iman, amal dan ibadah kita.
Hidup sejatinya adalah belajar. Karena itu jangan pernah letih belajar, dan yang terutama dari belajar itu adalah memperoleh ilmu untuk meningkatkan iman, amal dan ibadah kita. Kata Imam Syafi’i, “Jika kamu tidak mampu menahan letihnya belajar, maka siapkanlah dirimu menghadapi perihnya kebodohan”.
Al-Qur’an dengan Ulumul Qur’an dan Al-Hadits dengan Ulumul Hadits mempunyai banyak ilmu yang menjadi turunan atau derivatnya, termasuk pula diantaranya ilmu-ilmu yang dibutuhkan sebagai perangkat atau alat bantu untuk memahami Al-Qur’an dan Hadits itu sendiri. Begitu pula halnya dengan Ilmu-ilmu yang dapat membantu kita mengenal Tuhan dan mengenal diri sendiri dengan sendirinya menjadi wajib dipelajari karena merupakan kebutuhan untuk meningkatkan iman, amal dan ibadah kita.
Ilmu-ilmu apa saja yang dapat menjadi jalan dan jembatan bagi seorang muslim untuk meningkatkan iman, amal dan ibadahnya adalah semuanya wajib dipelajari. Maka demikianlah apa yang disebut khazanah keilmuan Islam, seperti Ilmu Tauhid (Ilmu Mengenal Tuhan, Mengesakan Allah dan Menata Aqidah), Ilmu Fiqih (Ilmu tentang Tata Cara Ibadah, supaya kita beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW), Ilmu Tasawwuf (Sebagai Media/Ilmu untuk Memperbaiki Akhlaq dan Adab), Ilmu Tajwid dan Qira’at (Memperbaiki Bacaan), Ilmu Nahwu-Shorof (Sebagai Ilmu untuk Menata Bahasa/Gramatika Arab, Mengetahui Asal Lafadz dan Memahami Bahasa sebagaimana Konteksnya), Munadzarah (Memperbaiki Komunikasi), Khat (Memperbaiki Tulisan), Bayan (Memperbaiki Makna), Ma’ani (Memperbaiki Setuasi), Mantiq (Memperbaiki Pola Pikir), dan lain sebagainya.
Dan Terakhir, bagi seorang muslim, harus dipahami bahwa segala khazanah keilmuan Islam yang dipelajari tersebut harus ada gurunya. Ilmu apapun yang dipelajari harus jelas sanad gurunya. Kesemuanya karena belajar agama (Ilmu-ilmu Keislaman) ada nama Allah dan Rasul-nya disebut didalamnya dan karena semuanya, Ilmu-ilmu yang dipelajari tersebut, amal dan ibadah yang dilaksanakan dari hasil pemahaman terhadap ilmu-ilmu itu, kelak akan dimintai pertanggung-jawaban di depan Rabb, yang Maha Mengetahui.
Demikian catatan singkat ini. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
Minasatene, 9 Februari 2025/10 Sya’ban 1446 H
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.